• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Year of Living Dangerously ke Ghost Fleet, dan Bayangan Indonesia Bubar

Ali Syarief by Ali Syarief
January 21, 2026
in Feature, Fiksi
0
“Mas Gibran Dilatih untuk Mempermalukan Saya” Mahfud MD:
Share on FacebookShare on Twitter

Ada cara lain para analis Barat membaca masa depan: bukan lewat laporan intelijen atau jurnal akademik semata, melainkan lewat novel. Fiksi, dalam tradisi ini, bukan sekadar hiburan. Ia menjadi alat simulasi sejarah. Cara halus untuk memotret realitas politik, meraba kecenderungan kekuasaan, dan memperingatkan kemungkinan yang tak nyaman dibicarakan secara terbuka.

Indonesia pernah menjadi objeknya.

Tahun 1978, dunia mengenal The Year of Living Dangerously karya Christopher Koch. Novel itu memotret Indonesia menjelang dan saat tragedi G30S 1965. Tokohnya fiktif, tetapi latar peristiwa, atmosfer politik, ketegangan militer, dan kejatuhan kekuasaan Sukarno digambarkan dengan akurasi yang mengagumkan. Ia bahkan kemudian diadaptasi menjadi film pemenang Oscar. Di sini, fiksi bekerja sebagai kamera sejarah.

Puluhan tahun kemudian, muncul novel lain: Ghost Fleet (2015), karya P.W. Singer dan August Cole. Kali ini bukan tentang Indonesia secara langsung, melainkan tentang perang global masa depan antara kekuatan besar. Namun dalam salah satu fragmennya, Indonesia digambarkan sebagai negara yang runtuh akibat salah kelola ekonomi, korupsi, dan perebutan pengaruh asing. Potongan itulah yang kemudian dikutip Prabowo Subianto dalam pidatonya: bahwa ada “kajian asing” yang memprediksi Indonesia tidak ada lagi pada 2030.

Belakangan terungkap: “kajian” itu ternyata novel. Fiksi.

Sebagian menertawakannya. Tapi sesungguhnya, tradisi strategic fiction di Barat memang serius. Pentagon, think-tank, dan lembaga keamanan sering memakai novel sebagai medium latihan skenario. Fiksi bukan ramalan. Ia simulasi risiko.

Maka pertanyaan sesungguhnya bukan: apakah Indonesia benar-benar bubar?
Tetapi: apakah kondisi yang digambarkan novel itu memiliki potensi nyata?

Jawabannya: sebagian potensinya memang ada.

Namun bukan pada skenario dramatis “negara bubar”. Melainkan pada sesuatu yang lebih sunyi dan lebih berbahaya: negara yang tetap berdiri, tetapi melemah fungsinya.

Negara ada. Bendera berkibar. Pemilu tetap digelar. Tetapi kualitas tata kelola menurun, hukum kehilangan wibawa, institusi diisi loyalitas keluarga, bukan kapasitas, dan rakyat perlahan kehilangan kepercayaan.

Inilah skenario yang lebih realistis.
Bukan bubar.
Tetapi survive with scars.

Tanda-tandanya dapat dibaca lewat beberapa indikator risiko.

Pertama: utang dan ketergantungan fiskal.
Ketika pendapatan negara stagnan sementara belanja meningkat, defisit ditutup dengan utang. Jika ini berlangsung lama, ruang gerak kebijakan menyempit. Negara akhirnya lebih sibuk membayar bunga daripada membangun kapasitas. Kedaulatan ekonomi mengecil tanpa satu pun peluru ditembakkan.

Kedua: korupsi struktural.
Ketika hukum dapat dinegosiasikan, kepercayaan publik runtuh. Negara tidak tumbang, tetapi kehilangan legitimasinya. Rakyat patuh bukan karena hormat, melainkan karena terpaksa. Ini kondisi paling rapuh bagi republik mana pun.

Ketiga: ketimpangan sosial.
Jurang kaya dan miskin yang melebar menciptakan bom waktu sosial. Ketika mobilitas sosial buntu, energi muda berubah menjadi apatis — atau radikal.

Keempat: nepotisme politik.
Ketika kekuasaan diwariskan, bukan diperebutkan melalui meritokrasi, kapasitas negara menurun. Negara tidak kekurangan pejabat, tetapi kekurangan negarawan.

Dalam konteks ini, wacana kemungkinan seorang figur muda yang naik bukan karena rekam jejak administratif panjang, melainkan karena garis keturunan politik Gibran Rakabuming Raka menjadi contoh sempurna bagaimana negara bisa melemah tanpa kudeta, tanpa perang, tanpa deklarasi bubar. Semua terjadi halus, administratif, legal — namun menggerus kualitas republik sedikit demi sedikit.

Kelima: brain drain.
Ketika generasi terbaik memilih pergi karena merasa sistem tidak memberi ruang adil, inovasi berhenti tumbuh. Negara tetap ada, tetapi kehilangan tenaga pembaharu.

Jika lima faktor ini bertemu, lahirlah negara yang utuh secara formal, tetapi rapuh secara fungsi.

Inilah yang tak tertulis di Ghost Fleet, tetapi justru lebih dekat pada realitas kita sendiri.

Karena itu, novel fiksi tentang Indonesia bubar sebenarnya tidak perlu dipercaya sebagai ramalan. Ia cukup dibaca sebagai peringatan. Seperti The Year of Living Dangerously yang membantu dunia memahami Indonesia 1965, Ghost Fleet membantu kita bercermin pada Indonesia yang mungkin — jika tata kelola diabaikan.

Pada akhirnya, republik tidak runtuh karena diserang dari luar. Ia runtuh — atau lebih tepatnya melemah — karena dibiarkan salah urus dari dalam.

Dan di titik inilah, peran jurnalisme kritis, masyarakat sipil, serta warga yang tidak mau diam menjadi benteng terakhir agar Indonesia tidak menjadi sekadar fiksi yang ditulis orang lain tentang kegagalan kita sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sehari Dua OTT: Alarm Darurat untuk Republik

Next Post

Ewuh Pakewuh Prabowo~Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Ewuh Pakewuh Prabowo~Jokowi

Ewuh Pakewuh Prabowo~Jokowi

Ketika Memberi Menjadi Napas Terakhir Kebahagiaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...