• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Dari Board of Peace ke Boars of Pembunuh

Ali Syarief by Ali Syarief
March 2, 2026
in Crime, Feature
0
Dari Board of Peace ke Boars of Pembunuh
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Nama memang sering menipu. Board of Peace—secara harfiah—terdengar seperti sekumpulan orang arif yang duduk melingkar, menyeruput teh hangat, dan merumuskan dunia yang damai, tenteram, serta bebas dari darah dan air mata. Namun, dalam praktiknya, yang kerap muncul justru kebalikannya: bukan dewan perdamaian, melainkan Boars of Pembunuh—sekawanan babi liar yang rakus, mengamuk, dan tak segan menginjak-injak nyawa demi kepentingannya sendiri.

Plesetan ini tentu bukan sekadar permainan bunyi. Ia lahir dari rasa muak. Dari ironi yang berulang. Dari realitas bahwa institusi yang mengklaim diri sebagai penjaga moral global justru sering menjadi penonton VIP—atau lebih buruk, sutradara bayangan—dari tragedi kemanusiaan.

Namun ketika kita menunggu perdamaian di tempat lain, kenyataannya sering sangat berbeda. Di Iran, hanya beberapa hari yang lalu, sebuah gelombang kekerasan meledak begitu cepat dan brutal hingga lebih dari 200 orang tewas dalam serangan udara dan sejumlah besar lainnya cedera di seluruh pelosok negara, dengan sekolah-sekolah hancur dan seragam pelajar menjadi abu di tengah puing perang.

Babi Liar Bernama Perdamaian

Dalam mitologi modern, babi bukan sekadar hewan. Ia simbol kerakusan, kebengisan, dan ketidakpedulian. Maka ketika Board of Peace berubah menjadi Boars of Pembunuh, itu bukan penghinaan tanpa dasar. Itu diagnosis.

Para anggota “dewan” ini pandai berpidato tentang ceasefire, human rights, dan international concern. Namun, pidato mereka sering berhenti di mikrofon. Ketika bom jatuh, anak-anak mati, rumah sakit hancur, dan pengungsi mengular tanpa arah, para boars ini sibuk menghitung kepentingan geopolitik:
siapa sekutu, siapa musuh, siapa pemasok senjata, siapa pembeli loyal.

Damai, rupanya, hanyalah jargon. Nyawa manusia hanyalah variabel pengganggu.

Kuku Kotor dan Moncong Berdarah

Babi liar tak pernah benar-benar bersih. Kuku mereka selalu penuh lumpur, moncongnya basah oleh sisa-sisa yang dilahap. Begitulah wajah Boars of Pembunuh: tangan-tangan yang menandatangani resolusi di siang hari, tetapi membiarkan pembantaian berlanjut di malam hari.

Mereka tidak menarik pelatuk senjata. Itu penting dicatat. Mereka hanya:

  • menyetujui penjualan senjata,
  • memveto kecaman,
  • menunda keputusan,
  • dan menyebut genosida sebagai “konflik kompleks”.

Dengan cara itu, darah tetap mengalir—tanpa harus mengotori jas mahal mereka.

Perdamaian yang Disembelih

Ironisnya nyaris sempurna. Perdamaian, yang seharusnya dijaga, justru disembelih di meja rapat. Kata peace dijadikan tameng moral, sementara praktiknya adalah legitimasi kekerasan. Dunia dipaksa percaya bahwa ini semua demi stabilitas, demi keseimbangan, demi tatanan global.

Padahal yang stabil hanyalah kekuasaan mereka.
Yang seimbang hanyalah neraca keuntungan.
Dan yang global hanyalah rasa malu umat manusia.

Satire yang Terlalu Nyata

Esai ini satire, ya. Tapi seperti semua satire yang baik, ia menyakitkan karena terlalu dekat dengan kenyataan. Boars of Pembunuh bukan makhluk fiksi. Mereka hidup di gedung-gedung megah, berbicara dengan bahasa diplomasi, dan berlindung di balik prosedur.

Mereka tidak mengaum seperti singa.
Mereka mendengus pelan—namun mematikan.

Dan selama dunia masih memuja nama tanpa menguji tindakan, Board of Peace akan terus beranak-pinak menjadi Babi of Pembunuh: rakus, kejam, dan kenyang oleh darah yang bukan darah mereka sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iran: 200 Orang Lebih Tewas Karena Serangan Israel~USA

Next Post

China Kutuk Serangan AS–Israel yang Tewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Desak Penghentian Militer dan Kembalikan Dialog

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
“Jebakan” Utang China Makan Korban Sri Lanka, Bagaimana dengan RI?

China Kutuk Serangan AS–Israel yang Tewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Desak Penghentian Militer dan Kembalikan Dialog

Wakil Presiden RI ke-6 Tri Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Wakil Presiden RI ke-6 Tri Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist