• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Damai Hari Lubis dan Rizal Ramli: Sikap terhadap Rezim Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
October 25, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Damai Hari Lubis dan Rizal Ramli: Sikap terhadap Rezim Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam setiap era kekuasaan, selalu ada suara yang menolak tunduk. Mereka adalah cermin nurani publik, yang berani mengucapkan hal-hal tak nyaman di tengah kebisingan propaganda dan pencitraan. Dalam konteks pemerintahan Joko Widodo, dua nama muncul sebagai simbol kritik yang tak kompromi: Damai Hari Lubis dan Rizal Ramli. Meski latar belakang keduanya berbeda—yang satu pengamat hukum-politik, yang lain ekonom dan mantan menteri—arah pandang mereka sejalan: menentang penyimpangan kekuasaan dan kemerosotan moral dalam tata kelola negara.

Damai Hari Lubis: Moralitas Hukum yang Terkikis

Damai Hari Lubis dikenal luas sebagai pengamat hukum yang tajam dan keras kepala dalam mempertahankan prinsip keadilan. Ia bukan hanya bicara soal pasal dan peraturan, tetapi juga tentang nurani yang terkubur di balik toga dan palu pengadilan. Dalam banyak pernyataannya, Damai menyoroti bagaimana rezim Jokowi telah “merusak sendi-sendi yudikatif” dengan menjadikan lembaga hukum sekadar perpanjangan tangan kekuasaan. Ia menyebut adanya “bau busuk kekuasaan” di lembaga-lembaga yang seharusnya independen.

Sikap kritisnya tidak berhenti pada tataran wacana. Ia turut melaporkan berbagai penyimpangan hukum dan mendorong investigasi terhadap kasus-kasus besar yang diabaikan aparat. Dalam pandangannya, Jokowi gagal menjaga moralitas hukum negara, dan justru memperkuat sistem patronase yang menindas oposisi. Bagi Damai, hukum di era Jokowi bukan lagi pelindung rakyat, melainkan alat kekuasaan untuk menakut-nakuti dan membungkam.

Lebih dalam lagi, Damai membaca era ini sebagai masa di mana legalitas kehilangan legitimasi. Ketika undang-undang dibuat untuk melayani kepentingan oligarki, bukan untuk melindungi kepentingan rakyat, maka negara telah menjauh dari jiwanya sendiri. Kritik Damai mengandung pesan moral yang kuat: bahwa keadilan tidak boleh dikorbankan demi stabilitas semu.

Rizal Ramli: Ekonom yang Menolak Menjadi Alat Kekuasaan

Rizal Ramli memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan dan dunia ekonomi. Ia pernah menjadi Menko Kemaritiman dalam kabinet Jokowi, namun tidak lama kemudian tersingkir karena ketidakcocokan prinsip. Sejak itu, Rizal tampil sebagai pengkritik keras yang menyebut Jokowi “Machiavelli Jawa”—pemimpin yang pandai berkamuflase di balik pencitraan, tetapi menutupi kelemahan struktural yang merusak kehidupan bernegara.

Sebagai ekonom, Rizal menilai arah pembangunan di era Jokowi menyimpang dari tujuan konstitusi. Infrastruktur memang berdiri megah, tetapi rakyat tetap terpuruk dalam ketimpangan. Ia menolak konsep pembangunan yang hanya menguntungkan investor dan konglomerat. “Tidak ada kata investor dalam UUD,” ujarnya, menggugat arah kebijakan yang dianggap terlalu tunduk pada modal asing dan kepentingan oligarki domestik.

Rizal Ramli bukan sekadar oposisi emosional; ia membawa basis argumentasi kuat. Ia menyoroti utang negara yang meningkat, subsidi rakyat yang menurun, serta proyek-proyek mercusuar yang tidak berpihak pada kesejahteraan publik. Baginya, Jokowi adalah simbol dari kemunduran moral ekonomi—pemerintahan yang sibuk membangun citra “kerja nyata” tapi abai pada struktur keadilan sosial.

Dua Arus Kritik, Satu Suara Kebenaran

Kedua tokoh ini, dalam jalannya masing-masing, telah mengukir posisi sebagai penegak suara kebenaran di tengah kemapanan kekuasaan. Damai Hari Lubis berbicara tentang hukum yang kehilangan nurani; Rizal Ramli berbicara tentang ekonomi yang kehilangan arah moral. Satu berbasis pada keadilan hukum, yang lain pada keadilan sosial. Tapi keduanya sepakat bahwa rezim Jokowi telah membawa Indonesia ke era di mana kebenaran tidak lagi menjadi kompas, melainkan gangguan bagi stabilitas politik.

Damai dan Rizal sama-sama melihat bahaya besar dari kultur politik yang dibangun di sekeliling Jokowi: nepotisme yang dilembagakan, oligarki yang dilegitimasi, dan penghancuran nilai meritokrasi. Dalam sistem seperti ini, keberhasilan diukur dari loyalitas, bukan integritas; dari koneksi, bukan kompetensi. Mereka menolak tunduk pada logika ini.

Penutup: Suara Kritis Sebagai Nafas Demokrasi

Dalam sejarah bangsa, kritik selalu menjadi tanda bahwa akal sehat belum sepenuhnya mati. Damai Hari Lubis dan Rizal Ramli mungkin tidak sempurna, tapi keduanya berperan menjaga denyut nadi demokrasi di tengah kemerosotan moral politik. Mereka mengingatkan publik bahwa kekuasaan tanpa kritik adalah benih tirani, dan pembangunan tanpa keadilan hanyalah kemegahan semu.

Rezim Jokowi boleh membangun jalan, jembatan, dan istana baru di Kalimantan, tapi selama hukum dan ekonomi dikendalikan oleh segelintir elit, maka yang tumbuh bukanlah kemajuan, melainkan ketimpangan yang semakin dalam. Dalam lanskap politik seperti itu, suara-suara seperti Damai Hari Lubis dan Rizal Ramli menjadi mercusuar—mengingatkan bangsa bahwa kebenaran tak akan pernah lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian untuk menentang arus kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negara Siapkan Panggung Sirkus: Jokowi, Gibran, dan Lakon Ijazah Amburadul

Next Post

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Minta OTT Dihentikan, Menteri Luhut Pro-Korupsi?

Radar Nurani dan Intelektual Para Penyidik KPK Tumpul

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...