• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Cadangan Pangan Kita Hanya Bertahan 21 Hari: Alarm Bahaya Ketahanan Nasional

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 7, 2025
in Economy, Feature
0
Perekonomian Semakin Memburuk ,  Gula Mendekati Rp 20.000 Harga Sembako Lainnya Ikutan Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Andai terjadi krisis pangan di suatu negara, indikator utama kemampuan negara tersebut memberi makan rakyatnya ditentukan oleh kekuatan cadangan pangan nasional. Berdasarkan data Infografis IFSR tahun 2020, tercatat bahwa Amerika Serikat merupakan negara dengan kemampuan bertahan paling lama—yakni 1.068 hari. Negeri Paman Sam yang berpenduduk sekitar 331 juta jiwa ini memiliki cadangan pangan sebesar 107,8 juta ton.

Disusul oleh China, dengan populasi 1,44 miliar jiwa dan cadangan pangan mencapai 294 juta ton, yang mampu menopang ketahanan pangan selama 681 hari. Berikutnya Brasil, dengan 215 juta penduduk dan cadangan pangan 8,6 juta ton, mampu bertahan 152 hari.

India dengan populasi 1,38 miliar jiwa memiliki cadangan 61,5 juta ton—bertahan 151 hari. Thailand (70 juta jiwa) memiliki cadangan 3 juta ton—bertahan 143 hari. Jepang (126 juta jiwa) mampu bertahan 121 hari dengan cadangan 4,6 juta ton. Bahkan Vietnam, dengan 97 juta jiwa dan cadangan hanya 0,7 juta ton, masih bisa bertahan 23 hari.

Dan di bawah semua itu—Indonesia, negeri subur yang disebut gemah ripah loh jinawi, hanya mampu bertahan 21 hari dengan cadangan pangan 1,7 juta ton untuk 271 juta jiwa.

Angka itu sungguh mengerikan dan memalukan. Bagaimana mungkin negara agraris sebesar Indonesia hanya mampu bertahan tiga minggu jika pasokan pangan terganggu? Bandingkan dengan Amerika Serikat—tiga tahun lebih!—atau bahkan Vietnam yang hanya berjarak dua hari lebih baik dari kita.


Cadangan yang Lemah, Regulasi yang Kuat tapi Tak Dijalankan

Sejatinya, Pemerintah sudah menyadari pentingnya masalah ini. Melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (Bapanas), telah diamanatkan bahwa lembaga ini bertanggung jawab atas pengadaan, pengelolaan, dan penyaluran cadangan pangan pemerintah melalui BUMN di bidang pangan.

Peran ini strategis dan krusial—menjadi penentu apakah bangsa ini siap menghadapi krisis atau tidak. Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, bahkan terdapat enam jenis cadangan pangan:

  1. Cadangan Pangan Nasional — untuk konsumsi dan menghadapi keadaan darurat.

  2. Cadangan Pangan Pemerintah — dikelola oleh pemerintah pusat.

  3. Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi.

  4. Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten/Kota.

  5. Cadangan Pangan Pemerintah Desa.

  6. Cadangan Pangan Masyarakat — milik masyarakat, pedagang, komunitas, hingga rumah tangga.

Dari enam kategori itu, jelas bahwa pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan seluruh lapisan—dari provinsi hingga rumah tangga. Namun, dalam praktiknya, koordinasi dan implementasi masih jauh dari ideal.


Antara Bulog dan Beras Impor: Dua Luka Lama yang Tak Kunjung Sembuh

Ada dua masalah utama yang menjadi akar lemahnya cadangan pangan nasional kita.

Pertama, soal pengadaan beras dalam negeri oleh Perum Bulog.
Selama ini, beras yang dibeli Bulog sering kali bukan kualitas terbaik. Banyak yang menyebutnya any quality, dengan kadar air tinggi dan derajat hampa rendah. Akibatnya, beras cepat rusak dan tidak tahan disimpan lama.

Pengalaman buruk pada masa program Raskin masih membekas—beras kualitas rendah dibagikan hanya demi mengejar target. Keluhan masyarakat tentang beras Raskin yang bau, berkutu, dan tak layak konsumsi menjadi bukti bahwa sistem pengadaan kita asal-asalan.

Kedua, soal beras impor.
Baru-baru ini Perum Bulog melaporkan bahwa sekitar 400 ribu ton dari 928 ribu ton stok beras impor di gudang hampir rusak dan memerlukan pengolahan lanjutan. Ini bukan kali pertama terjadi. Setiap tahun, masalah serupa berulang—seolah kita tidak pernah belajar.

Jika beras impor pun gagal disimpan dengan baik, lalu di mana letak profesionalisme pengelolaan pangan nasional kita?


Perlu Strategi Cerdas dan Teknologi Modern

Kondisi ini menuntut langkah cerdas, cepat, dan realistis. Stok yang berpotensi turun mutu harus segera disalurkan, bukan dibiarkan membusuk di gudang. Bisa dijual dengan subsidi harga, disalurkan sebagai bantuan sosial, atau diolah ulang dengan manajemen yang transparan.

Lebih dari itu, kita butuh sistem penyimpanan pangan modern, bukan sekadar gudang beras konvensional. Negara seperti China dan Jepang sudah lama mengembangkan teknologi pengeringan, pengemasan, dan kontrol kelembapan berbasis digital untuk menjaga mutu beras bertahun-tahun.


Menjadikan Pangan Sebagai Prioritas Keamanan Nasional

Pertanyaan paling mendasar: mengapa kita tidak mampu memelihara cadangan pangan secara profesional?
Apakah karena anggaran terbatas, manajemen lemah, atau teknologi yang ketinggalan zaman?

Apapun alasannya, pangan adalah urusan hidup-mati bangsa. Ia bukan sekadar komoditas ekonomi, tapi fondasi kedaulatan dan keamanan nasional. Jika bangsa ini tidak mampu memberi makan rakyatnya sendiri, maka kedaulatan hanya tinggal slogan.

Sudah saatnya Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja lebih serius—membangun sistem cadangan pangan yang modern, transparan, dan tahan krisis. Karena dari padi yang busuk di gudang, kita bisa melihat busuknya sistem ketahanan pangan bangsa ini.


(Penulis: Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sebelum Ijazahnya Terbukti Asli, Jokowi Tak Layak Bertemu Presiden Prabowo

Next Post

Biarkan Penyidik Bermasalah, Polres Depok Kangkangi Perkap Waskat

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Next Post
Biarkan Penyidik Bermasalah, Polres Depok Kangkangi Perkap Waskat

Biarkan Penyidik Bermasalah, Polres Depok Kangkangi Perkap Waskat

Ekonomi 2026: Negara Menuju Krisis Fiskal dan Disintegrasi Daerah

Ekonomi 2026: Negara Menuju Krisis Fiskal dan Disintegrasi Daerah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...