MAKASSAR, FusilatNews — Teori jurnalistik di ruang kuliah belum cukup untuk membentuk seorang jurnalis. Memahami bagaimana berita diproduksi, diverifikasi, hingga sampai ke tangan pembaca menjadi pengalaman yang tak tergantikan. Itulah yang dirasakan puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Makassar saat melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Harian Fajar di Graha Pena Makassar, Senin (14/7/2026).
Mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 tersebut disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Harian Fajar, Takdir, bersama jajaran redaksi. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akademik yang bertujuan memperkenalkan dunia kerja media massa secara langsung kepada mahasiswa.
Selama kunjungan, para peserta diajak melihat seluruh proses produksi berita, mulai dari ruang redaksi, studio produksi, hingga area percetakan koran. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai alur kerja media, mulai dari peliputan, penyuntingan, rapat redaksi, proses cetak, hingga distribusi berita kepada masyarakat.
Dalam sesi pemaparan, Takdir menjelaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana sebuah berita diproduksi setiap hari. Mulai dari rapat redaksi pagi, peliputan di lapangan, proses editing, hingga berita akhirnya diterbitkan dan didistribusikan,” ujarnya.
Selain mempelajari manajemen ruang redaksi (newsroom management), mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai etika jurnalistik, teknik penulisan berita, pentingnya verifikasi fakta, serta tantangan media menghadapi penyebaran hoaks di era digital. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari mahasiswa mengenai praktik kerja wartawan di lapangan.
Salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti, Endit, mengaku memperoleh pengalaman baru yang tidak didapatkan hanya melalui perkuliahan.
“Selama ini saya hanya membaca koran dan portal berita. Ternyata di balik setiap berita ada proses yang sangat panjang dan penuh tanggung jawab. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami yang ingin berkarier sebagai jurnalis,” katanya.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Makassar, Dewi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas akhir mahasiswa agar mereka memahami secara nyata mekanisme kerja media, baik media cetak maupun media daring.
Menurutnya, profesi jurnalis menuntut kemampuan berpikir kritis, ketelitian, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Profesi jurnalis itu terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya penuh tantangan. Mahasiswa perlu memahami bagaimana seorang wartawan bekerja mencari fakta, menggali informasi, memverifikasi data, hingga menyajikannya secara akurat kepada masyarakat,” ujar Dewi.
Melalui kunjungan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menguasai teori komunikasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang utuh mengenai praktik jurnalistik yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab di tengah dinamika industri media yang terus berkembang.
Reporter: Biccu






















