Dalam OTT tersebut ,disamping menangkap Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK juga menangkap sejumlah orang lainnya, kemarin. Total ada 15 orang yang diamankan dalam operasi senyap ini, termasuk pejabat Pemprov Maluku Utara lainnya dan pihak swasta.
Jakarta – Fusilatnews – Buntut ditanngkapnya Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang terkena OTT KPK di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto Jakarta.Senin (18/12) sore hari Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dan membawa tiga pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) ke Jakarta melalui Bandara Sultan Baabullah Ternate, Selasa (19/12) sekitar pukul 07.15 WIT menggunakan Garuda Indonesia GA 649.
Tiga pejabat eselon II itu kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Malut itu, yakni Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Malut, Imran Yakub, Kadis PUPR Daud Ismail dan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Ridwan Arsan dan seorang staf di Dinas PUPR.
Pada hari Senin (18/12) tim KPK menyegel sejumlah Kantor lingkup Pemprov Malut, di antaranya ruangan kepala kerja Gubernur Malut, ruangan kerja kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan ruangan kerja Bendahara di Kantor PUPR, dan ruangan kerja Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Malut yang berada di Kota Sofifi.
Selanjutnya pada Senin petang tim KPK mendatangi dan menggeledah sejumlah ruangan di Kediaman Dinas Gubernur Malut, di Kelurahan Takoma, Kota Ternate. Dari informasi yang diterima, Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba yang akan mengakhiri jabatannya pada 31 Desember 2023
Dalam OTT tersebut ,disamping menangkap Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK juga menangkap sejumlah orang lainnya, kemarin. Total ada 15 orang yang diamankan dalam operasi senyap ini, termasuk pejabat Pemprov Maluku Utara lainnya dan pihak swasta.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Selasa (19/12), mengatakan, ada 15 orang yang ditangkap, baik di Jakarta Selatan maupun di Kota Ternate, di antaranya benar Gubernur Maluku Utara dan beberapa pejabat lainnya serta pihak swasta. Menurut dia, para pihak tersebut masih berstatus terperiksa dan sedang menjalani pemeriksaan di Kantor KPK.
“Masih dilakukan permintaan keterangan terhadap para pihak yang ditangkap. Selengkapnya akan kami sampaikan setelah memastikan seluruh proses kegiatan selesai,” ujar Ali


























