• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bom Bunuh Diri dan Sederet Skenario Baru

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 9, 2022
in Feature
0
Islam Menolak Teror

Anggota Brimob berjaga di kawasan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). Penjagaan ketat tersebut akibat adanya ledakan yang diduga bom bunuh diri di Kantor Polsek Astanaanyar, Kota Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr/aww.(RAISAN AL FARISI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Moh Rofqil Bazikh

Jakarta – Mungkin tidak sedikit orang yang menolak kaget ketika tersiar berita bom bunuh diri pada Rabu (7/12) kemarin. Pasalnya kejadian seperti itu senantiasa berlangsung berulang dan dengan pola yang sedikit mirip. Menjelang Natal dan Tahun Baru, aksi-aksi yang diklaim heroik tersebut biasanya bermunculan. Sasaran utamanya biasanya rumah ibadah, namun di beberapa kasus juga menyasar tempat lain, seperti Polsek Astana Anyar itu.

Hal yang membuat banyak orang prihatin adalah pelaku membonceng nama agama. Dengan dasar itu pula, kita berkesimpulan bahwa kekerasan dalam beragama bukan isapan jempol belaka. Ia senantiasa ada dan mengintai kita setiap saat, hanya saja tidak kasat mata. Kita baru tersadar dan dibuat terbelalak tatkala itu kemudian terejawantahkan. Saya percaya bukan tidak banyak orang yang mempunyai pemahaman yang keras, sayangnya mereka tidak menampakkan pikirannya.

Kita kemudian tercengang ketika hal buruk terjadi, seolah-olah tidak menduga. Kendati kejadian seperti itu bukan hal yang baru lagi di Indonesia. Kasus bom Bali merupakan salah satu yang terparah dan menelan banyak korban jiwa. Satu sisi kita bertanya mengapa masih ada gerakan seperti itu, di sisi lain kita mulai merasa terbiasa dari saking berulangnya kejadian serupa.

Untuk menguji lebih lanjut dari mana motivasi berasal, kita dapat melihat latar belakang pelaku. Beberapa laporan mengemukakan bahwa pelaku merupakan mantan narapidana yang baru bebas pada 2021. Ia ikut campur tangan pada kasus bom panci di Cicendo, Bandung, pada 2017 lalu. Kemudian atas kasus tersebut mendekam di lapas Nusakambangan. Berbeda dengan beberapa narapidana lain, ia adalah orang yang menolak program deradikalisasi selama masa tahanan. Implikasinya masa tahannya sampai pada batas maksimum tanpa remisi.

Dengan kenyataan yang seperti itu, kita bisa berargumen bahwa program deradikalisasi masih belum maksimal. Masih ada celah dan kemungkinan besar narapidana tetap melakukan tindakannya ketika bebas. Tragedi kemarin adalah sebuah alarm agar program deradikalisasi segera dievaluasi. Jika tidak, maka implikasinya adalah seorang narapidana hanya vakum sementara dan kembali beraksi setelah bebas. Itu jelas tidak ideal untuk menekan angka orang-orang yang mempunyai pandangan dan gerakan ekstrem.

Skenario Motivasi

Hasil investigasi lain menyatakan bahwa pelaku terhubung dengan gerakan ekstrem dunia, sebut saja ISIS. Ada hubungan kausalitas antara kejadian kemarin di polsek dengan rekaman suara jubir ISIS yang tersebar di grup Telegram. Intinya, Abu Umar Al Muhajir yang merupakan jubir ISIS itu meminta agar memerangi musuh-musuh Allah sekaligus meminta agar berbaiat kepada ketua ISIS yang baru. Asumsi besar yang didapat bahwa itu adalah salah faktor yang menjadi pemantik peledakan bom bunuh diri Agus Sujatno di polsek.

Motivasi lain yang paling mencolok adalah ketidaksetujuan Sujatno pada RKUHP. Hal itu misalnya dapat dilihat pada bagian depan motor pelaku yang mengutuk keras RKUHP. Menurutnya, ia adalah hukum kafir dan penegak hukum adalah setan yang mesti diperangi. Sujatno barangkali bukan satu-satunya yang tidak sepakat dengan RKUHP, hanya saja cara yang dia lakukan melampaui batas. Sehingga akan menimbulkan skenario buruk lain terhadap polemik RKUHP.

Bukan tidak mungkin jika kemudian muncul sebuah teori serampangan yang mengatakan bahwa orang yang menolak RKUHP pasti teroris. Teori ini diambil dari pengamatan induktif terhadap satu kasus peledakan bom itu. Inilah skenario lain yang harus diwaspadai bersama agar suara kritis terhadap KUHP yang baru disahkan tidak diganjal dengan alasan tersebut. Skenario ini adalah salah satu kemungkinan yang tidak bisa kita abaikan. Kemungkinan lain bahwa peledakan bom itu juga dimaksudkan untuk memecah fokus masyarakat.

Kendati skenario ini sangat kecil kemungkinannya karena juga secara faktual ada satu aparat yang tewas. Tetapi jika kemungkinan (baca: skenario) ini benar, maka kita harus tetap mengawal dua-duanya. Dua problem itu menjadi topik penting minggu ini. Terkait KUHP sejatinya bukan hanya minggu ini, bahkan beberapa tahun sebelumnya. Pasal-pasal yang dinilai kontroversial dan mengebiri demokrasi sudah banyak dikritik. Hanya saja nasi sudah jadi bubur dan kemarin sudah ketok palu.

Dari tragedi kemarin, ada banyak hal yang mesti diperhatikan. Ada kemungkinan skenario lain yang mesti kita waspadai bersama. Demikian juga pihak yang berwajib untuk senantiasa mengevaluasi kerja-kerja deradikalisasi. Musabab gerakan-gerakan ekstrem semakin rapi dalam pengorganisasian. Kemungkinan besar gerakan mereka akan semakin rapi ke depannya dan sulit untuk terdeteksi dengan cepat. Kita dipaksa untuk menghadapi dan mengatasi kemungkinan itu.

Pembaharuan terhadap strategi gerakan untuk menangkal terorisme adalah hal yang niscaya. Mereka juga sudah menggunakan cara-cara baru dan kita mesti melawannya dengan cara baru pula. Sudah bukan waktunya penanggulangan terorisme dengan cara sosialisasi dan menghelat seminar sehari dua hari. Ini benar-benar tidak efektif dan tidak membawa dampak apa-apa. Akhirnya, kita harus mengheningkan cipta sejenak dan berpikir bersama-sama.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Brasil, Argentina Menargetkan Semifinal Tetapi Kroasia, Belanda Bisa Mengejutkan

Next Post

Jejak Mayor Paspampres Yg Diduga Perkosa Kowad – Berakhir Disebut Saling Suka, Apa Hukumannya?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Panglima TNI Tegaskan Keturunan PKI Bisa Daftar Jadi Prajurit TNI

Jejak Mayor Paspampres Yg Diduga Perkosa Kowad - Berakhir Disebut Saling Suka, Apa Hukumannya?

STOP PRESS: Ledakan Tambang di Sawahlunto, sembilan Pekerja Terjebak

STOP PRESS: Ledakan Tambang di Sawahlunto, sembilan Pekerja Terjebak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist