• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jokowi dan Nafsu Memenjarakan Dokter TIFA dkk

Ali Syarief by Ali Syarief
May 5, 2025
in Crime, Feature
0
Badai Kriminalisasi: TPUA Siap Bertempur! Empat Aktivis Diburu karena Bongkar Dugaan Ijazah Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Apa sebenarnya yang sedang diperjuangkan  Joko Widodo saat namanya terseret dalam dugaan ijazah palsu? Kebenaran? Hukum? Reputasi? Atau sekadar gengsi kuasa yang tergores? Sebab, alih-alih menjawab keraguan publik dengan cara negarawan, Jokowi justru memilih jalur pelaporan ke polisi, menggerakkan Polda Metro Jaya, dan menyeret pasal-pasal yang tidak relevan. Hanya satu orientasinya: memenjarakan siapa saja yang mengusik kenyamanan dirinya.

Yang dipertanyakan publik adalah keaslian dokumen akademik, tapi yang dilaporkan ke polisi justru pasal-pasal yang berhubungan dengan penyebaran berita bohong, penodaan agama, bahkan korupsi. Apa hubungannya? Di mana logikanya?

Kita menyaksikan hukum tidak lagi dipakai sebagai pelindung keadilan, melainkan sebagai tongkat pemukul bagi siapa saja yang berani mempertanyakan legitimasi kekuasaan. Sebuah penyelundupan norma sedang terjadi secara terang-terangan. Pasal demi pasal yang tidak memiliki korelasi dengan isu yang diangkat justru dijadikan alat kriminalisasi.

Lihatlah pasal-pasal yang dilaporkan. Pasal 14 dan 15 UU No.1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong — padahal Mahkamah Konstitusi sudah menyatakan pasal ini tidak lagi memiliki kekuatan hukum mengikat. Lalu, pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran kebencian terhadap SARA, meskipun isi kritik tidak pernah menyinggung SARA. Bahkan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor ikut ditarik ke pusaran — seolah-olah mempertanyakan keaslian ijazah adalah tindakan korupsi yang merugikan negara.

Cara berpikir macam apa ini?

Inilah bentuk telanjang dari apa yang disebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan secara yuridis. Bukannya menjawab substansi, Jokowi malah merancang jebakan hukum untuk membungkam. Bukannya mengedepankan transparansi, ia justru mendorong aparat untuk mengaburkan kebenaran. Ia tidak ingin berdialog; ia ingin menghukum.

Dan hari ini, kita menyaksikan demokrasi digilas secara pelan-pelan oleh tangan yang dulunya dielu-elukan sebagai milik “rakyat kecil”. Jika Jokowi benar memiliki ijazah asli, maka biarkan pengadilan yang berbicara. Tapi jika aparat digunakan untuk menutupi kebenaran dan membungkam yang bertanya, maka kita punya alasan kuat untuk curiga: ada yang hendak disembunyikan.

Negara hukum bukan negara perasaan. Hukum tak boleh tunduk pada keinginan penguasa yang takut ditelanjangi masa lalunya. Rakyat berhak tahu siapa pemimpin mereka. Dan kalau itu dianggap kejahatan, maka hukum sudah dipelintir menjadi alat kekuasaan.

Inilah potret Jokowi hari ini: seorang presiden yang memilih melaporkan warganya ke polisi daripada menunjukkan ijazahnya ke publik.

Dan sejarah tidak akan mencatat ini sebagai tindakan bijak, tapi sebagai tanda bahwa demokrasi pernah dicekik oleh nafsu kekuasaan yang ingin memenjarakan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perang Tanpa Senjata: Ketika Para Jenderal Bertempur Lewat Kata “Makzulkan Gibran”

Next Post

Curhat Kepada Siapa: “The Good Boy” di Bulan Ketujuh: Ketika Prabowo Masih Minta Legitimasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Kunjungan Kerja, Prabowo Gunakan Mobil China GWM Tank 500 di Papua

Curhat Kepada Siapa: “The Good Boy” di Bulan Ketujuh: Ketika Prabowo Masih Minta Legitimasi

KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?

Selamat Tinggal, Impor Beras!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist