• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ewuh Pakewuh Prabowo~Jokowi

fusilat by fusilat
January 21, 2026
in Birokrasi, Feature, Tokoh/Figur
0
Ewuh Pakewuh Prabowo~Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

…seorang Presiden yang masih merasa “berutang” pada pendahulunya akan kesulitan menjadi dirinya sendiri.

Fusilatnews – Ada satu penyakit laten dalam budaya politik Indonesia yang sering tak disadari, namun efeknya bisa melumpuhkan kepemimpinan: ewuh pakewuh. Rasa sungkan, rasa tidak enak hati, rasa berutang budi—yang dalam dunia kekuasaan bisa menjelma menjadi belenggu tak kasat mata. Dalam konteks transisi kekuasaan pasca Pilpres 2024, penyakit ini kini banyak dilekatkan pada relasi Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Pakar politik Eep Saefulloh Fatah mengingatkan bahwa Presiden Prabowo, dalam posisinya hari ini, sejatinya tidak lagi memiliki utang apa pun kepada Jokowi. Jika perasaan berutang budi itu dibiarkan tumbuh, ia akan berubah menjadi beban. Beban yang membuat Prabowo tidak bisa memimpin Indonesia dengan maksimal. Kalimat Eep sederhana, tapi tajam: seorang Presiden yang masih merasa “berutang” pada pendahulunya akan kesulitan menjadi dirinya sendiri.

Di sinilah letak problem ewuh pakewuh. Prabowo bukan pejabat yang diangkat Jokowi. Ia dipilih rakyat melalui kontestasi politik terbuka. Mandatnya datang dari suara publik, bukan dari restu pribadi. Maka, jika ia tetap memelihara rasa sungkan berlebihan terhadap Jokowi, yang terancam bukan sekadar citra kepemimpinannya, melainkan arah masa depan republik.

Eep bahkan menyebut, jika Prabowo ingin dikenang dengan “tinta emas” dalam sejarah Indonesia, ia harus menjadi sosok pengubah—bukan penerus otomatis. Kalimat ini penting. Sebab negara hari ini menghadapi masalah besar: pelemahan institusi hukum, pembengkakan utang, ketimpangan ekonomi, nepotisme politik, dan pragmatisme kekuasaan yang makin vulgar. Dalam situasi seperti itu, meneruskan pola lama bukanlah stabilitas, melainkan stagnasi.

Publik kini melihat tanda-tanda ketergantungan itu. Susunan kabinet, kompromi politik, hingga kehati-hatian ekstrem terhadap warisan kebijakan Jokowi. Namun Eep masih memberi harapan: mungkin ini hanya fase transisi. Enam bulan setelah April 2025, kata dia, Prabowo harus menjadi dirinya sendiri. Pernyataan ini bukan ramalan, melainkan peringatan halus: waktu toleransi publik ada batasnya.

Yang lebih menarik, Eep memakai metafora hujan buatan dan irigasi. Hujan buatan memberi basah sesaat—seperti bansos menjelang pemilu, kebijakan populis instan, atau proyek mercusuar yang tampak megah namun cepat kering. Sementara irigasi adalah kerja sunyi, panjang, melelahkan, tapi memberi air berkelanjutan. Sayangnya, kata Eep, masyarakat kita sering lebih suka hujan buatan. Dan politisi pun tergoda memanjakan selera itu.

Jika Prabowo terus memanjakan pragmatisme semacam ini, ia tak akan pernah melakukan perubahan mendasar. Ia hanya akan menjadi operator dari sistem lama—bukan arsitek tatanan baru. Dan di titik itu, ewuh pakewuh bukan lagi soal etika personal, melainkan tragedi kepemimpinan nasional.

Sejarah selalu kejam kepada pemimpin yang gagal memutus bayang-bayang pendahulunya. Mereka dikenang bukan sebagai pembaru, tetapi sebagai catatan kaki. Prabowo kini berdiri di persimpangan: menjadi Presiden yang berdiri tegak di atas mandat rakyat, atau Presiden yang berjalan tertatih di bawah bayang-bayang Jokowi.

Negara ini tidak kekurangan hujan buatan. Yang kita butuhkan adalah irigasi. Dan irigasi hanya bisa dibangun oleh pemimpin yang berani memutus ewuh pakewuh.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Year of Living Dangerously ke Ghost Fleet, dan Bayangan Indonesia Bubar

Next Post

Ketika Memberi Menjadi Napas Terakhir Kebahagiaan

fusilat

fusilat

Related Posts

7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup
Cross Cultural

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026
Feature

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
Next Post

Ketika Memberi Menjadi Napas Terakhir Kebahagiaan

Ketika Dekat dengan Tujuan, Jalan Terasa Semakin Sulit  (Refleksi tentang Tekad, Kebiasaan Baik, dan Rahasia di Balik Ikhtiar)

Ketika Dekat dengan Tujuan, Jalan Terasa Semakin Sulit (Refleksi tentang Tekad, Kebiasaan Baik, dan Rahasia di Balik Ikhtiar)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

August 3, 2026
Disetujui Presiden, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA naik

Listrik Padam Massal di Jaksel dan Tangsel Sejak Subuh, PLN Selidiki Gangguan Suplai Gardu Induk Gandul

August 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist