• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bila Menkeu yang Baru Tidak Lebih Baik dari Sri Mulyani, Maka Ia adalah Menkeu yang Sehina-hinanya

Ali Syarief by Ali Syarief
September 10, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bila Menkeu yang Baru Tidak Lebih Baik dari Sri Mulyani, Maka Ia adalah Menkeu yang Sehina-hinanya
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan selalu menjadi momen penting bagi arah kebijakan ekonomi negara. Jika seorang Menteri Keuangan baru datang hanya untuk melanjutkan tradisi tanpa memperbaiki kelemahan pendahulunya, maka ia sesungguhnya telah gagal sejak awal. Dan bila kegagalan itu terjadi setelah Sri Mulyani yang begitu lama duduk di kursi Menkeu, maka penggantinya layak dicap sebagai Menkeu yang sehina-hinanya. Mengapa demikian?

Pertama, Membaca Data Kelemahan Sri Mulyani

Sri Mulyani dikenal sebagai teknokrat dengan reputasi internasional. Namun, rekam jejaknya di Indonesia tidak lepas dari kritik. Di balik kepiawaian mengelola APBN, masih tampak jelas kelemahan struktural yang dibiarkan. Rasio pajak (tax ratio) yang stagnan, ketergantungan pada utang luar negeri, lemahnya penyerapan anggaran pada sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan, hingga ketidakmampuan menahan defisit yang terus melebar—semua ini adalah data terbuka yang bisa dibaca siapa saja. Seorang Menkeu baru tidak boleh mengulang kelemahan itu. Bila ia tidak bisa membedah di mana letak kegagalan Sri Mulyani, maka ia tidak lebih dari seorang penjaga kursi, bukan pemimpin.

Kedua, Apa yang Ingin Dicapai Sudah Jelas

Indonesia membutuhkan Menkeu yang berani menentukan arah: meningkatkan penerimaan dalam negeri, memperkuat basis industri, mengurangi ketergantungan impor, dan menata belanja negara agar lebih produktif. Visi itu bukan rahasia. Semua sudah jelas—tinggal bagaimana seorang Menkeu baru mampu mengeksekusinya. Jika hanya menjadi penonton kebijakan Presiden, tanpa keberanian menegur dan memberi alternatif, maka kursi Menkeu kehilangan makna strategisnya.

Ketiga, Kurang Dukungan Apa Lagi?

Kementerian Keuangan adalah institusi paling kuat kedua setelah Istana. Ia memiliki data, instrumen, hingga kewenangan untuk mengatur denyut nadi perekonomian. Dukungan politik? Ada. Infrastruktur birokrasi? Lengkap. Legitimasi hukum? Penuh. Jadi, apa lagi yang kurang? Menkeu baru tidak boleh berlindung di balik alasan klasik “situasi sulit” atau “beban global”. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian dan integritas untuk membenahi sistem agar tidak terus-menerus menjerat bangsa pada lingkaran utang, kemiskinan, dan ketimpangan.

Penutup

Maka, bila seorang Menkeu baru masih kalah dibandingkan Sri Mulyani—padahal kelemahan Sri Mulyani begitu gamblang, arah tujuan sudah terang benderang, dan dukungan institusional begitu lengkap—ia pantas disebut sebagai Menkeu yang sehina-hinanya. Karena itu berarti ia gagal bukan karena keadaan, melainkan karena kelemahan dirinya sendiri: takut mengambil risiko, malas berpikir strategis, dan rela menjadikan kursi Menkeu hanya sebagai simbol, bukan sebagai alat perubahan.


Apakah Anda ingin saya tambahkan analisis lebih tajam tentang kelemahan spesifik Sri Mulyani (misalnya utang, pajak, subsidi energi, atau ketimpangan APBN) agar esai ini lebih kuat secara data?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengacara HRS: “Makan Bergizi Gratis” Kini Jadi “Makan Beracun Gratis”, Anak-anak Jadi Korban

Next Post

Purbaya Yudhi Sadewa & Rafael Alun Trisambodo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Purbaya Yudhi Sadewa & Rafael Alun Trisambodo

Purbaya Yudhi Sadewa & Rafael Alun Trisambodo

IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW Desak Polda Metro Jaya Hentikan Proses Hukum Aktivis Ferry Irwandi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...