Sebagai seorang ayah, Ridwal Kamil, tentu saja sama dengan kebanyakan, pada umumnya orang tua lainnya. Adalah sunnatullah ketika Ayah/Ibu sangat menyayangi, membanggakan dan memanjakannya dalam berbagai bentuknya, kepada putra-putrinya. Karena itu, teka-teki Eril tidak akan diketahui nasibnya seperti apa, kehawatiran itu berakhir ketika Bu Guru SD, menemukan jenasah Eril di Sungai Aare.
MRS. GERALDINE BELDI namanya, Seorang guru SD yang menemukan jenazah Eril di Sungai Aare, saat a sedang berjalan pagi menuju tempatnya mengajar. la langsung menelpon polisi dan akhirnya jenazah Eril bisa ditemukan dan diselamatkan dengan baik. Demikian cuitan kang Emil, yang dapat kita rasakan, betapa bahagianya.
“Bu Geraldine kalo ingin berlibur ke Indonesia, tolong kabari saya ya. Nanti semuanya saya yg urus sebagai rasa terima kasih kami” kira-kira begitu perbincangannya. Nah cuitan ini, saya melihat dari cara pandang yang berbeda. Budaya orang barat tidak seperti kita, yang suka di traktir oran lain. Sebaiknya, yang begini itu, disampaikan secara jalur pribadi. Supaya Ibu Geraldine bangga bisa datang ke Jawa Barat, dengan ongkos sendiri.
Eril ke sini niatnya mau belajar, akhirnya takdirnya diselamatkan oleh seorang guru pengajar yang baik hati dan sederhana. Danke Mrs.Geraldine . Hatur Nuhun Terima Kasih. Cuit Kang Emil berikutnya.
Selanjutnya, cuitan-cuitan Ridwal Kamil, sebagai berikut :
ALHAMDULILLAH YA ALLAH,.. Akhirnya Engkau memberikan kesempatan saya untuk kembali memeluk, membelai dan memandikan anak saya sesuai syariat Islam, juga mengadzankan dengan sempurna di telinganya persis seperti saat Eril lahir.
Maha Besar Allah, atas ijinMu, selama 14 hari sungai are benar-benar melindungi dan mensucikan jasadnya dari marabahaya. Hai Eril, saatnya kamu pulang ke tanah air, untuk menghaturkan terima kasih kepada jutaan yang mendoakanmu.
dan MASYA ALLAH, Walau sudah lewat 14 hari, jasadnya masih utuh lengkap tidak kurang satu apapun, wajah rapih menengok ke kanan dan saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti wangi dan eucalyptus. Sungguh mukjizat kecil yang sangat kami syukuri.
Alhamdulillah Di Rumah Sakit Bern,Sesaat setelah memandikan jenazah Eril. Penjelasan ilmiah kenapa jasadnya utuh: Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari.
























