DR. Syarief Makhya _ FISIP UNILA
Kampanye para calon presiden-calon wakil presiden telah dimulai sejak 28 November 2023. Tiga pasangan capres-cawapres bersaing untuk memengaruhi opini publik guna meraih dukungan dalam satu putaran atau mungkin memperoleh dua putaran.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan waktu sekitar dua bulan bagi para calon untuk berkampanye dengan ketentuan tidak curang, tidak melakukan politik uang, menghindari isu SARA (suku, agama, ras, dan atargolongan), dan menekankan pentingnya suasana yang kondusif untuk menjaga keamanan serta stabilitas politik.
Dalam batasan kampanye yang telah ditetapkan, kampanye yang bersifat edukatif, rasional, bermartabat, dan progresif sangat diutamakan, antara lain dengan menyampaikan visi, misi, serta program-program yang diusung. Para capres-cawapres diharapkan dapat menyampaikan rencana mereka untuk lima tahun ke depan, termasuk bagaimana mereka akan memperbaiki kelemahan dalam pengelolaan negara sebelumnya.
Ide-ide dari para capres-cawapres juga harus disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang memadai untuk membuat pilihan. Visi, misi, dan program-program dari para calon dalam pemilihan presiden (pilpres) menjadi landasan utama untuk melihat perubahan apa yang akan dilakukan dalam lima tahun ke depan.
Dari segi regulasi, visi, misi, dan program-program yang diusung akan menjadi dokumen perencanaan resmi yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) jika salah satu dari calon presiden terpilih menjadi Presiden 2024-2029. Oleh karena itu, Pilpres 2024 akan menentukan arah kebijakan publik untuk lima tahun ke depan.
Inti kampanye pilpres adalah mengajak masyarakat atau pemilih untuk memberikan penilaian yang kritis terhadap rencana kebijakan publik untuk lima tahun ke depan. Rencana kebijakan di sini mengacu kepada program-program dari partai politik serta capres-cawapres. Sebagai contoh, program-program yang termaktub dalam Nawacita adalah program dari PDI-P yang menang Pemilu 2019, dan Joko Widodo yang diusung oleh PDI-P berhasil terpilih sebagai presiden.
Persepsi masyarakat terhadap capres-cawapres masih dominan digambarkan pada performance atau gaya atau karakter kepemimpinan atau penampilan pribadinya.


























