• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Buku Putih Prabowo

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2025
in Feature, Pojok KSP, Sejarah
0
Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – History is written by the victors (sejarah ditulis oleh pemenang).

Ungkapan tersebut seolah menjadi mantra sakti bahkan ayat suci bagi Fadli Zon yang memberikan legitimasi bagi Menteri Kebudayaan itu untuk menulis sejarah nasional Indonesia sesuai selera dan interpretasinya. His Story, not History.

Ya, dari ungkapan yang menggambarkan bahwa sejarah sering kali ditulis dan diinterpretasikan oleh pihak yang memenangkan pertarungan politik, atau yang menguasai kekuatan politik dan sosial, Fadli Zon mencoba mencari pembenaran. Ia memegang tafsir tunggal atas buku sejarah yang sedang disusun oleh kementeriannya.

Dengan kata lain, narasi sejarah yang ditulis kementerian Fadli Zon selaku pemenang atau penguasa tidak sepenuhnya mencerminkan peristiwa sebenarnya, melainkan berdasarkan sudut pandang atau interpretasi atau tafsir dan kepentingan dari pihak yang sedang berkuasa.

Padahal, sejarah adalah potret dari peristiwa. Sejarah bukan tafsir dari peristiwa.

Diketahui, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka memenangkan pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dengan mengalahkan dua pasangan calon presiden-wakil presiden lainnya, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Fadli Zon yang merupakan orang kepercayaan Prabowo kemudian diangkat menjadi Menteri Kebudayaan dalam Kabinet Merah Putih.

Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra kemudian ingin menciptakan sejarah baru dengan menulis ulang buku sejarah nasional yang merupakan koreksi atas dua buku sejarah nasional yang ditulis sebelumnya.

Diketahui, pemerintah Indonesia telah menerbitkan dua buku “babon” (induk) semacam itu. Pertama, “Buku Sejarah Nasional Indonesia”, terdiri dari enam jilid, terbit tahun 1975.

Kedua, buku “Indonesia dalam Arus Sejarah (IDAS)”, yang terdiri dari sembilan jilid dengan 4.500 halaman, terbit tahun 2010.

Dalam buku baru yang sedang digarap oleh 113 sejarawan di bawah komando Susanto Zuhdi dari Universitas Indonesia (UI) ini, disebut-sebut hanya ada dua dari 17 pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang diakui Komnas HAM yang akan ditulis dalam buku tersebut.

Beberapa peristiwa penting seperti Tragedi 1965 hingga penculikan aktivis pro-demokrasi di akhir era Orde Baru disebut tidak masuk dalam “outline” buku yang akan menjadi “babon” sejarah nasional Indonesia itu.

Buku yang sedang ditulis Kementerian Kebudayaan ini akan terbit pada 17 Agustus 2025 sebagai kado ulang tahun ke-80 Kemerdekaan RI.

Fadli Zon mengklaim, buku tersebut akan menjadi buku sejarah resmi Indonesia yang menjadi acuan buku sejarah lainnya dan akan diajarkan di sekolah-sekolah.

Jika benar nanti tidak ada kisah penculikan aktivis pro-demokrasi 1997-1998, maka buku yang sedang disusun itu akan menjadi semacam buku putih bagi Prabowo Subianto. Mengapa?

Sebab, Prabowo diduga terlibat dalam kasus penculikan puluhan aktivis pro-demokrasi tersebut. Dengan buku induk sejarah nasional yang tidak memuat kisah penculikan tersebut, maka Prabowo patut diduga hendak mencuci atau memutihkan “dosa-dosa”-nya.

Buku putih adalah laporan resmi yang dibuat oleh pemerintah atau organisasi lain untuk menjelaskan kebijakan, masalah, atau keputusan. Biasanya, buku putih berisi informasi mendalam dan analisis tentang topik tertentu, serta menyajikan posisi dan sudut pandang penulis.

Buku putih dapat digunakan untuk menjelaskan masalah tertentu. Buku putih dapat digunakan untuk memberikan penilaian atau analisis tentang suatu situasi tertentu.

Pelanggaran HAM Berat

Dikutip dari situs Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), ada 17 kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia yang terjadi dalam kurun waktu 1965 hingga 2014.

Joko Widodo saat menjabat Presiden RI telah mengakui adanya 12 dari 17 peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia, setelah menerima laporan dari Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia (PPHAM) awal tahun 2024.

Ke-12 peristiwa pelanggaran HAM berat tersebut adalah Tragedi 1965-1966; Penembakan Misterius 1982-1985; Kasus Talangsari 1989;
Kasus Rumah Geudong 1989-1998; Kasus Penghilangan Paksa 1997-1998; Kerusuhan Mei 1998; Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II 1998-1999; Pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi 1998; Simpang KKA 1999; Wasior 2001; Wamena 2003; dan Jambu Keupok 2003.

Terkait kasus Penghilangan Paksa 1997-1998, dikutip dari sebuah sumber, sebanyak 34 dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkap rentetan laporan pada masa prareformasi. Salah satunya, Prabowo Subianto disebut memerintahkan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis pro-demokrasi pada 1998. Saat itu Prabowo menjabat Komandan Jenderal Kopassus.

Sampai hari ini tercatat ada 13 aktivis pro-demokrasi tahun 1997-1998 yang masih dinyatakan hilang atau belum kembali. Salah satunya penyair Widji Thukul asal Solo, Jawa Tengah.

Adapun penculikan tersebut diduga dilakukan oleh tim khusus bernama Tim Mawar yang dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono.

Tim Mawar merupakan tim kecil dari Kopassus Grup IV TNI Angkatan Darat (AD). Saat kasus dugaan penculikan terjadi, sekali lagi Prabowo Subianto menjabat Danjen Kopassus.

Terkait peristiwa itu, Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ABRI memutuskan memberhentikan Prabowo dari dinas kemiliteran karena terbukti terlibat dalam penculikan dan penghilangan orang secara paksa terhadap sejumlah aktivis pro-demokrasi 1997-1998.

Pada 23 Mei 1998, atau dua hari setelah menggantikan Soeharto, Presiden BJ Habibie mencopot Prabowo dari jabatannya sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), kemudian menantu Soeharto itu diangkat menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), nama TNI saat itu.

Prabowo sendiri saat debat capres 2024 mengakui dirinya mengejar-ngejar puluhan aktivis pro-demokrasi seperti Budiman Sudjatmiko. Ironisnya, dalam Pilpres 2024, Budiman justru mendukung Prabowo.

Wiranto, yang saat menjabat Panglima ABRI menjatuhkan sanksi bagi Prabowo, juga mendukung mantan suami dari Titiek Soeharto itu di Pilpres 2024. Begitu pun Agum Gumelar yang saat itu menjabat Ketua DKP ABRI.

Menjelang Jokowi lengser, wong Solo itu memberikan anugerah pangkat jenderal bintang empat kepada Prabowo yang saat itu menjabat Menteri Pertahanan. Prabowo yang sudah diberhentikan dari dinas militer pun akhirnya seperti mumi yang hidup kembali. Kesalahan-kesalahan Prabowo semasa dinas di militer pun terhapus sudah. Ia kini menjadi jenderal kehormatan meski sudah purnawirawan.

Nanti, dengan terbitnya buku induk sejarah nasional Indonesia yang baru, yang sedang ditulis Kementerian Kebudayaan, “dosa-dosa” Prabowo di masa lalu pun akan terhapuskan. Ia menjadi bersih dan suci kembali. Tanpa noda. Tanpa “dosa”.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Kata Bung Hatta Pemimpin Pendusta

Next Post

Haji Furoda Itu Penipuan Akal Sehat

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Turunnya Biaya Haji yang Sesungguhnya Naik: Akibat Ketamakan Spiritual

Haji Furoda Itu Penipuan Akal Sehat

Sejarah Melempar Jumrah Saat Haji dan Umroh

Hajj Furoda Is a Fraud Against Common Sense

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...