• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Cadangan Beras 4 Juta Ton: Prestasi atau Ilusi?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 2, 2025
in Economy, Feature
0
Bulog Ke Depan : MEWUJUDKAN INTEGRASI KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastroatmadja-Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) merupakan stok strategis yang disimpan untuk keperluan darurat, seperti bencana alam, gejolak harga, hingga krisis pangan. CBP menjadi alat penting untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Pengelolaannya dipercayakan kepada Perum Bulog.

Belakangan, perbincangan soal cadangan beras kembali menghangat. Pemerintah mengumumkan keberhasilan menembus angka 4 juta ton—tepatnya 4.001.059 ton—sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pencapaian ini sontak dipuji sebagai simbol kolaborasi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

Namun, di balik tepuk tangan dan euforia, muncul pertanyaan mendasar: apakah ini sekadar soal kuantitas, atau benar-benar mencerminkan kualitas?

Kuantitas: Cerita Sukses yang Menggiurkan

Secara kuantitatif, pencapaian ini memang luar biasa. Setidaknya ada tiga faktor kunci yang menopang capaian tersebut:

  1. Produksi Nasional yang Meningkat
    Produksi beras nasional periode Januari–Mei 2025 mencapai 16,55 juta ton, meningkat signifikan 11,95% dibandingkan tahun sebelumnya.
  2. Penyerapan Bulog yang Masif
    Bulog menyerap lebih dari 2,4 juta ton beras lokal—lonjakan lebih dari 400% dibandingkan rata-rata serapan lima tahun terakhir.
  3. Kebijakan Pemerintah yang Pro-Petani
    Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500/kg dan menghapus sistem rafaksi, memberikan insentif besar kepada petani.

Namun, keberhasilan dalam kuantitas menyisakan pekerjaan rumah besar: bagaimana dengan kualitasnya?

Kualitas: Bom Waktu di Lumbung Padi

Menurut laporan, Bulog menyerap gabah dari petani dengan sistem “any quality”—tanpa syarat kadar air atau kadar hampa. Ini berarti beras yang dihasilkan sangat mungkin memiliki kualitas yang tidak seragam.

Ada dua dampak utama dari sistem penyerapan ini:

  1. Kualitas Beras Tidak Seragam
    Gabah kualitas rendah akan menghasilkan beras yang beragam mutunya. Hal ini bisa mempersulit distribusi, terutama saat digunakan untuk bantuan pangan yang memerlukan standar kualitas minimal.
  2. Pengolahan Jadi Lebih Kompleks dan Mahal
    Gabah berkualitas rendah memerlukan pengolahan lanjutan yang lebih rumit—pengeringan, penyortiran, bahkan pencampuran. Ini menambah biaya dan waktu penyimpanan.

Dengan demikian, meski kuantitasnya tinggi, cadangan beras ini sesungguhnya bagaikan bom waktu jika kualitas tidak segera dikelola dengan cermat.

Solusi: Dari Pemilahan Hingga Teknologi

Untuk mengelola stok any quality, beberapa pendekatan dapat diterapkan:

  • Pemilahan Berdasarkan Mutu: Berdasarkan ukuran, warna, dan kadar air.
  • Pengolahan Lanjutan: Pengeringan dan penyortiran untuk meningkatkan mutu.
  • Pencampuran: Menggabungkan beras dari berbagai kualitas agar hasil akhir lebih baik.
  • Pemanfaatan Teknologi: Mesin pengering, penyortir otomatis, hingga sistem pemantauan kualitas berbasis digital.
  • Pengawasan Ketat: Standar mutu harus dijaga sejak proses penyerapan hingga distribusi.

Tanpa kombinasi pendekatan di atas, tumpukan beras 4 juta ton bisa menjadi beban alih-alih cadangan strategis.

Penutup: Antara Simbol dan Substansi

Cadangan beras 4 juta ton adalah prestasi yang layak diapresiasi, namun jangan sampai hanya menjadi simbol statistik tanpa substansi. Dalam dunia pangan, mutu jauh lebih penting ketimbang sekadar jumlah. Kita tidak bisa mengukur keberhasilan ketahanan pangan hanya dengan angka tonase.

Mari kita dorong Bulog dan pemerintah untuk menjaga amanah ini dengan standar pengelolaan yang tidak hanya kuantitatif, tetapi juga kualitatif—agar cadangan ini benar-benar menjadi benteng bagi rakyat, bukan sekadar tumpukan yang menunggu rusak.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iran Peringatkan Pembalasan Setimpal Jika Kesabarannya Disalahgunakan Negara Tertentu

Next Post

Apa Kata Bung Hatta Pemimpin Pendusta

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
Apa Kata Bung Hatta Pemimpin Pendusta

Apa Kata Bung Hatta Pemimpin Pendusta

Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025

Buku Putih Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...