• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BILA PRODUKSI ANJLOK, BULOG SIAP-SIAP IMPOR BERAS

by
January 22, 2025
in Economy, Feature
0
Harga Beras Global Mencapai Level Tertinggi Dalam 15 tahun setelah India Membatasi: FAO
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Salah satu pertimbangan, mengapa Pemerintah berani menyetop impor beras tahun ini, karena produksi beras dalam negeri akan berlimpah. Pertanyaannya, bagaimana jika produksi beras secara nasional anjlok, dengan angka cukup signifikan, seperti tahun lalu, dikarenakan ada hal-hal yang tidak mampu ditangani dengan baik ?

Ini jelas, persoalan cukup serius. Impor beras, selama ini terbukti menjadi “dewa penolong” kehidupan bangsa dan negara. Berkat impor beras itulah, berbagai kebijakan dan program pembangunan tetap berjalan. Sebut saja, Program Bantuan Langsung Beras bagi 22 juta rumah tangga penerima msnfaat atau sekitar 88 juta jiwa mulut yang menganga.

Tanpa beras impor, dari mana Pemerintah akan memberi 10 kg beras selama 12 bulan per rumah tangga ? Padahal, kita tahu persis, situasi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat saat itu, benar-benar sedang menghangat. Maklum pada tahun lslu, bangsa ini akan menyelenggarakan Pemilihan Umum Presiden, Anggota Legislatif dan Kepala Daerah secara serentak.

Suasana ini mengingatkan pada pidatonya Proklamator Bangsa Bung Karno sekitar 73 tahun lalu, yang menegaskan “urusan pangan menyangkut mati dan hidupnya suatu bangsa”. Pangan, utamanya beras, harus tersedia sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau masyarakat. Itu sebabnya, salah besar jika kita tidak serius dalam menjalankan tata kelola pangan atau perberasan.

Tahun 2024, banyak pihak yang menyebut Indonesia tengah menghadapi “darurat beras”. Produksi anjlok karena adahya sergapan El Nino yang bersamaan waktunya dengan musim kemarau panjang. Harga beras di pasar melesat cukup tinggi, bahkan ada yang menyatakan kenaikannya pantas disebut ugal-ugalan. Ujung-ujungnya, impor beras tidak bisa tidak, harus ditempuh dengan angka cukup fantastis sekitar 4 juta ton.

Tahun 2024 betul-betul tampil menjadi tragedi perberasan nasional yang cukup mengenaskan. Selain masalah yang disampaikan diatas, ternyata “kejahatan kerah putih” pun terjadi di Kementerian yang bertanggungjawab di sektor pertanian. Semangat meningkatkan produksi setinggi-tingginya menuju swasembada terganggu, karena Menteri dan Sekjen serta salah srorang Direkturnya terlibat urusan korupsi dan gratifikasi.

Akibatnya wajar, jika produksi beras secara nasional untuk tahun 2024 menurut catatan Badan Pusat Statistik lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2023 produksi beras nasional sebesar 31,10 juta ton, sedangkan tahun 2024 produksi beras nasional hanya 30,41 juta ton. Artinya, melorot sekitar 700 ribu ton.

Memasuki tahun 2025, pengalaman pahit tahun 2024, mestinya tidak perlu terjadi lagi. Kita berharap berbagai kebijakan yang digarap Pemerintah untuk menjawab penyebab turunnya produksi beras, kini akan membuahkan hasil. Ditambahnya kuota pupuk bersubsidi menjadi dua kali lipat dari yang berjalan selama ini, petani tidak akan mengeluhkan lagi soal kelangkaan pupuk bersubsidi.
Begitu pun dengan dipangkasnya saluran distribusi pupuk bersubsidi, diharapkan akan semakin lancar penyampaian pupuk ke petani. Dalam aturan baru, hanya tinggal tiga kelembagaan yang bertanggungjawab pelaksanaan pupuk bersubsidi, yakni Kementerian Pertanian. PT Pupuk Indonesia dan Distributor/Kios/Gapoktan. Tidak perlu lagi rekomendasi dari Gubernur, Bupati/Walikota.

Jika kedua hal diatas dapat berjalan lancar, kita optimis produktivitas per hektar akan meningkat cukup terukur dan produksi pun bakal meningkat. Pupuk adalah faktor utama pertumbuhan tanaman, jika kita ingin meningkatkan produksi dan produktivitas. Andaikan petani merasa terganggu oleh kelangkaan pupuk, apalagi pupuk menghilang dari pasar, membuat petani kesulitan untuk meningkatkan produksinya.

Tidak hanya itu yang ditempuh Pemerintah. Pencarian benih/bibit unggul padi yang genjah dan cepat panen, terus dilakukan oleh lembaga peneliian yang fokus menangani bibit/benih padi. Pemerintah juga terus melakukan perbaikan terhadap infrastruktur dasar pertanian, khususnya irigasi yang sebagian besar rusak. Kolsborasi Kementerian Pertanian dan Kementerian PU terus dikembangkan.

Hal lain yang mampu melahirkan perubahan besar dalam peningkatan produksi beras, walau belum diwujudkan adalah adanya kemauan politik Pemerintah untuk memposisikan kembali petugas Penyuluh Pertanian, menjadi Aparat Pemerintah Pusat dan tidak lagi menjadi Aparat Pemerintah Daerah. Dari sisi semangat, langkah ini disambut positip oleh para Penyuluh Pertanian.

Lebih menarik lagi adalah adanya keinginan Pemerintah untuk membebaskan Perum Bulog dari statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara untuk dikembalikan lagi menjadi lembaga otonom Pemerintah langsung dibawah Presiden. Bulog diharapkan mampu menjadi offtaker plat merah yang akan menyerap gabah petani sebanyak-banyaknya dengan harga yang sesuai dengan ketentuan Pemerintah.

Catatan pentingnya adalah apakah Pemerintah telah siap untuk melahirkan integrasi kebijakan pangan, khususnya perberasan, dari beragam sektor yang saling terkait satu dengan lainnya ? Hal ini perlu dicermati, karena masalah pencapaian swasembada pangan merupakan kebijakan multi sektor dan multi aktivitas yang butuh “pengeroyokan” dalam menghasilkan kinerja terbaiknya.

Akhirnya penting disampaikan, kalau semua langkah diatas dapat digarap dengan cerdas, kita boleh optimis, untuk tahun ini impor beras tidak perlu dilakukan. Namun jika kita dihadapkan pada persoalan yang tak mungkin dapat tertangani dengan cepat seperti El Nino, maka Bulog harus siap-siap impor beras lagi. Pilihan tentu ada di kita. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengkhianatan Terbesar: Negara dalam Genggaman Oligarki – Prabowo Dibuat Tak Berkutik

Next Post

Catatan untuk Prabowo: Belajar dari Trump Presiden ke-47 tentang Arti Perubahan

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Catatan untuk Prabowo: Belajar dari Trump Presiden ke-47 tentang Arti Perubahan

Catatan untuk Prabowo: Belajar dari Trump Presiden ke-47 tentang Arti Perubahan

TNI AL dan Nelayan Bersinergi Cabut Pagar Laut di Tanjung Pasir

Presiden perintahkan Evaluasi Menyeluruh Terhadap PSN, Termasuk PIK 2

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...