• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bharatayuda Firli Bahuri vs Karyoto, Antiklimaks?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 25, 2023
in Feature
0
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta – Bharatayuda, perang saudara yang merupakan puncak perselisihan antara keluarga Pandawa dan keluarga Korawa, yang merupakan satu “wangsa” (keturunan), yakni wangsa Bharata dalam kisah Mahabharata, tampaknya bakal terjadi di dunia nyata. Yakni antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisaris Jenderal (Purn) Firli Bahuri versus Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Karyoto. 

Keduanya berasal dari instansi yang sama: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Bedanya, Firli sudah pensiun, Karyoto masih aktif.

Keduanya juga pernah berada di instansi yang sama: KPK. Bedanya, Firli masih “standby” di KPK sebagai ketua, Karyoto sudah “hijrah” ke Polda Metro Jaya sebagai kepala atau Kapolda, sehingga keduanya pun sama-sama pegang “tongkat komando”. Bedanya, Firli di ranah sipil, Karyoto di Polri.

Saat di KPK, Karyoto terakhir menduduki jabatan Deputi Penindakan dan Eksekusi, menempati kursi yang pernah ditinggalkan Firli Bahuri sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua KPK.

Jadi, antara Firli dan Karyoto sebenarnya “satu guru satu ilmu”, sehingga sama-sama sakti mandraguna serta tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Nah, saat menduduki kursi Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK inilah Karyoto didepak Firli bersama Direktur Penyelidikan KPK Brigadir Jenderal Endar Priantoro. Keduanya oleh Firli dikembalikan ke instansi asalnya: Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian mengangkat Karyoto menjadi Kapolda Metro Jaya. Di sinilah kesaktian Karyoto bermula.

Sedangkan Endar Priantoro oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dikembalikan ke KPK. Namun, Firli dan pimpinan KPK lainnya tidak mau menerima kembalinya Endar. Endar pun “gentayangan”. Di Polri tak ada jabatan, di KPK pun sudah tak punya kursi.

Babak Pertama

Nah, di sinilah babak pertama perang Bharatayuda bermula. Endar melaporkan Firli Bahuri ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK atas pencopotannya, Selasa (4/4/2023).

Dua hari kemudian, Kamis (6/4/2023), Firli dilaporkan ke Dewas lantaran diduga terlibat dalam kasus bocornya dokumen hasil penyelidikan dugaan korupsi tunjangan kinerja di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Ketua Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI) Sultoni.

Dewas pun bersidang. Namun, dengan dalih tak menemukan cukup bukti, Dewas tidak melanjutkan dua laporan tersebut ke sidang etik. Firli lolos dari jeratan Endar maupun Sultoni. Di sinilah kesaktian Firli terbukti.

Namun, bukan kali ini saja Firli menunjukkan kesaktiannya. Sudah sering kali Firli dilaporkan ke Dewas. Namun, sesering itu pula mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri ini lolos. Paling-paling Dewas pernah menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran tertulis terkait gaya hidup Firli yang hedonis.

Saat menjabat Deputi Penindakan KPK, Firli juga bermasalah. Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan mantan Kapolda Sumatera Selatan ini bertemu dengan pihak yang sedang berperkara dengan KPK, yakni Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang yang saat itu menjabat Gubernur NTB. Namun, lagi-lagi Firli lolos dari sanksi etik dan menunjukkan kesaktiannya.

Babak Kedua

Berbeda dengan Dewas KPK, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengaku menemukan unsur pidana dalam kasus dugaan pembocoran dokumen hasil penyelidikan di Kementerian ESDM yang dialamatkan kepada Firli Bahuri itu. Karyoto pun telah meningkatkan status perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan. Inilah babak kedua Bharatayuda Ketua KPK versus Kapolda Metro Jaya.

Akankah Firli Bahuri menjadi tersangka? Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, ada sejumlah hal yang diduga menjadi motif Karyoto “maju tak gentar” melawan Firli. Pertama, mungkin ia kecewa, kalau tak bisa dikatakan dendam, terhadap Firli karena pernah “dibuang” dari KPK.

Kedua, Karyoto disebut terusik karena namanya disebut oleh Dewas KPK dalam kasus dugaan pembocoran dokumen hasil penyelidikan di Kementerian ESDM yang dialamatkan kepada Firli namun berakhir antiklimaks karena Ketua KPK itu tidak disidang etik.

Babak Ketiga

Diberitakan RMOL.ID, Jumat (23/6/2023), Dewas KPK memiliki bukti komunikasi Kepala Biro (Kabiro) Hukum Kementerian ESDM Idris Froyote Sihite dengan Irjen Karyoto saat menjabat Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK. Bukti ini diperoleh Dewas KPK saat memeriksa Idris Sihite, juga dari hasil kloning ponsel miliknya. Inilah babak ketiga Bharatayuda Ketua KPK versus Kapolda Metro Jaya.


Selain bukti komunikasi Idris Sihite dengan Karyoto, Dewas KPK juga memiliki bukti percakapan pengusaha asal Yogyakarta bernama Suryo dengan Idris Sihite. Percakapan berupa pesan WhatsApp (WA) itu terjadi setelah Suryo menyerahkan tiga lembar kertas bertulis dugaan TPK (tindak pidana korupsi) berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengurusan ekspor produk pertambangan hasil pengolahan minerba. Di dalamnya terdapat nama-nama pihak di Kementerian ESDM dan nama-nama perusahaan tertentu.

Usai menyerahkan dokumen itu, Suryo kemudian mengirim pesan WA kepada Idris Sihite untuk memastikan kapan pertemuan selanjutnya dilakukan untuk membahas dokumen rahasia yang diberikan itu. Dia juga menyelipkan semacam kata kunci: “titipan Karyoto”. 

Ketika mengumumkan hasil pemeriksaan, Senin (19/6/2023) lalu, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatarongan Panggabean mengatakan Suryo adalah pihak yang menyerahkan “dokumen rahasia” itu kepada Idris Sihite di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.

Awalnya, kata Tumpak, saat ditanya penyidik yang melakukan penggeledahan di ruang kerjanya, Idris Sihite mengatakan memperoleh dokumen itu dari Karyoto. Setelah dicecar, Idris Sihite mengubah keterangannya dan mengatakan dia mendapatkan dokumen itu dari Menteri ESDM Arifin Tasrif yang mendapatkannya dari Ketua KPK Firli Bahuri.

Namun saat diperiksa Dewas KPK, Idris Sihite mengaku sengaja membawa-bawa nama Menteri ESDM dan Ketua KPK agar penyelidik yang tengah melakukan operasi tangkap tangan saat itu tidak terus mencecarnya.

Idris Sihite pula, yang kemudian menjadi Plh Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, yang terlibat “chat” kontroversial dengan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak tentang “main di belakang layar”.

Lalu siapa Suryo yang memberikan dokumen itu kepada Idris Sihite? Dari kabar yang ramai tersiar, Suryo yang dimaksud adalah Muhammad Suryo. Ia merupakan Komisaris PT Surya Karya Setiabudi (SKS) yang terlibat dalam kasus pertambangan pasir ilegal di Sungai Bebeng, Magelang, Jawa Tengah, tahun 2016 lalu. Hubungan Karyoto dengan Suryo disebut sudah berlangsung sejak lama, sejak Karyoto belum bertugas di KPK.


Karyoto disebut tidak sungkan menegur keras pejabat Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak yang berani menegur PT SKS dan meminta perusahaan itu berhenti melakukan aktivitas pertambangan.

Fakta lainnya juga mengungkap bahwa Suryo terkait dengan kasus suap pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menjerat mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Hingga tulisan ini disusun, belum ada pernyataan dari Karyoto terkait dugaan kedekatannya dengan Suryo yang disebut menyerahkan “dokumen rahasia” kepada Idris Sihite.

Antiklimaks

Akankah penyebutan nama Karyoto oleh Dewas KPK dijadikan senjata oleh Firli Bahuri untuk memukul balik Karyoto yang mengklaim menemukan unsur pidana dalam kasus dugaan pembocoran dokumen hasil penyelidikan di Kementerian ESDM yang dialamatkan kepada Firli Bahuri?

Kita tunggu saja babak berikutnya yang kemungkinan antiklimaks. Sebab antara Firli Bahuri dan Karyoto bisa saling sandera, karena memang merupakan “satu guru satu ilmu”, saling mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing, serta sama-sama sakti mandraguna. Jika Bharatayuda diteruskan, bisa-bisa keduanya “sampyuh” atau sama-sama “mati”. Itulah!

Karyudi Sutajah Putra: Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir Menyeru Pembunuhan ‘Ribuan’ Warga Palestina

Next Post

SEHARUSNYA INTELEKTUAL KAHMI BINA RI

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
SEHARUSNYA INTELEKTUAL KAHMI BINA RI

SEHARUSNYA INTELEKTUAL KAHMI BINA RI

Panji Gumilang, Tetap Sakti atau Tumbang?

Panji Gumilang, Tetap Sakti atau Tumbang?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist