• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Cinta Dunia dan Dampaknya ​(Manajemen Risiko Akhirat)

fusilat by fusilat
April 14, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

​By Paman BED

​Ada satu ironi yang sering kita abaikan sejak awal kehidupan: tidak semua orang yang lahir dalam kelimpahan lahir dalam kesiapan memahami makna hidup.

​Bayangkan seseorang yang, bahkan sebelum ia memahami arti usaha, telah mewarisi segalanya. Harta, akses, jaringan, bahkan jalur karier. Seolah-olah hidupnya telah diprogram sejak awal untuk satu tujuan: menjaga dan melipatgandakan kekayaan. Tidak ada krisis. Tidak ada kekurangan. Tidak ada alasan untuk gagal. Namun justru di situlah risiko itu tumbuh—diam-diam, tanpa suara. Karena ketika hidup tidak pernah mengajarkan batas, ambisi sering kehilangan rem.
​Kariernya melesat. Dari satu posisi ke posisi lain hingga akhirnya mencapai puncak: Direktur Utama sebuah BUMN besar. Di titik itu, banyak orang membayangkan rasa cukup akan datang. Tapi yang terjadi justru sebaliknya:
* ​Ambisi berubah menjadi kerakusan.
* ​Target berubah menjadi pembenaran.
* ​Dan kekuasaan menjadi alat.
​Segala cara mulai terasa rasional. Korupsi bukan lagi kejahatan, tetapi strategi. Penyimpangan bukan lagi pelanggaran, tetapi “kebijakan yang bisa dinegosiasikan”.

​Anatomi Penyimpangan: Dari Segitiga ke Pentagon
​Di sinilah teori klasik Fraud Triangle dari Donald Cressey menjadi nyata melalui Pressure (tekanan), Opportunity (kesempatan), dan Rationalization (pembenaran). Namun, pada level elit seperti jabatan Direktur Utama, segitiga saja tidak cukup menjelaskan fenomena yang terjadi.
​Kita harus melihat lebih jauh pada konsep Fraud Diamond, di mana muncul elemen Capability (Kemampuan). Pada posisi puncak, seseorang memiliki power dan intelektualitas untuk menembus barisan kontrol yang paling ketat sekalipun. Ia tahu di mana celah sistem berada karena ia adalah bagian dari pembuat sistem tersebut.
​Bahkan, seringkali ini berkembang menjadi Fraud Pentagon, dengan tambahan elemen yang paling destruktif: Arrogance (Kesombongan). Di titik ini, sang pemimpin merasa dirinya berada di atas hukum (above the law). Ia merasa bahwa aturan hanya berlaku untuk bawahan, sementara bagi dirinya, aturan adalah instrumen yang bisa ditekuk demi apa yang ia sebut sebagai “stabilitas”.
​Dan yang paling berbahaya bukan hanya tekanan atau kesempatan, melainkan rasionalisasi. Karena ia tidak terasa seperti kesalahan. Ia terasa seperti kebenaran yang sedikit dipaksa.

Kesadaran tentang akhirat mungkin sempat muncul, namun ia kalah oleh logika yang dibangun sendiri:
“Ini demi negara.” “Ini demi stabilitas.” “Ini demi kebaikan yang lebih besar.” Dari sanalah lahir satu distorsi yang sangat halus: kejahatan yang dibungkus dengan niat baik. Padahal satu hal sederhana sering kita lupakan: niat baik tidak pernah cukup untuk membenarkan cara yang salah.

​Audit Hati sebagai Sistem Kendali
​Jika ditarik lebih dalam, akar masalahnya bukan pada jabatan atau sistem, melainkan pada sesuatu yang lebih sunyi—dan lebih menentukan: Hati. Sebagaimana diingatkan dalam hadits Rasulullah ﷺ, bahwa dalam diri manusia ada segumpal daging—jika ia baik, baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, rusaklah seluruhnya. Itulah hati.
​Hati tidak rusak sekaligus. Ia gelap sedikit demi sedikit. Ia mati tanpa disadari karena satu penyebab utama: hubb al-dunya—cinta dunia.

Sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar, beratnya kita untuk taat dan sulitnya menjauhi dosa sering berakar dari hati yang terlalu terpaut pada dunia. Para ulama, seperti Jundub bin Abdullah dan Ibn Qayyim al-Jawziyya, telah lama memperingatkan bahwa cinta dunia adalah pangkal dari semua kesalahan.

​Manajemen Risiko Akhirat
​Dalam dunia profesional, kita terbiasa menyusun tujuan dengan pendekatan SMART (specific, measurable, achievable, realistic, timeline). Kita melakukan risk assessment dan membangun kontrol. Namun dalam kehidupan, kita sering berjalan tanpa kerangka yang sama.

​Padahal hidup ini adalah proyek besar dengan akhirat sebagai laporan pertanggungjawaban akhirnya. Dalam setiap sistem, kontrol adalah penentu. Dan dalam kehidupan, kontrol utama itu adalah Al-Qur’an dan Hadits. Kontrol yang tidak dijalankan adalah kontrol yang tidak ada.

​Pada akhirnya, semua ini bermuara pada satu konsep: Residual Risk—risiko sisa yang tetap harus ditanggung. Dalam dunia bisnis, residual risk mungkin bisa dinegosiasikan atau diterima (risk appetite). Namun dalam perspektif akhirat, risiko sisa dari setiap tindakan tidak pernah hilang. Ia tetap tercatat, melekat, dan menunggu. Di sana, tidak ada istilah write-off.

​Hidup bukan sekadar perjalanan menuju sukses; ia adalah perjalanan menuju Hisab. Dan di titik itu, semua rasionalisasi, kapabilitas, hingga kesombongan akan runtuh. Yang tersisa hanyalah kebenaran—dan konsekuensinya.

​Kesimpulan dan Refleksi
* ​Rancang tujuan hidup secara sadar, bukan sekadar mengikuti arus.
* ​Gunakan perspektif manajemen risiko akhirat, perlakukan integritas seformal kita mengelola risiko korporasi.
* ​Jadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai kontrol aktif, bukan sekadar simbol atau pajangan.
* ​Audit hati secara berkala, waspadai munculnya elemen Arrogance dan Capability yang salah arah.
* ​Batasi ambisi dengan nilai, agar tujuan tidak menghalalkan cara.

​Di dunia kita sibuk mengumpulkan, namun di akhirat kita akan sibuk mempertanggungjawabkan. Seberapa ringan beban pertanggungjawaban Anda nanti?

​Referensi:
* ​Al-Qur’an & Hadits Shahih (Bukhari & Muslim).
* ​Kajian Ustadz Najmi Umar Bakkar.
* ​Ibn Qayyim al-Jawziyya, Al-Fawaa-id.
* ​Donald Cressey (Fraud Triangle) & Crowe Horwath (Fraud Pentagon).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Next Post

OTORITER TAPI MAJU: RRC DITUDING UNGGUL DALAM MERITOKRASI, INDONESIA MASIH BERGULAT DENGAN KKN

fusilat

fusilat

Related Posts

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya
Feature

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Feature

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Next Post
OTORITER TAPI MAJU: RRC DITUDING UNGGUL DALAM MERITOKRASI, INDONESIA MASIH BERGULAT DENGAN KKN

OTORITER TAPI MAJU: RRC DITUDING UNGGUL DALAM MERITOKRASI, INDONESIA MASIH BERGULAT DENGAN KKN

Bisnis Hulu Citronella Oil, Margin Tergantung Variabel Volatilitas Harga Pasar dan Kualitas Produk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...