• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Cek-Cok Jokowi vs Guntur Romli

Pertarungan Narasi: Guntur Romli vs Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
March 16, 2025
in Feature, Politik
0
Jokowi Alokasikan Dana Cadangan Menghadapi 2023
Share on FacebookShare on Twitter

Fusiltanews – Pertarungan politik di Indonesia kerap diwarnai oleh adu narasi yang tajam dan kontradiksi yang mencolok. Salah satu yang terbaru adalah perdebatan antara Guntur Romli, politikus PDIP, dan Joko Widodo (Jokowi), Presiden ke-7 RI. Dalam wacana yang berkembang, Guntur menyoroti inkonsistensi Jokowi, sementara Jokowi bersikeras bahwa ia tidak memiliki kepentingan politik pasca-kepemimpinannya. Namun, siapa yang lebih kredibel dalam perang narasi ini?

Jokowi: Diam yang Tidak Pernah Benar-Benar Diam

Jokowi menyatakan bahwa dirinya memilih diam meskipun sering difitnah dan dicela. “Saya itu udah diem lho ya. Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam, dimaki-maki saya diam. Saya ngalah terus lho, tapi ada batasnya,” ujarnya saat ditemui di Solo. Namun, Guntur Romli justru menyoroti bahwa klaim ‘diam’ ini bertolak belakang dengan realitas.

“Ngaku diam, tapi tiap hari tiga kali ngomong ke media, udah kayak minum obat. Bagaimana disebut diam?” ujar Guntur. Pernyataan ini menyentil fakta bahwa Jokowi tetap aktif berbicara di hadapan publik dan media, bahkan lebih intens setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Diam yang dimaksud Jokowi tampaknya lebih bersifat retoris ketimbang faktual. Dalam politik, diam bukan sekadar tidak berbicara, tetapi juga tidak melakukan manuver yang menunjukkan ambisi terselubung.

Janji yang Tak Berbanding Lurus dengan Tindakan

Guntur Romli juga menyoroti inkonsistensi pernyataan Jokowi, terutama terkait janjinya untuk kembali menjadi ‘rakyat biasa’ setelah masa jabatannya berakhir. Jokowi pernah mengatakan bahwa ia akan kembali ke Solo dan menjalani kehidupan sebagaimana rakyat pada umumnya. Namun, kenyataannya, ia masih terus berkeliling melakukan ‘blusukan politik’ dan bahkan dikabarkan berupaya membangun partai baru.

Guntur membandingkan perilaku politik Jokowi dengan ‘sein kiri tapi belok kanan’—sebuah metafora yang menggambarkan ketidakkonsistenan antara janji dan realitas. Salah satu contoh paling mencolok adalah perubahan sikap Jokowi terkait pencalonan putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres. Awalnya, Jokowi menyatakan bahwa Gibran tidak akan maju karena masih terlalu muda dan baru dua tahun menjabat sebagai wali kota. Namun, tiba-tiba aturan diubah dan Gibran menjadi kandidat yang didukung oleh kekuatan politik besar. Bagi Guntur, ini adalah bukti bahwa apa yang diucapkan Jokowi tidak bisa dipercaya sepenuhnya.

Utusan yang Misterius: Intrik Politik di Balik Layar

Salah satu isu yang menjadi bahan perdebatan sengit adalah dugaan bahwa Jokowi mengirim utusan ke PDIP untuk mencegah pemecatannya. Guntur menyebut bahwa Jokowi sebenarnya mengupayakan agar dirinya dan keluarganya tetap memiliki tempat dalam partai. Namun, Jokowi menepis tudingan ini dan menantang PDIP untuk menyebutkan secara jelas siapa utusan yang dimaksud.

“Nggak ada (utusan), ya harusnya disebutkan siapa, biar jelas. Siapa? Siapa?” tegas Jokowi. Namun, Guntur meyakini bahwa ada pergerakan politik di balik layar, yang bahkan terkait dengan penahanan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh KPK menjelang kongres partai. Menurutnya, peristiwa ini tidak terlepas dari dinamika politik internal yang berusaha menekan PDIP agar tetap bersikap lunak terhadap Jokowi.

Duel Retorika dan Kenyataan Politik

Perseteruan antara Guntur Romli dan Jokowi bukan sekadar pertarungan verbal, tetapi mencerminkan polarisasi politik yang semakin menguat di Indonesia. Guntur mewakili faksi dalam PDIP yang merasa dikhianati oleh Jokowi, sementara Jokowi sendiri berupaya mempertahankan citra sebagai pemimpin yang tidak terikat kepentingan politik.

Namun, dalam politik, persepsi lebih penting daripada kenyataan. Bagi pendukung Jokowi, ia tetaplah sosok yang berusaha menjaga keseimbangan di tengah gempuran fitnah. Sementara bagi para pengkritiknya, Jokowi hanyalah simbol dari politik yang penuh manipulasi dan janji kosong. Pada akhirnya, sejarah yang akan menentukan apakah Jokowi benar-benar ‘diam’ atau justru sedang memainkan strategi politik jangka panjang yang lebih besar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Satpam Hotel Laporkan Penggeruduk Rapat RUU TNI ke Polisi

Next Post

Beberapa Kejanggalan Pada Rapat Revisi UU TNI di Hotel Mewah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jokowi – The King Can do No Wrong
Feature

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Anom & Ambar
Feature

Anom & Ambar

August 6, 2026
Feature

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI

August 6, 2026
Next Post
Beberapa Kejanggalan Pada Rapat Revisi UU TNI di Hotel Mewah

Beberapa Kejanggalan Pada Rapat Revisi UU TNI di Hotel Mewah

Polantas : Mudik Lebaran Tahun Ini Sebaiknya Menghindari Jalur Puncak 2

Polantas : Mudik Lebaran Tahun Ini Sebaiknya Menghindari Jalur Puncak 2

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jokowi – The King Can do No Wrong

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Perkembangan Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengkhawatirkan, Hendardi Desak Presiden Alihkan Penanganan ke KPK

August 6, 2026
Anom & Ambar

Anom & Ambar

August 6, 2026

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI

August 6, 2026
Tunanetra Tak Lagi Tertinggal di Era Digital, Gammara Inklusi dan Kita-Kita Tonji Luncurkan “Tek Off” untuk Cetak Generasi Mandiri

Tunanetra Tak Lagi Tertinggal di Era Digital, Gammara Inklusi dan Kita-Kita Tonji Luncurkan “Tek Off” untuk Cetak Generasi Mandiri

August 6, 2026

Ingkar Janji, Meluruskan Niat, dan Memperbanyak Istighfar

August 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jokowi – The King Can do No Wrong

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Perkembangan Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengkhawatirkan, Hendardi Desak Presiden Alihkan Penanganan ke KPK

August 6, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist