• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

De Facto: Indonesia Negara Bagian ke-51 AS

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 24, 2026
in Feature, Politik
0
Apa Benefit Pujian Trump kepada Prabowo bagi Rakyat Indonesia?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Secara “de jure”, Indonesia hingga kini masih eksis sebagai negara merdeka yang berdaulat penuh. Tapi secara “de facto”, Indonesia mungkin sudah menjadi negara yang terjajah atau tak berdaulat lagi, bahkan menjadi negara bagian ke-51 dari Amerika Serikat (AS).

Hal itu terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Kesepakatan Dagang Timbal-balik dengan Presiden AS Donald Trump di Washington, DC, 19 Februari lalu.

Apalagi, Prabowo juga sudah membawa Indonesia masuk Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang diinisiasi Trump.

Board of Peace ini bertujuan membangun kembali Kota Gaza, Palestina, yang sempat diporak-porandakan oleh tentara Israel. Ironisnya, Palestina tidak menjadi anggota Board of Peace, tapi justru Israel yang menjadi anggotanya.

Di lembaga itu Indonesia akan duduk bersama Israel dan AS. Bagaimana mungkin perdamaian akan tercapai dan kemerdekaan Palestina akan terwujud jika Palestina tidak dilibatkan dalam lembaga itu?

Baca : https://fusilatnews.com/geopolitik-indonesia-di-bawah-prabowo-jebakan-multilateralisme-dan-pragmatisme/

Apalagi Israel sudah berulang kali menolak kemerdekaan Palestina. Maka misi Indonesia untuk mendukung kemerdekaan rakyat Palestina pun akan menjadi “mission of impossible” alias misi yang tak mungkin berhasil.

Akibat ART itu, komoditas Indonesia yang diekspor ke AS dikenai tarif 19%. Sementara komoditas AS yang masuk ke Indonesia sama sekali tak dikenai tarif alias 0%. Seperti namanya, ART, Indonesia pun akan menjadi semacam asisten rumah tangga (ART) bagi AS.

Meski sehari kemudian Mahkamah Agung (MA) membatalkan perjanjian tarif yang diteken Trump itu, kemudian politikus Partai Republik tersebut memberlakukan tarif 15%. Bagi Indonesia, berarti hanya mengalami penurunan tarif 4%.

Isi perjanjian lainnya tetap sama. Misalnya, komoditas AS yang masuk Indonesia tak perlu label halal, dan tak perlu pula izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mempertanyakan, ART yang diteken Prabowo bersama Trump itu sebagai perjanjian atau penjajahan?

Tidak, itu saja. Data pribadi penduduk Indonesia juga boleh dibuka, bahkan konon akan dikelola oleh AS. Pun, Indonesia harus mengikuti sikap AS jika negeri Paman Sam itu memberikan sanksi dagang kepada negara lain.

Nah, di sinilah kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka benar-benar terjual. Indonesia tersandera oleh AS. Prinsip non-blok dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif pun musnah sudah. Indonesia benar-benar dikempit ketiak Trump.

Padahal, Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat penuh, dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif merupakan amanat konstitusi, khususnya Alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Dus, jika Bung Hatta saat ini masih hidup, niscaya Proklamator RI itu akan menangis tersedu menyaksikan lenyapnya politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Sebab Bung Hatta-lah yang menginisiasi model politik luar negeri Indonesia itu.

Ya, Indonesia kini terkooptasi oleh AS. Indonesia kini beraliansi dengan AS. Apa pun sikap AS terhadap negara lain, Indonesia harus mengikutinya. Padahal Indonesia adalah pelopor gerakan Non-Blok.

Secara de jure (berdasarkan undang-undang), terutama Alinea IV Pembukaan UUD 1945, Indonesia memang masih eksis sebagai negara merdeka yang berdaulat penuh. Sebab kita memang tak pernah mengubah naskah Alinea IV UUD 1945 itu.

Akan tetapi secara de facto (berdasarkan fakta), Indonesia sudah menjadi negara terjajah oleh AS. Bahkan Indonesia bisa jadi akan diklaim Trump sebagai negara bagian ke-51 AS, sebagaimana Trump mengklaim Greenland milik Kanada sebagai wilayahnya.

Duh, malang nian nasib Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ibu, Juru Masak Agung di Dapur Kenangan

Next Post

Jebakan Tarif Trump: Indonesia Gadaikan SDA Demi Diskon Murah 19%

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Next Post
Jebakan Tarif Trump: Indonesia Gadaikan SDA Demi Diskon Murah 19%

Jebakan Tarif Trump: Indonesia Gadaikan SDA Demi Diskon Murah 19%

Diplomasi “Budak” yang Sia-sia? Pelajaran Pahit dari Meja Washington

Diplomasi “Budak” yang Sia-sia? Pelajaran Pahit dari Meja Washington

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...