Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analisis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China menyerang aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) di area tambang emas di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Selain senjata tajam, mereka juga menggunakan airsoft gun.
Di sisi lain, Imigrasi menangkap 220 WNA yang melakukan pelanggaran keimigrasian di Indonesia.
Klop sudah. Indonesia menjadi sasaran negara-negara asing untuk dihancurkan dan dikuasai. Salah satunya China. Bahkan negeri tirai bambu itu mengadopsi strategi Kuda Troya yang pernah dipakai bangsa Yunani untuk menaklukkan bangsa Troya.
Mengapa China mengadopsi strategi Kuda Troya, bukannya strategi Sun Tzu (544 – 496 SM) yang merupakan leluhur mereka? Karena strategi Kuda Troya sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia. Lalu apa itu strategi Kuda Troya?
Dikutip dari sebuah sumber, Kuda Troya adalah mitos terkenal dari mitologi Yunani tentang akhir Perang Troya, di mana pasukan Yunani (Akhaia) yang gagal menembus pertahanan kota Troya yang kuat selama 10 tahun, membuat kuda kayu raksasa berongga yang di dalamnya bersembunyi pasukan elite, kemudian berpura-pura pergi meninggalkan kuda itu sebagai “persembahan”, lantas orang-orang Troya menarik kuda kayu itu masuk kota, dan malam harinya pasukan Yunani keluar, membuka gerbang sebagai.pintu masuk tentara Yunani lainnya, dan kemudian menghancurkan Troya dari dalam.
Kisah ini menjadi metafora untuk tipu daya yang menyamar sebagai hadiah dan sering digunakan mulai dari teknologi, ekonomi hingga politik.
Dalam bidang ekonomi, China menggunakan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sebagai Kuda Troya untuk menyelundupkan warga negaranya ke Indonesia.
IMIP adalah perusahaan patungan (joint venture) antara investor China, terutama Shanghai Decent Investment (Group) Co Ltd, anak perusahaan dari Tsingshan Holding Group, dengan perusahaan Indonesia, yakni PT Bintang Delapan Mineral dan PT Sulawesi Mining Investment (SMI), dengan porsi kepemilikan mayoritas dipegang oleh pihak China.
Bintang Delapan Mineral adalah bagian dari Bintang Delapan Group milik keluarga Tejakusuma yang berperan sebagai pendiri kunci serta pemasok utama bijih nikel untuk kawasan industri IMIP, yang didirikan bersama Tsingshan Group dari China.
Artinya, patut diduga Kuda Troya berisi warga negara China itu ditarik masuk ke Indonesia oleh PT Bintang Delapan Mineral dan SMI. Tentu saja atas restu pemerintah Indonesia. Dan dalam berinvestasi di Indonesia, China mengajukan syarat untuk menggunakan warga negaranya sebagai tenaga kerja. Termasuk tenaga kerja kasar yang sesungguhnya mampu dilakukan orang Indonesia. Investasi itu oleh Indonesia dianggap semacam hadiah laiknya Kuda Troya dari Yunani.
Entah sudah berapa ribu warga negara China yang sudah masuk ke Indonesia melalui bandar udara khusus di Morowali yang mulanya tidak dilengkapi aparat Indonesia seperti Imigrasi dan Bea Cukai.
Dari Morowali, mereka bisa saja menyebar ke seluruh Indonesia. Dan seperti yang terjadi di Ketapang, WNA China akan berani menyerang TNI. Jangankan warga sipil.
Insiden di Ketapang tersebut hanyalah langkah awal. Langkah-langkah berikutnya akan dilakukan di seluruh Indonesia. Sampai akhirnya Indonesia hancur dan tinggal nama. Penguasanya sudah berbeda: China!

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analisis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)























