Jakarta, FusilatNews,- Polemik politik antara Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memasuki babak baru. Secara terang-terangan, kini Yenny Wahid membongkar kisah konflik yang terjadi antara ayahnya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dengan Cak Imin.
Dia menyatakan, sejarah yang tidak bisa dihapus dari perjalanan PKB adalah Cak Imin merupakan sosok yang mengusir Gus Dur dari PKB. Menurutnya, hal itu terjadi dalam penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa PKB di Ancol, Jakarta Utara, 2008 silam.
“Saya hanya ingin meluruskan sejarah, di mana saat ini seolah-olah ada upaya menghapuskan sejarah PKB seolah-olah Gus Dur itu masih berada di PKB. Banyak masyarakat yang tidak memahami bahwa lewat Muktamar Ancol, Gus Dur sebagai pendiri PKB telah dikeluarkan dari PKB,” kata Yenny dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (28/6/2022).
Ia menyatakan, sejarah perjalanan PKB itu harus dikemukakan kembali untuk menjadi pendidikan politik bagi publik agar mengedepankan etika moral dalam berpolitik. Kata Yenny, tokoh senior PKB yang dikeluarkan dari PKB tak hanya Gus Dur, termasuk dirinya. Bahkan, menurut Yenny, Cak Imin juga mengeluarkan sosok-sosok yang pernah menemani perjalanan Cak Imin di PKB.
“PKB sendiri memang saat ini dikelola dengan sangat berdasarkan (sikap) paranoid, jadi banyak sekali tokoh-tokoh senior PKB, enggak usah bicara soal saya, tokoh-tokoh senior PKB yang dulu mengiringi Gus Dur bahkan menjadi teman-teman Cak Imin sendiri, dikeluarkan dari partai, bukan cuma saya,” ucap Yenny.
Yenny menyatakan, Cak Imin telah menggembok PKB dari dalam. Menurut dia, langkah Cak Imin itu membuat sejumlah tokoh seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md pindah ke parpol lain.
“Ini ibaratnya PKB digembok dari dalam, semua kader senior enggak masuk, semua. Tokoh-tokoh semua, Pak Mahfud Md, Pak Ali Masykur (Musa), itu banyak sekali tokoh-tokoh yang bahkan sebagian hijrah ke partai lain, tapi hatinya tetap di PKB, cuma ya itu, dikunci dari dalam,” ucap Yenny.
Dia menambahkan, situasi di internal PKB sudah tidak sehat saat ini. “Kenyataannya itu, sudah 18 tahun, memimpin partai jadi ya kekuasaannya sangat absolut, jadi ini memang bukan sesuatu yang sehat lagi, tapi sudah tidak sehat,” katanya.
Cak Imin sendiri enggan menanggapi pertanyaan Yenny soal perebutan PKB. Cak Imin menyatakan, hal itu sebuah masa lalu yang tidak perlu dibahas lagi saat ini. “Itu masa lalulah, enggak perlu dibahas,” kata Cak Imin.
Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR RI itu menuturkan, hal terpenting bagi PKB sekarang ialah mendekati rakyat dan merebut suara sebanyak-banyaknya. Apalagi, menurutnya, Pemilu 2024 tinggal sebentar lagi. “Yang penting, mendekati suara rakyat, rebut suara sebanyak-banyaknya, menangkan pemilu,” tandas Cak Imin.


























