• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Cetak Sawah Bukan Cetak Pukis: Antara Ambisi dan Realita

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 28, 2025
in Economy, Feature
0
MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Pemerintah berencana menjalankan proyek strategis nasional berupa pencetakan dan optimalisasi 3 juta hektare (Ha) lahan sawah. Langkah ini lahir bukan tanpa sebab. Pertama, terjadi penyusutan lahan pertanian di Indonesia. Kedua, laju pertumbuhan penduduk yang kian meningkat tiap tahun otomatis akan memperbesar kebutuhan pangan nasional.

Namun, seberapa efektif program yang masuk ke dalam Quick Wins Presiden Terpilih Prabowo Subianto ini? Mampukah pencetakan sawah baru benar-benar menggenjot produksi hingga mencapai swasembada pangan? Ataukah ini hanya akan menjadi proyek ambisius yang mengulang kegagalan masa lalu?

Lebih dari sekadar membuka sawah baru, pemerintah mestinya memperketat pengendalian alih fungsi lahan pertanian. Apa gunanya mencetak sawah baru bila yang lama terus menyusut?

Cetak Sawah Bukan Cetak Kue Pukis

Mencetak sawah di tengah ancaman iklim ekstrem bukan pekerjaan gampang. Ia butuh kepakaran, perencanaan, dan eksekusi matang. Sawah bukan kue pukis yang bisa dicetak secepat kilat. Proses pencetakan sawah adalah upaya serius menambah luas baku lahan di wilayah yang sebelumnya belum pernah dikelola dengan sistem persawahan.

Sayangnya, pengalaman membuktikan, banyak program cetak sawah pemerintah justru lebih banyak gagal ketimbang berhasil. Jika pemerintah hendak menggarap 3 juta hektare sawah baru, sudah sepatutnya bercermin pada kegagalan masa lalu agar tidak jatuh ke lubang yang sama.

Belajar dari Keppres 54/1980

Dalam Keputusan Presiden No. 54/1980, terdapat lima pertimbangan pokok terkait kebijakan pencetakan sawah. Poin-poin tersebut masih relevan hingga kini:

  1. Pemenuhan kebutuhan pangan, terutama beras, demi swasembada sekaligus peningkatan pendapatan petani.
  2. Tersedianya lahan yang benar-benar layak dijadikan persawahan.
  3. Pembangunan irigasi yang harus diikuti dengan pencetakan sawah.
  4. Dukungan kebijakan perkreditan demi kelancaran usaha.
  5. Pengadaan lahan harus mengedepankan keadilan dan tidak merugikan pihak manapun.

Kelima pertimbangan ini menegaskan bahwa cetak sawah bukan sekadar proyek, melainkan investasi jangka panjang yang harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Jangan Jadi Sekadar Target Proyek

Seringkali, program besar pemerintah terjebak dalam logika target: berapa hektare yang berhasil dicetak, bukan seberapa berkualitas hasilnya. Pola proyek yang berbatas waktu dan angka pencapaian kerap mengorbankan kualitas.

Karena itu, pencetakan sawah baru lebih tepat digarap dengan pola gerakan, bukan pola proyek. Gerakan menuntut keterlibatan semua pihak—petani, akademisi, swasta, masyarakat, dan tentu pemerintah sebagai prime mover. Dengan cara ini, pencetakan sawah akan benar-benar menjadi program bersama, bukan hanya program pemerintah.

Jangan Lupakan Sawah Lama

Ada satu hal penting yang tak boleh diabaikan: sawah lama yang kini masih tersisa. Jujur diakui, banyak sawah yang sudah “sakit”. Puluhan tahun dibombardir pupuk kimia membuat kesuburannya menurun drastis.

Maka, selain mencetak sawah baru, kita juga harus menyembuhkan sawah lama agar kembali produktif. Sawah lama maupun sawah baru sama-sama investasi kehidupan, yang keberadaannya harus dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Sawah bukan sekadar urusan proyek. Ia adalah urusan masa depan bangsa. Maka jangan sekali-kali diperlakukan seperti mencetak kue bandros: cepat jadi, tapi cepat pula basi.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nusron Wahid Didesak Batalkan HGU PT AML

Next Post

Setnov Kembali Ke Golkar dan Krisis Kader Berintegritas

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
Setnov Kembali Ke Golkar dan Krisis Kader Berintegritas

Setnov Kembali Ke Golkar dan Krisis Kader Berintegritas

Bintang Mahaputera di Negeri yang Kehilangan Rasa Malu

Bintang Mahaputera di Negeri yang Kehilangan Rasa Malu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...