Sleman, Yogyakarta-Fusilatnews — Pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman, yang lebih dikenal sebagai Gus Miftah, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Keputusan tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/12) siang.
“Hari ini dengan segala kerendahan hati dan ketulusan serta dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam… Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan,” ujar Gus Miftah di hadapan sejumlah awak media dan tamu yang hadir.
Alasan Pengunduran Diri
Dalam pernyataannya, Gus Miftah mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses perenungan panjang. “Keputusan ini tidak saya ambil dengan mudah. Saya merasa perlu memberikan ruang bagi seseorang yang mungkin lebih relevan untuk menjalankan tugas-tugas ini di masa mendatang,” tuturnya.
Namun, Gus Miftah juga menegaskan bahwa dirinya akan terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui jalur independen sebagai tokoh agama dan pendakwah.
Dukungan dan Respon Publik
Berita pengunduran diri Gus Miftah langsung menarik perhatian publik dan mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Beberapa tokoh agama dan politisi mengapresiasi kontribusi Gus Miftah selama menjabat.
“Beliau telah menjalankan tugas dengan baik dan menjadi jembatan yang luar biasa dalam menguatkan toleransi beragama,” ujar salah satu tokoh lintas agama yang hadir dalam konferensi pers.
Catatan Karir
Gus Miftah diangkat sebagai Utusan Khusus Presiden pada awal tahun 2023. Selama menjabat, ia dikenal aktif menginisiasi berbagai dialog lintas agama dan mendorong perbaikan sarana keagamaan di berbagai wilayah.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pengunduran diri ini. Presiden Joko Widodo diperkirakan akan menunjuk pengganti dalam waktu dekat.
Pembaruan akan menyusul.
























