• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Catatan untuk Presiden Prabowo: Jangan Terulang Lagi Menteri Pertahanan Mengurusi Food Estate

Ali Syarief by Ali Syarief
October 23, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Catatan untuk Presiden Prabowo: Jangan Terulang Lagi Menteri Pertahanan Mengurusi Food Estate
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam beberapa tahun terakhir, proyek food estate telah menjadi topik hangat, terutama setelah keterlibatan Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo Subianto dalam pelaksanaannya. Tujuannya memang tampak mulia, yaitu memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menciptakan lahan pertanian skala besar. Namun, proyek ini justru menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kerusakan hutan hingga kegagalan mencapai target produksi pangan yang diharapkan. Ketika Prabowo diperkirakan akan menjadi Presiden, perlu ada catatan serius untuk tidak mengulang kembali kesalahan ini—terutama melibatkan kementerian yang salah untuk menangani urusan pangan.

Keterlibatan yang Keliru: Menteri Pertahanan dan Food Estate

Ketahanan pangan memang memiliki aspek strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional. Namun, ketika Menteri Pertahanan secara langsung terlibat dalam pengelolaan proyek pertanian, pertanyaan pun muncul. Apakah ini langkah yang tepat? Apakah tidak ada kementerian lain yang lebih berkompeten? Keterlibatan Kementerian Pertahanan dalam proyek food estate tampak sebagai langkah yang keluar dari tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) lembaga tersebut. Idealnya, isu pangan berada di bawah kendali Kementerian Pertanian, yang memang memiliki keahlian dalam urusan agraria dan produksi pangan.

Hasilnya, proyek food estate tidak hanya gagal memenuhi target produksi, tetapi juga mengorbankan aspek lingkungan. Di beberapa wilayah seperti Kalimantan Tengah dan Papua, pembukaan lahan untuk food estate telah mengakibatkan kerusakan hutan yang signifikan. Hutan-hutan yang sebelumnya menjadi penyangga ekosistem dan sumber kehidupan bagi masyarakat adat kini hilang, digantikan oleh lahan yang belum tentu produktif.

Hutan Hilang, Proyek Gagal

Salah satu masalah terbesar dari proyek food estate adalah dampak ekologis yang parah. Di Kalimantan Tengah, misalnya, lahan gambut yang dilindungi sebagian besar dibuka untuk proyek ini. Pembukaan lahan gambut tidak hanya merusak ekosistem setempat, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan mempercepat perubahan iklim. Ironisnya, setelah semua kerusakan ini terjadi, tujuan utama proyek—yakni meningkatkan ketahanan pangan—justru gagal tercapai.

Menurut laporan berbagai lembaga lingkungan, lahan-lahan yang dibuka untuk food estate di beberapa daerah belum mampu memberikan hasil yang signifikan. Tantangan teknis, seperti kesesuaian lahan dan kurangnya infrastruktur pertanian yang memadai, membuat proyek ini terhambat. Alih-alih menjadi solusi, food estate justru menjadi beban baru, baik bagi negara maupun masyarakat lokal.

Jeritan Masyarakat Papua

Dampak buruk dari proyek food estate juga terasa di Papua, salah satu daerah yang paling rentan terhadap eksploitasi lahan. Masyarakat Papua, yang memiliki hubungan erat dengan alam dan hutan, kini merasakan dampak langsung dari kebijakan ini. Mereka kehilangan lahan, sumber pangan alami, dan bahkan identitas budaya yang selama ini melekat pada alam. Jeritan keluhan dari masyarakat Papua bukan hanya soal kehilangan hutan, tetapi juga tentang bagaimana proyek ini mengabaikan hak-hak mereka sebagai pemilik lahan dan sumber daya.

Di Papua, food estate seolah menjadi ancaman baru bagi kedaulatan masyarakat adat. Mereka sering kali tidak diajak berbicara dalam proses pengambilan keputusan, dan pembukaan lahan secara besar-besaran merusak ekosistem yang selama ini menopang kehidupan mereka. Pengabaian terhadap hak-hak masyarakat lokal mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap dampak sosial proyek-proyek semacam ini.

Menghindari Pengulangan Kesalahan

Ketika Prabowo Subianto diperkirakan akan mengambil alih kepemimpinan nasional, ada pelajaran penting yang harus diambil dari kegagalan food estate. Salah satunya adalah pentingnya penempatan lembaga yang tepat untuk menangani masalah yang tepat. Kementerian Pertahanan seharusnya tidak lagi terlibat dalam proyek-proyek seperti food estate yang secara alami berada dalam domain Kementerian Pertanian. Pemisahan peran dan tanggung jawab yang jelas akan membantu menciptakan kebijakan yang lebih terfokus dan efektif.

Lebih dari itu, perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan. Hutan dan lahan adat bukan sekadar sumber daya ekonomi, tetapi juga merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat lokal. Tanpa menjaga keseimbangan ekosistem dan menghormati hak-hak masyarakat, proyek sebesar apa pun hanya akan berakhir dengan kegagalan.

Kesimpulan: Membutuhkan Kepemimpinan yang Bijak

Jika Prabowo menjadi Presiden, ia harus memastikan bahwa pelajaran dari proyek food estate tidak dilupakan. Ketahanan pangan memang penting, tetapi cara mencapainya harus mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat adat. Kementerian yang tepat harus diberdayakan untuk menangani isu-isu yang berada dalam lingkup kompetensinya, dan keputusan yang menyangkut masa depan hutan dan masyarakat adat harus melibatkan mereka sebagai pemangku kepentingan utama.

Hutan yang habis dan tujuan proyek yang gagal hanya akan memperburuk keadaan negara. Sebagai pemimpin yang akan memimpin Indonesia ke depan, Prabowo harus lebih bijak dan adil dalam mengambil keputusan, agar kesalahan serupa tidak terulang kembali.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sore Ini Presiden Prabowo Subianto Gelar Sidang Kabinet Paripurna Perdana

Next Post

KPK Ogah Jelaskan Alasan Sprindik Baru Eddy Hiariej “Dugaan Menerima Suap 8M”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
KPK Ogah Jelaskan Alasan Sprindik Baru Eddy Hiariej “Dugaan Menerima Suap 8M”

KPK Ogah Jelaskan Alasan Sprindik Baru Eddy Hiariej "Dugaan Menerima Suap 8M"

Menteri LH Berencana Hentikan Impor Sampah

Menteri LH Berencana Hentikan Impor Sampah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist