FusilatNews- Bjorka kembali membuat ulah. Kali ini, ia mengaku memiliki 3,2 miliar data dari aplikasi PeduliLindungi. Hal tersebut mendapat respon dari Pakar keamanan siber Pratama Dahlian Persadha, Ia mengatakan, pemerintah harus melakukan audit menyeluruh dan proses forensik digital terkait dugaan peretasan 3,2 miliar data pengguna PeduliLindungi oleh peretas Bjorka. “Jalan terbaik harus dilakukan audit dan investigasi digital forensic untuk memastikan kebocoran data ini dari mana,” kata Pratama dikutip Kompas.com, Rabu (16/11/2022).
Pratama mengatakan, sumber datanya hingga saat ini belum jelas. Hanya mengenai keaslian atau tidaknya data ini, instansi yang terlibat dalam pembuatan aplikasi PeduliLindungi, seperti Kementerian Kominfo, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, dan Telkom yang bisa memastikan.
Pratama mengungkapkan bila ditemukan celah keamanan pada sistem PeduliLindungi, maka berarti kemungkinan besar memang terjadi peretasan dan pencurian data. “Namun, bila benar-benar tidak ditemukan celah keamanan dan jejak digital peretasan, ada kemungkinan kebocoran data ini terjadi karena insider atau data ini bocor oleh orang dalam,” ucapnya
Pratama yang merupakan Chairman lembaga riset siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) membeberkan penyebab utama kebocoran data. Yaitu peretasan, karena kesalahan manusia atau dibocorkan oleh orang dalam, dan terakhir karena adanya kesalahan dalam sistem informasi tersebut. “Jadi setiap kebocoran data tidak selalu disebabkan oleh serangan siber oleh para peretas. Namun bila serangan oleh para peretas, itupun tidak langsung bisa diidentifikasi para penyerangnya. Ini juga terkait sejauh mana kemampuan dari si peretas,” pungkasnya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News























