• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bukan Kartini, Tapi Rahmah El Yunusiyyah: Pelopor Kebangkitan Perempuan

Mengoreksi Narasi Tunggal Kebangkitan Perempuan Indonesia yang Terlalu Lama Dimonopoli oleh Kartini

fusilat by fusilat
November 10, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bukan Kartini, Tapi Rahmah El Yunusiyyah: Pelopor Kebangkitan Perempuan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Setiap kali tanggal 21 April tiba, bangsa ini kembali mengulang ritual yang sama — kebaya, bunga, dan potongan surat Kartini kepada sahabat Belandanya. Sebuah perayaan yang telah menjadi tradisi, tapi juga cermin dari narasi tunggal tentang kebangkitan perempuan Indonesia. Barangkali kini saatnya kita bertanya ulang: benarkah hanya Kartini yang pantas disebut pelopor kebangkitan perempuan Indonesia?

Di balik sorot lampu sejarah yang terlalu terang untuk Kartini, berdiri sosok lain yang bekerja dalam diam, membangun peradaban lewat pendidikan dan pengorbanan. Namanya: Rahmah El Yunusiyyah.
Ketika Kartini menulis tentang penderitaan perempuan Jawa dalam surat-suratnya kepada sahabat Eropa, Rahmah mendirikan sekolah untuk membebaskan perempuan dari kebodohan.

Pada 1 November 1923, perempuan asal Padang Panjang, Sumatera Barat ini mendirikan Diniyyah Putri School — lembaga pendidikan perempuan pertama di Indonesia yang memadukan ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan hidup. Di masa ketika banyak perempuan bahkan tak diizinkan bersekolah, Rahmah membuktikan bahwa perubahan sejati tidak lahir dari wacana, melainkan dari tindakan nyata.

Perbedaan Rahmah dan Kartini bukan sekadar soal zaman, tetapi soal paradigma.
Kartini berbicara tentang emansipasi dengan inspirasi dari Eropa, sementara Rahmah berpijak pada ajaran Islam yang sejak awal telah memuliakan perempuan. Ia menolak konsep kesetaraan yang meniru Barat, karena bagi Rahmah, perempuan tidak perlu meniru laki-laki untuk menjadi mulia — cukup kembali pada fitrahnya sebagai pendidik bangsa.
“Kalau saya tidak mulai sekarang, kaum saya akan tetap terbelakang,” ujarnya suatu kali. Dan ia benar-benar memulai — dengan seluruh tenaga, keyakinan, dan cinta yang ia miliki untuk bangsanya.

Dari sekolah yang ia bangun di lereng Gunung Marapi itu, lahir ribuan perempuan terdidik — para ibu bangsa yang menyebarkan cahaya pengetahuan ke seluruh penjuru negeri.
Bahkan Universitas Al-Azhar Kairo, lembaga Islam tertua dan termasyhur di dunia, terinspirasi langsung oleh model pendidikan Rahmah. Setelah Rektor Syaikh Abdurrahman Taj berkunjung ke Diniyyah Putri pada 1955, dua tahun kemudian Al-Azhar membuka fakultas perempuan (kulliyyât al-banât) dengan meniru sistem yang dibangun Rahmah.
Kartini mungkin menginspirasi Belanda, tetapi Rahmah menginspirasi dunia Islam.

Namun perjuangan Rahmah tidak berhenti di ruang kelas.
Ketika Jepang menjajah Indonesia, ia memimpin Anggota Daerah Ibu (ADI) untuk menentang pengerahan perempuan sebagai jugun ianfu. Tekanan kelompoknya berhasil membuat pemerintah Jepang menutup rumah-rumah prostitusi militer.
Setelah perang usai, Rahmah ikut mempelopori pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan menyerahkan harta pribadinya untuk perjuangan bangsa. Karena keberanian dan pengorbanannya, para pejuang muda menjulukinya “Bundo Kanduang Pejuang.”

Sayangnya, sejarah lebih sering memuliakan perempuan yang menulis kepada penjajah, ketimbang perempuan yang bekerja untuk bangsanya sendiri.
Kartini diabadikan dalam buku pelajaran, nama jalan, dan monumen; sementara Rahmah terlupakan di ruang-ruang kelas yang ia bangun dengan keringat, darah, dan air mata.
Padahal, jika kebangkitan perempuan diukur dari kerja nyata, bukan dari surat dan simbol, maka Rahmah El Yunusiyyah jauh lebih layak disebut sebagai pelopor sejati kebangkitan perempuan Indonesia.

Kini — meski terlambat — setelah Rahmah El Yunusiyyah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, bangsa ini seolah menebus kelalaiannya sendiri.
Bahwa kebangkitan perempuan Indonesia tidak lahir dari pena yang menulis kepada penjajah, melainkan dari tangan yang mendidik anak bangsa.
Bukan Kartini yang menulis dari Jepara, tetapi Rahmah El Yunusiyyah dari Padang Panjang yang menghidupkan makna sejati kemerdekaan perempuan — perempuan yang berilmu, beriman, dan berdaya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penetapan Pahlawan Nasional Soeharto Perberat Beban Politik Prabowo

Next Post

Marsinah dan Soeharto: Ketika Sejarah Ditempeli Plakat Ironi

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Marsinah dan Soeharto: Ketika Sejarah Ditempeli Plakat Ironi

Marsinah dan Soeharto: Ketika Sejarah Ditempeli Plakat Ironi

Antara Pahlawan dan Bajingan: Dikotomi yang Membuat Indonesia Tak Pernah Dewasa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...