• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Polri Sudah Disusupi Teroris, NII Center Singgung ‘Polisi Cinta Sunah’, Benarkah?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 17, 2022
in News
0
Polisi yang Tidak Ada Akhlak di Zaman “Syulit” dan “Syusah”

Ilustrasi Polisi(Thinkstock/Antoni Halim)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews. – Dua anggota polisi Polda Lampung diamankan Densus 88 Antiteror Polri dengan dugaan memasok amunisi senjata api ke kelompok teroris. Menurut pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, hal itu membuktikan upaya infiltrasi ke tubuh aparat. Ken mengatakan kelompok teroris ini memang berupaya mendekati aparat agar punya akses ke persenjataan. Benarkah?

“Fenomena anggota polisi terpapar paham terorisme bukanlah hal baru, banyak kasus terorisme yang melibatkan oknum anggota kepolisian,” kata Ken Setiawan dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (17/11).

Ken menduga oknum polisi Polda Lampung yang dikabarkan ditangkap Densus 88 itu sudah bergabung di kelompok “Polisi Cinta Sunah” jaringan Salafi Wahabi yang melakukan infiltrasi ke dalam tubuh aparat. “Saat ini, muncul fenomena unik di internal kepolisian dengan istilah Polisi Cinta sunah yang juga merupakan salah satu cara infiltrasi paham Salafi Wahabi ke tubuh kepolisian,” kata dia.

Menurutnya, banyak polisi yang terpapar radikalisme karena belajar dengan guru yang salah. Mereka, sambungnya, karena salah mengundang penceramah dan mengikuti tokoh-tokoh Salafi Wahabi.

Ken menilai fenomena Polisi Cinta sunah adalah benalu atau parasit di tubuh kepolisian. Mereka kelihatan rajin ibadah dan jargon memurnikan tauhid serta kembali kepada Alquran dan sunah. Itu, katanya, menjadi andalan mereka saat berdiskusi.

Akhirnya, banyak polisi yang tiba tiba menyalahkan dan membid’ahkan masyarakat karena berbeda paham. Bahkan, sambungnya, sampai mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham dan akhirnya pada mengundurkan diri karena menjadi polisi dianggap bertentangan dengan hati nurani. “Jumlah pengikut media sosial Polisi Cinta Sunah yang sekarang berganti nama menjadi Pembelajar Cinta Sunah mencapai sekitar 170 ribu orang (follower),” ungkapnya.

Ia mengatakan foto-foto polisi bercelana cingkrang dan berjenggot yang awalnya menghiasi laman medsos (Instagram), kini sudah banyak dihapus diganti dengan konten hadist dan ayat-ayat kitab suci. “Dikhawatirkan, jika fenomena Polisi Cinta Sunah dianggap hal biasa dan bukan sebagai ancaman, maka tidak mustahil kasus seperti di Lampung bakal terjadi juga di wilayah Polda lainnya,” bebernya.

Ken mengutip pernyataan dari Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwakhid yang diklaimnya pernah mengungkapkan jika semua tahanan terorisme di lapas BNPT atau pun di tahanan kepolisian itu mayoritas berpaham Salafi Wahabi. “Artinya, harus ada antisipasi terhadap terpaparnya anggota kepolisian supaya penyusupan gerakan radikalisme di lingkungan aparat bisa dicegah,” kata dia.

“Harus ada ketegasan dari pimpinan Polri untuk segera melakukan pembinaan terhadap personelnya di lapangan, agar tidak terpapar paham terorisme,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Polri harus melakukan skrining ke personel lainnya untuk mendeteksi secara dini apakah masih ada oknum polisi terlibat jaringan terorisme sehingga tidak mencederai dan merusak kepolisian. “Pimpinan di tingkat Polri harus segera mengevaluasi, paling tidak ada pembinaan bagaimana seorang aparat bermasyarakat. Paling utama, yakni pembinaan tentang mental dan ideologi,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyatakan terkait penangkapan akan dijelaskan oleh Densus 88 Antiteror. CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan dari Densus 88, maupun BNPT terkait dugaan infiltrasi di tubuh aparat lewat grup cinta sunah itu.

Terkait oknum polisi terpapar terorisme, Ken mendapat informasi sebelumnya ada Brigadir WK dari Kabupaten Tanggamus masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Lampung karena diduga terpapar paham radikalisme. Bahkan, katanya, ada anggota polisi di Polda Jambi yang bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kemudian Bripda NOS, anggota polisi wanita (polwan) di Kepolisian Daerah Maluku dipecat dari institusi kepolisian karena terdeteksi memiliki afiliasi dengan kelompok terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Ken Setiawan mengungkapkan, berbagai latar belakang yang menyebabkan anggota kepolisian terpapar terorisme, seperti faktor pertemanan sampai belajar dengan guru yang salah. Ia menduga, dua oknum anggota polisi Polda Lampung dikabarkan ditangkap Densus 88, diduga merupakan jaringan lama. “Tidaklah mungkin dia (oknum polisi) ini, menyerahkan amunisi atau pun senjata api begitu saja dengan orang yang tidak jelas. Paling tidak, dia sudah berafiliasi secara pemikiran lewat pertemanan dan adanya unsur kepercayaan,” jelasnya.

Selain itu, kata Ken Setiawan, bisa jadi oknum anggota polisi Polda Lampung itu terlibat, diduga karena berteman dengan jaringan terorisme lalu dimanfaatkan akses senjatanya karena motif ekonomi. Atau bisa juga, karena memang terpapar paham radikalisme. “Kita berharap, ada rilis resmi dari Densus 88 terkait dua anggota polisi Polda Lampung yang dikabarkan tim Densus 88 terkait dugaan terorisme,” kata dia. (F-2)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Data PeduliLindungi Dijual Bjorka, Pakar : Pemerintah Harus Gelar Audit dan Forensik Digital

Next Post

PDIP Ingatkan Gibran: Jokowi Lebih Bertalenta saat Jadi Gubernur Jakarta Ketimbang Anies

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Feature

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
Next Post
Bertemu Gibran, Anies Mendoakan Walikota Solo Amanah

PDIP Ingatkan Gibran: Jokowi Lebih Bertalenta saat Jadi Gubernur Jakarta Ketimbang Anies

Yusril Ihza Mahendra Dipanggil ke Istana, Bahas Apa?

Sidang Pencabutan Gugatan Ijazah Palsu Jokowi Telah Digelar 14 November, Yusril Menyesalkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist