• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bloomberg New Economy: Wadah Konselor Global atau Ajang Cuci Reputasi Jokowi?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
September 27, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi Dukung 2 Periode Prabowo Gibran – Ambisi yang Digerakkan oleh Rasa Cemas
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Pada April lalu, Bloomberg New Economy melalui situs resminya mengumumkan jajaran Global Advisory Board (Dewan Penasihat Global). Dewan ini bukan sekadar papan nama, melainkan forum elit yang dihuni oleh figur-figur berpengaruh dalam dunia ekonomi, politik, dan keuangan global. Ia diketuai oleh Gina Raimondo, Menteri Perdagangan Amerika Serikat, bersama Mario Draghi, mantan Perdana Menteri Italia dan Presiden Bank Sentral Eropa.

Nama-nama besar turut bergabung, seperti Marc Rowan, Co-Founder & CEO Apollo Global Management. Namun, ada satu nama yang membuat publik, khususnya masyarakat Indonesia, terperangah sekaligus geram: Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Mengapa Jokowi?

Pertanyaan itu bergema di ruang publik. Bagaimana mungkin seorang pemimpin dengan rekam jejak kontroversial justru dipilih menjadi penasihat ekonomi oleh lembaga bergengsi seperti Bloomberg? Kredibilitas forum yang katanya berkelas dunia ini langsung dipertanyakan.

Sebab, di mata publik Indonesia, Jokowi bukanlah simbol keberhasilan ekonomi. Justru sebaliknya, ia meninggalkan sederet masalah yang membebani bangsa:

  1. Utang negara menumpuk. Selama sepuluh tahun pemerintahannya, utang Indonesia melonjak drastis hingga menjerat generasi berikutnya.
  2. Tercatat sebagai pemimpin terkorup. Laporan OCCRP memasukkan nama Jokowi dalam daftar pemimpin paling korup di dunia.
  3. Proyek mercusuar yang gagal. Ibu Kota Negara (IKN) belum jelas kelanjutannya, sementara mobil Esemka terbukti hanya gimmick politik.
  4. Moralitas kepemimpinan dipertanyakan. Praktek nepotisme, oligarki, dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil telah mencoreng kepemimpinan Jokowi.

Dengan catatan seburuk ini, sulit membayangkan bahwa Bloomberg benar-benar mempertimbangkan kapasitas Jokowi sebagai advisor. Apakah Bloomberg kekurangan tokoh kredibel dari negara berkembang lain? Ataukah ada faktor tersembunyi di balik penunjukan ini?

Kontras yang Mencolok: Draghi, Raimondo, dan Jokowi

Perbandingan dengan anggota dewan lain justru memperlihatkan kontras yang mencolok.

  • Mario Draghi dikenal sebagai “Super Mario” di Eropa, berhasil menyelamatkan euro dari krisis finansial ketika menjabat Presiden Bank Sentral Eropa.
  • Gina Raimondo berperan vital dalam kebijakan perdagangan Amerika Serikat, termasuk menghadapi persaingan strategis dengan Tiongkok.
  • Marc Rowan adalah sosok pengusaha sukses di dunia investasi global dengan rekam jejak jelas dalam inovasi keuangan.

Sementara itu, Jokowi datang dengan reputasi utang menggunung, proyek gagal, dan tuduhan korupsi. Kontras ini menimbulkan pertanyaan lebih dalam: apakah Bloomberg tidak melihat ketimpangan kredibilitas, atau justru sengaja menutup mata demi kepentingan tertentu?

Donatur, Simbol, atau Studi Kasus?

Spekulasi pun bermunculan. Ada yang menduga Jokowi hanya dijadikan donatur, mengingat isu kepemilikan dana besar yang kerap melekat padanya. Ada pula yang menilai Bloomberg ingin menjadikan Jokowi sebagai simbol pergeseran kekuatan ekonomi dari Selatan, meski rekam jejaknya lebih mirip contoh kegagalan ketimbang keberhasilan.

Bahkan, tidak sedikit yang melihat ini sebagai bentuk “studi kasus hidup”: bagaimana sebuah negara besar di Asia Tenggara bisa tersandera oleh kebijakan salah urus seorang presiden. Bila benar, maka Jokowi diposisikan bukan sebagai teladan, melainkan sebagai peringatan.

Apa Itu Bloomberg New Economy?

Bloomberg New Economy dikenal sebagai platform global yang berfokus pada transformasi besar dunia:

  • Menganalisis perubahan geopolitik dan dampaknya pada ekonomi global.
  • Membahas teknologi dan inovasi yang memengaruhi masyarakat.
  • Mengulas transisi energi dan isu lingkungan.
  • Mengkaji tren investasi dan inovasi keuangan.
  • Menyoroti perkembangan kesehatan dan bioteknologi.

Selain itu, Bloomberg menyelenggarakan forum internasional, membangun koalisi industri, serta mengembangkan program katalis inovasi. Dengan kata lain, ia berfungsi sebagai konselor global, penghubung elite bisnis, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Namun, jika sosok seperti Jokowi bisa masuk ke dalam dewan penasihatnya, maka kredibilitas misi mulia ini patut dipertanyakan.

Krisis Kredibilitas

Bloomberg tampaknya berada di persimpangan: apakah benar-benar konsisten dengan misinya sebagai lembaga nirlaba yang mengedepankan inovasi dan solusi global, atau sekadar menjadi ajang pencucian reputasi tokoh-tokoh kontroversial?

Di Indonesia, Jokowi masih menyisakan sejumlah persoalan serius: mulai dari kontroversi ijazah hingga catatan hukum yang belum terselesaikan. Menempatkan sosok dengan reputasi seperti ini di kursi penasihat internasional sama saja dengan merusak kepercayaan publik dunia terhadap independensi Bloomberg.

Penutup

Keterlibatan Jokowi dalam Dewan Penasihat Bloomberg New Economy bukan sekadar masalah simbolis. Ia adalah cermin bagaimana lembaga global bisa kehilangan arah ketika terjebak pada kepentingan politik, citra, bahkan uang.

Bangsa ini berhak bertanya: apakah Bloomberg New Economy masih bisa disebut wadah konselor global yang kredibel, atau kini telah berubah menjadi panggung legitimasi bagi tokoh-tokoh bermasalah?

Transparansi dan akuntabilitas bukan hanya tuntutan kepada Jokowi, tetapi juga kepada Bloomberg. Tanpa itu, kepercayaan publik akan semakin terkikis, dan dunia hanya melihat satu hal: bahwa demokrasi dan ekonomi global bisa dipermainkan oleh kepentingan segelintir elite.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mbak Titiek Sentil Jokowi: “Bapak Juga Belum Memikirkan”

Next Post

Jokowi Dipukul Telak oleh Mbak Titiek Soeharto

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya
Cross Cultural

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

June 7, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Feature

Prabowo Sedang Bunuh Diri

June 7, 2026
Radius 30: Nanik S Deyang!
Feature

Radius 30: Nanik S Deyang!

June 7, 2026
Next Post

Jokowi Dipukul Telak oleh Mbak Titiek Soeharto

Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Dugaan Makanan Kedaluwarsa di Bekasi

Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Dugaan Makanan Kedaluwarsa di Bekasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

June 7, 2026
Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

June 7, 2026
Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

June 7, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Prabowo Sedang Bunuh Diri

June 7, 2026
Radius 30: Nanik S Deyang!

Radius 30: Nanik S Deyang!

June 7, 2026
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

Antusiasme Penonton Jepang Warnai Penampilan Angklung Svara Mandiri di Shibuya

June 7, 2026
Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...