Bandung – FusilatNews – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, berencana mengumpulkan para bupati dan wali kota terpilih se-Jawa Barat untuk membahas komitmen pengabdian kepada masyarakat. Salah satu langkah yang ia usulkan adalah meminta para kepala daerah sementara waktu tidak menggunakan mobil dinas selama kondisi sekolah-sekolah di Jawa Barat masih memprihatinkan.
“Bupati terpilih dan wali kota di Jabar, Selasa atau Rabu, akan saya kumpulkan untuk membuat komitmen yang berpihak kepada rakyat. Jangan dulu pakai mobil dinas selama kondisi sekolah masih butut (jelek),” ujar Dedi.
Ia bahkan menantang para kepala daerah yang tetap ingin menggunakan mobil dinas untuk menyampaikan alasannya secara terbuka. “Tapi kalau masih mau pakai mobil dinas, silakan ngomong di YouTube saya sekarang. Berani atau tidak?” ucap Dedi sambil tertawa bersama para Sekretaris Daerah.
Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Dedi menolak pengadaan mobil dinas baru untuk dirinya. Ia meminta agar anggaran yang sudah dialokasikan untuk pengadaan mobil dinas gubernur dialihkan kepada program-program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jangan sampai setiap pemimpin baru identik dengan mobil dinas baru,” tegas Dedi.
Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan mobil dinas baru, mengingat kendaraan pribadinya sudah cukup untuk menunjang aktivitasnya sebagai gubernur. Dedi menekankan bahwa anggaran tersebut sebaiknya digunakan untuk program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan jalan, pembangunan rumah bagi masyarakat miskin, dan peningkatan fasilitas pendidikan.
“Saya sudah meminta kepada Pak Pj Gubernur, tolong jangan belikan saya mobil baru. Fokuskan saja anggarannya untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Dedi seperti dikutip dari Antara.
Langkah ini seolah menjadi sinyal awal gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang ingin menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.























