Prabowo – Gibran jika terpilih bertekad akan tetap melanjutkan program ini karena telah sesuai dengan regulasi yang ada. “Jadi kami tetap jalan dengan apa yang sudah menjadi karena itu sudah menjadi bagian lampiran dalam Peraturan Presiden (Nomor) 109 tahun 2020 tentang percepatan proyek strategis nasional,” kata Fahri
Jakarta – Fusilatnews – Wakil Komandan Tim Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fahri Bachmid dengan tegas menolak tudingan cawapres nomor urut 3, Mahfud Md Dalam acara bedah visi misi di Universitas Ahmad Dahlan, Padang. Disiarkan secara daring di youTube UNAND Official pada Senin, (18/12) yang menilai proyek food estate yang digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Menhan Prabowo gagal total.
Dalam acara dalam acara diskusi dan debat tim calon presiden dan wakil presiden 2024 di STH Indonesia Jentera, Jakarta Selatan pada Senin, (18/12 ) Fahri Bachmid menanggapi pernyataan Mahfud MD hanyalah hipotesis atau kajian akademik saja.
“Jadi pernyataan dari Prof Mahfud kemudian dari beberapa kalangan berkaitan dengan food estate itu gagal adalah hipotesis. Pernyataan yang sebenarnya cuma hanya di kajian-kajian akademik,” ujar Fahri
Fahri menegaskan, anggapan program food estate gagal hanya teoriselanjutnya mengklaim, secara praktis program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Secara fungsional secara praktis tentunya itu sesuatu yang sangat bermanfaat karena itu sudah melalui tahapan pengujian dan tentunya studi komparatif ya studi banding yang sangat-sangat masuk akal, sangat-sangat betul-betul cukup realistis untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Sedangkan komentar negatif soal program food estate adalah hal biasa. Prabowo-Gibran berjanji akan melanjutkan program food estate jika menang Pilpres 2023.
“Memang kami berkomitmen untuk menuntaskan persoalan itu. Jadi, kalaupun ada cibiran atau ada pendapat yang berbeda, secara akademik ya mungkin kami anggap itu sesuatu yang biasa saja,” katanya.
Prabowo – Gibran jika terpilih bertekad akan tetap melanjutkan program ini karena telah sesuai dengan regulasi yang ada. “Jadi kami tetap jalan dengan apa yang sudah menjadi karena itu sudah menjadi bagian lampiran dalam Peraturan Presiden (Nomor) 109 tahun 2020 tentang percepatan proyek strategis nasional,” kata Fahri
Sebelumnya, calon wakil presiden atau Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD menanggapi proyek food estate yang digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Menurut Mahfud, program itu gagal. Hal itu disampaikan dalam acara bedah visi misi di Universitas Ahmad Dahlan, Padang, pada Senin, 18 Desember 2023.
“Food Estate yang sekarang banyak digembar-gemborkan, saya kira semua orang punya pesan itu gagal. Dan saya kira iya (gagal), ” kata Mahfud dalam dalam acara bedah visi misi di Universitas Ahmad Dahlan, Padang yang disiarkan secara daring di youtube UNAND Official pada Senin, 18 Desember 2023.
Mahfud menyebut, program food estate layak disebut gagal karena tidak ada petani yang menggarap lahan tersebut. “Kenapa? karena kita menyediakan lahan yang besar, tidak dipikirkan bahwa lahan yang besar dengan modal yang besar itu harus ada petani. Sementara, lahan yang disediakan itu tidak ada orangnya, siapa yang mau bertani di situ?” ujar Mahfud.
Program food estate atau yang dikenal lumbung pangan merupakan kebijakan pemerintah yang memiliki konsep pengembangan pangan secara terintegrasi.
Menhan Prabowo ditunjuk karena sektor pertahanan tak serta-merta hanya mengurus perihal alat utama sistem persenjataan (alutsista) saja.
“Namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu,” ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Senin (13/7/),.
Saat gagasan lumbung pangan mulai dikampanyekan, Jokowi langsung menunjuk Menteri Pertahanan sebagai pimpinan proyek lumbung pangan untuk kawasan di Kalimantan Tengah.
Kebijakan yang digagas Jokowi ini bahkan menjadi salah satu kebijakan yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.
Dikutip dari laman setkab.go.id, program lumbung pangan berintikan pada sektor pertanian, perkebunan, termasuk peternakan di suatu kawasan.
Terdapat sejumlah komoditas yang dikembangkan dari kebijakan ini mencakup, komoditas cabai, padi, singkong, jagung, kacang tanah, hingga kentang.
Pelaksanaan proyek lumbung pangan sendiri tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Papua.
Sedangkan penggarap proyek dilakukan oleh lintas kementerian yang meliputi, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian PUPR.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing wilayah lumbung pangan mengembangkan komoditas yang berbeda-beda. Lumbung pangan di kawasan Sumba Tengah, NTT misalnya. Dikutip dari laman pertanian.go.id, lumbung pangan di Sumba Tengah difokuskan pada pengembangan komoditas padi dan jagung.
Sedangkan lumbung pangan di Gresik, Jawa Timur, difokuskan pada pengembangan komoditas mangga yang dikombinasikan dengan intercropping jagung, kacang tanah, kacang hijau dan jeruk nipis, serta integrated farming jagung dengan sapi dan domba.
























