• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bung Karno Dan Pak Harto Dijatuhkan Oleh Gerakan Rakyat – Cermin Untuk Jokowi

Refleksi Sejarah dan Harapan Baru: Mengapa Gerakan Rakyat Harus Meneruskan Perjuang

Ali Syarief by Ali Syarief
August 28, 2024
in Feature, Politik
0
Bung Karno Dan Pak Harto Dijatuhkan Oleh Gerakan Rakyat – Cermin Untuk Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sejarah Indonesia, peran gerakan rakyat dan mahasiswa dalam menjaga dan membangun demokrasi tidak dapat dipandang sebelah mata. Perjuangan mereka telah menumbangkan dua presiden, Bung Karno dan Pak Harto, yang dianggap gagal memenuhi aspirasi rakyat. Keduanya dipaksa mundur dari jabatannya oleh kekuatan rakyat yang tak lagi bisa dibendung. Di sisi lain, Gus Dur, presiden ketiga, yang dianggap terlalu progresif dalam pandangan politik saat itu, ditumbangkan oleh para politisi di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ketiga peristiwa ini adalah pelajaran penting bagi kita tentang kekuatan rakyat dan politik.

Bung Karno dan Gerakan Mahasiswa 1966

Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia, adalah tokoh karismatik yang membawa Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Namun, setelah beberapa dekade kepemimpinannya, pemerintahan Bung Karno mulai dianggap otoriter dan gagal menangani masalah ekonomi serta kestabilan politik. Pada tahun 1965-1966, krisis politik memuncak dengan terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang memicu ketegangan luar biasa.

Mahasiswa dan elemen masyarakat mulai turun ke jalan, menuntut perubahan dan mengakhiri rezim Bung Karno yang mereka anggap sudah terlalu lama berkuasa dan terlalu banyak melakukan kesalahan. Gerakan mahasiswa yang dikenal dengan nama “Tritura” (Tiga Tuntutan Rakyat) menghendaki pembubaran PKI, perombakan kabinet Dwikora, dan penurunan harga-harga yang melambung tinggi. Di bawah tekanan besar ini, Bung Karno akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto pada tahun 1966.

Soeharto dan Reformasi 1998

Soeharto, yang kemudian menjadi presiden kedua, memimpin Indonesia selama 32 tahun dengan kekuatan otoriter melalui Orde Baru. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengalami pembangunan ekonomi yang pesat, tetapi juga disertai dengan korupsi, kolusi, nepotisme, dan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas.

Pada akhir dekade 1990-an, krisis moneter melanda Asia, dan Indonesia tidak luput dari dampaknya. Inflasi melambung tinggi, pengangguran meningkat, dan kemiskinan merajalela. Ketidakpuasan rakyat memuncak, dan pada tahun 1998, gerakan mahasiswa kembali menjadi ujung tombak perjuangan. Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia turun ke jalan menuntut reformasi total. Gerakan ini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para cendekiawan, buruh, dan petani. Pada akhirnya, di bawah tekanan yang luar biasa ini, Soeharto dipaksa mengundurkan diri pada Mei 1998, membuka jalan bagi era reformasi.

Gus Dur dan Kejatuhan oleh Politisi

Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, menjadi presiden ketiga Indonesia di era reformasi. Kepemimpinannya yang pluralis dan pro-kebebasan membuatnya banyak dikagumi. Namun, gaya kepemimpinannya yang dianggap kontroversial dan tidak konvensional menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan elite politik. Gus Dur berani melakukan berbagai terobosan, seperti mencabut larangan organisasi Tionghoa dan merangkul berbagai kelompok minoritas.

Namun, terobosan-terobosan ini dianggap berbahaya oleh beberapa kelompok politisi yang lebih mengutamakan stabilitas kekuasaan mereka sendiri. Dalam situasi politik yang semakin tegang, MPR akhirnya mengadakan Sidang Istimewa pada tahun 2001 yang memutuskan untuk melengserkan Gus Dur dari kursi kepresidenan. Tidak seperti Bung Karno dan Soeharto yang ditumbangkan oleh gerakan rakyat, Gus Dur harus menghadapi intrik politik di tingkat elit, yang akhirnya menjatuhkannya.

 Jokowi dan Tanggung Jawab Rakyat

Kini, kita berada di era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Ketika pertama kali terpilih, Jokowi diharapkan membawa perubahan signifikan dengan latar belakangnya sebagai “wong cilik” yang diharapkan memahami aspirasi rakyat. Namun, setelah dua periode menjabat, banyak kritik yang dilontarkan terhadap pemerintahannya. Kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat, semakin meluasnya praktik oligarki, pengabaian terhadap hak asasi manusia, dan berbagai kebohongan yang disebarkan untuk melanggengkan kekuasaan, telah menodai kepemimpinannya.

Dalam kondisi ini, rakyat Indonesia harus kembali mengingat sejarah. Bung Karno dan Soeharto jatuh karena gerakan rakyat yang solid dan terorganisir. Gus Dur jatuh oleh politisi, yang mengingatkan kita bahwa perubahan juga bisa datang dari kekuatan rakyat yang bersatu melawan elite yang lalim.

Gerakan rakyat adalah elemen penting dalam demokrasi yang sehat. Rakyat memiliki kekuatan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Jika pemimpin gagal menjalankan amanah dengan jujur dan adil, rakyat harus bersatu untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka. Jokowi, yang kini sudah terjebak dalam berbagai kesalahan dan dusta, hanya bisa dilengserkan melalui gerakan rakyat yang kuat dan berkelanjutan. Sejarah telah menunjukkan bahwa kekuatan rakyat dapat menumbangkan rezim yang otoriter dan tidak berpihak kepada rakyat.

Sebagai generasi penerus, kita harus belajar dari sejarah dan memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi negara demokratis yang berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan segelintir orang. Gerakan rakyat harus kembali bangkit untuk mengoreksi arah bangsa ini, demi masa depan yang lebih baik dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ahmad Riza Patria Mundur dari Pilwalkot Tangsel, PKS Alihkan Dukungan

Next Post

Ketua PDIP: Pertemuan dengan Anies Hanya Tukar Pikiran, Tidak Ada Niat Mengusung di Pilgub Jakarta

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Next Post

Ketua PDIP: Pertemuan dengan Anies Hanya Tukar Pikiran, Tidak Ada Niat Mengusung di Pilgub Jakarta

Pemerintah Akan Jual BBM dengan Harga Khusus untuk Ojol

Pemerintah Akan Jual BBM dengan Harga Khusus untuk Ojol

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist