• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Curhat Kepada Siapa: “The Good Boy” di Bulan Ketujuh: Ketika Prabowo Masih Minta Legitimasi

Ali Syarief by Ali Syarief
May 5, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Kunjungan Kerja, Prabowo Gunakan Mobil China GWM Tank 500 di Papua
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Tujuh bulan sudah Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Namun di hadapan para anggota kabinetnya—orang-orang yang ia pilih, ia lantik, dan kini bekerja di bawah komandonya—yang ia ucapkan bukan perintah, bukan instruksi kerja, bukan evaluasi kinerja. Ia malah bicara tentang dirinya sendiri. Tentang tuduhan bahwa ia hanya “boneka Jokowi”. Tentang persepsi bahwa ia bukan pemegang kendali.

“Dibilang saya presiden boneka, dikendalikan oleh Pak Jokowi… Saya katakan itu tidak benar,” katanya. Ucapannya tak disampaikan dalam satu kalimat bulat, melainkan terpotong-potong, seperti menahan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar klarifikasi.

Apa yang mendorong seorang presiden untuk masih membahas hal ini di bulan ketujuh kekuasaannya?

Dalam semiotika politik, pernyataan semacam itu adalah pertanda: kekuasaan belum mapan secara simbolik. Ketika seorang presiden merasa perlu menyangkal, maka penyangkalan itu justru menjadi pengakuan terselubung atas realitas yang coba ia tolak. Apalagi jika penyangkalan itu dilakukan bukan di hadapan publik biasa, tetapi di ruang internal tertinggi: kabinet.

Ucapan-ucapan seperti “saya minta saran, saya konsultasi, pemimpin bijak memang begitu” dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai pemimpin kolaboratif. Tapi dalam konteks relasi kuasa, itu bisa dibaca sebagai legitimasi terhadap dominasi lama—bahwa Prabowo masih merasa perlu menyebut Jokowi, masih merasa perlu membela relasinya dengan kekuasaan sebelumnya.

Tujuh bulan pertama biasanya adalah saat presiden mengukuhkan jejak. Jokowi, pada 2014, sudah meluncurkan program-program besar seperti Tol Laut dan Kartu Indonesia Sehat. SBY, tujuh bulan setelah dilantik, sudah berhadapan dengan ujian bom Bali II. Tapi Prabowo? Ia masih berbicara soal dirinya sebagai sosok yang tidak dikendalikan.

Mengapa?

Karena bayangan Jokowi masih kuat. Karena sebagian besar anggota kabinet Prabowo adalah loyalis Jokowi. Karena proyek IKN masih menjadi prioritas. Karena struktur ekonomi, politik, bahkan komunikasi negara ini masih dirancang dalam cetakan Jokowi. Maka, pidato itu sejatinya adalah upaya membujuk: kepada menterinya, kepada publik, dan—mungkin—kepada dirinya sendiri, bahwa ia sungguh sedang berkuasa.

Dan ketika ia berkata, “kita menjadi the good boy,” publik tak bisa tidak membaca ini sebagai pengakuan. Ia ingin dilihat sebagai presiden yang tidak akan merepotkan, tidak akan menabrak, tidak akan mengganggu arsitektur kekuasaan lama. Ia “baik” dalam pengertian: tidak subversif.

Tapi politik bukan soal jadi anak baik. Politik adalah tentang visi, keberanian, dan batas antara tunduk dan memimpin. Ketika Prabowo memilih untuk tetap menjadi “good boy” di bulan ketujuh kekuasaannya, ia sedang mengirimkan pesan bahwa status quo tetap aman. Bahwa jangan takut perubahan akan datang. Karena ia tidak sedang mengguncang, ia sedang menjaga.

Namun publik tidak buta. Rakyat melihat. Ketika seorang pemimpin terlalu sering menyebutkan siapa yang tidak mengendalikannya, maka mungkin, di situlah sebenarnya kendali itu berada.

Dan di sinilah kekuasaan Prabowo diuji. Bukan oleh oposisi. Tapi oleh simbol-simbol masa lalu yang terus menempel, bahkan saat ia sudah duduk di kursi tertinggi negeri ini.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi dan Nafsu Memenjarakan Dokter TIFA dkk

Next Post

Selamat Tinggal, Impor Beras!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?

Selamat Tinggal, Impor Beras!

DPR Mengaku Tunggu RKUHAP Selesai Untuk Pengesahan RUU Perampasan Aset Jadi UU

Presiden Prabowo Klaim Program MBG Berhasil di Tengah Terjadinya Insiden Keracunan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

June 14, 2026
Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist