• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ekonomi 2026: Negara Menuju Krisis Fiskal dan Disintegrasi Daerah

Ali Syarief by Ali Syarief
October 7, 2025
in Economy, Feature
0
Ekonomi 2026: Negara Menuju Krisis Fiskal dan Disintegrasi Daerah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Ali Syarief

Pertemuan para gubernur se-Indonesia dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seharusnya menjadi sinyal bahaya nasional. Ketika para kepala daerah berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk “memprotes” dana transfer yang menyusut, itu bukan sekadar persoalan administratif. Itu adalah alarm dini dari krisis fiskal yang mulai menggerogoti fondasi ekonomi Indonesia.


1. TKD Turun, Otonomi Daerah Melemah

Dalam APBN 2026, dana Transfer ke Daerah (TKD) dipangkas tajam: dari Rp 919 triliun (2025) menjadi Rp 650 triliun — pemotongan 29%.
Ini bukan angka kecil. TKD adalah nadi otonomi daerah, sumber utama belanja publik di luar Jawa, dan tulang punggung pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur lokal.

Pemangkasan ini berarti satu hal: pemerintah pusat mulai kehilangan kemampuan fiskal untuk menopang daerah. Ketika uang pusat mengering, daerah pun kelabakan. Maka wajar bila banyak pemerintah daerah kini menaikkan pajak seenaknya — bukan karena rakus, tapi karena putus asa.

Menurut teori fiskal desentralisasi (Oates, 1972), desentralisasi hanya efektif jika daerah punya sumber pendanaan yang stabil dan cukup. Tanpa itu, otonomi hanya menjadi beban, bukan kekuatan.


2. Efek Domino: Pajak Naik, Inflasi Menggila

Krisis fiskal pusat menetes ke bawah dalam bentuk kenaikan pajak daerah yang brutal.
Hotel, restoran, hiburan, kendaraan, hingga retribusi pasar — semuanya dikerek. Tapi di sisi lain, basis ekonominya lemah. UMKM baru bangkit pasca pandemi, sektor manufaktur melambat, dan daya beli rakyat turun akibat harga pangan yang melonjak.

Ini akan menciptakan spiral inflasi daerah: harga naik karena pajak naik, konsumsi turun karena daya beli runtuh, lalu pajak daerah justru makin tidak tercapai. Inilah fiscal death loop yang dijelaskan dalam teori “tax-effort paradox” (Tanzi, 1987) — ketika upaya menaikkan pajak justru menurunkan penerimaan karena ekonomi realnya ambruk.


3. Krisis Fiskal di Tengah Struktur APBN yang Salah Arah

Ironisnya, pengetatan fiskal daerah terjadi justru saat pusat masih berfoya-foya pada anggaran pertahanan dan keamanan.
APBN 2026 masih menempatkan Kemenhan di Rp 185 triliun dan Polri di Rp 145 triliun — sementara dana pembangunan ekonomi di daerah justru dikorbankan.

Secara teori alokasi Musgrave (1959), kebijakan fiskal ideal harus menyeimbangkan tiga fungsi:

  1. Allocation – mendorong produktivitas ekonomi,
  2. Distribution – menjaga keadilan,
  3. Stabilization – memastikan keseimbangan ekonomi makro.

Namun struktur APBN 2026 justru kehilangan keseimbangan ini: fungsi alokasi lumpuh, fungsi distribusi menyusut, dan fungsi stabilisasi hancur karena beban utang dan defisit yang meningkat.


4. Bahaya Disintegrasi Fiskal

Ketika dana pusat menyusut dan pajak daerah melonjak, maka hubungan pusat-daerah menjadi rapuh.
Gubernur datang ke Kemenkeu bukan untuk berkoordinasi, tapi memohon agar roda daerah tidak berhenti berputar. Ini gejala disintegrasi fiskal, kondisi di mana pusat tak lagi mampu menjadi payung ekonomi nasional.

Contohnya pernah terjadi di Argentina dan Brasil pada 1980-an, di mana pemangkasan dana transfer memicu krisis fiskal daerah, disusul kerusuhan sosial dan macetnya proyek publik. Indonesia kini menapaki jalur yang sama — hanya dengan wajah yang lebih “administratif.”


5. Proyeksi 2026: Tahun Gelap bagi Ekonomi Daerah

Jika tren ini dibiarkan, maka ekonomi 2026 akan ditandai oleh lima gejala serius:

  1. Pertumbuhan ekonomi melambat di bawah 4%, karena konsumsi dan investasi daerah jatuh.
  2. Inflasi daerah melonjak di atas rata-rata nasional akibat kenaikan pajak dan harga pangan.
  3. Kemiskinan baru muncul di daerah non-Jawa karena proyek publik berhenti.
  4. Utang daerah meningkat, karena banyak pemda akan meminjam ke perbankan untuk menutup defisit.
  5. Kesenjangan antarwilayah melebar, menciptakan “dua Indonesia”: satu di Jawa yang tetap hidup, satu lagi di luar Jawa yang perlahan sekarat.

6. Kesimpulan: Negara Sedang Mengencangkan Ikat Pinggang di Leher Sendiri

APBN 2026 menunjukkan bahwa pemerintah sedang menambal defisit dengan cara yang paling malas — memotong dana untuk rakyat dan daerah, bukan menata ulang belanja pusat.
Alih-alih melakukan reformasi struktural, negara memilih jalan pintas: menghemat di tempat yang salah dan berbelanja di tempat yang tidak produktif.

Jika arah ini tak diubah, maka 2026 akan menjadi tahun ketika Indonesia tidak lagi bicara tentang pertumbuhan, melainkan tentang bertahan hidup.
Negara ini sedang mengencangkan ikat pinggang — tapi di lehernya sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Biarkan Penyidik Bermasalah, Polres Depok Kangkangi Perkap Waskat

Next Post

Hidupku Dimudahkan Allah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Willy Abdullah Fujiwara: Mencari Jalan Pulang (5 – Habis)

Hidupku Dimudahkan Allah

Robohnya Ponpes Al Khoziny Telan 67 Korban, Rudi S Kamri Desak Usut Pidana

Robohnya Ponpes Al Khoziny Telan 67 Korban, Rudi S Kamri Desak Usut Pidana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...