Jakarta-FuslatNews – Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Demikianlah. Sebelum masuk surga, Allah SWT memberi cobaan dulu kepada hamba-Nya, termasuk kepada bangsa Indonesia. Sebab itu, kita semua harus sabar dan optimistis, karena pertolongan Allah itu sudah dekat.
Demikian tema khutbah yang dibawakan khatib Ustaz Muhammad Kurtubi Zaenuddin SPd MPd ketika memimpin salat Jumat di Masjid Nurul Baqa, Peninggaran, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Jumat (16/5/2025).
Alumnus Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, itu kemudian mengutip Surat Al Baqarah ayat (214) dalam kitab suci Al Quran yang artinya, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, ‘Kapankah datang pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”
Kini, Indonesia memang sedang ditimpa cobaan dari Allah SWT. Misalnya, bangsa ini belum bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air pada awal 2020 hingga 2022 lalu.
Banyak perusahaan bangkrut. Pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana. Angka pengangguran melonjak. Angka kemiskinan menanjak. Rakyat Indonesia kebanyakan dilanda kemelaratan.
Bank Dunia mencatat, sebanyak 60,3 persen atau 171,8 juta jiwa masyarakat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan Indonesia per September 2024 sebesar 8,57 persen atau sekitar 24,06 juta jiwa.
Lalu, bagaimana solusi menghadapi cobaan itu agar kita bisa lolos dan kemudian mendapatkan kebahagiaan dan akhirnya masuk surga?
“Sabar,” kata Ustaz Kurtubi singkat. “Sebab, pertolongan Allah itu sudah dekat,” tegas pria low profile itu.
Apa yang diwasiatkan Ustaz Kurtubi itu pun selaras dengan firman Allah SWT.
“Jadikan sabar dan salat sebagai penolongmu,” kata Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat (45) dan (153) yang mengajak umat Islam untuk menjadikan kesabaran dan salat sebagai sumber kekuatan dan pertolongan dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan kehidupan. Optimistis dalam kesabaran.
Mengakhiri khutbah singkatnya, Ustaz Kurtubi membacakan Surat Al Ashr yang artinya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”


























