• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Demokrasi dalam Cermin Retak

Ali Syarief by Ali Syarief
May 27, 2025
in Feature, Politik
0
Demokrasi dalam Cermin Retak
Share on FacebookShare on Twitter

Di satu sisi panggung pemikiran, Radhar Tribaskoro berdiri tegak dengan bendera kewaspadaan sipil. Di sisi lain, Profesor Daniel Mohammad Rosyid menulis dengan penuh kegelisahan intelektual, mencoba menegaskan bahwa sistem demokrasi elektoral yang kita anut—lahir dari rahim reformasi 1998—telah menemui jalan buntu.

Dua tokoh ini, meski berbeda ranah disiplin dan gaya tutur, bertemu di satu titik krusial: keresahan terhadap nasib republik. Tapi di situlah kesamaan mereka berhenti, karena jalan keluar yang mereka bayangkan berbeda bagai siang dan malam.

Radhar menyoroti bahaya otoritarianisme baru yang menjelma dalam kemasan demokrasi prosedural. Jokowi, dalam narasinya, adalah simbol dari cacat struktur politik yang tak lagi berpihak pada rakyat. Bukan karena rakyat memilih, melainkan karena sistem tak mampu menjamin agar pilihan itu lahir dari kesadaran, bukan rekayasa. Radhar, dalam banyak tulisannya, justru mempertahankan demokrasi langsung sebagai ruang vital rakyat untuk tetap punya suara, betapapun lirihnya suara itu di tengah gelombang modal dan propaganda.

Sebaliknya, Profesor Rosyid, lewat tulisan terkininya, justru mengusulkan hal yang lebih ekstrem: mencabut hak rakyat untuk memilih presiden secara langsung. Menurutnya, kita telah gagal dalam membangun sistem meritokrasi. Demokrasi, dalam tafsirnya, hanya menghasilkan pemimpin populer tapi bukan negarawan.

Tesisnya mengundang banyak perdebatan, tapi juga membuka kotak Pandora. Sebab, jika kita mengikuti logika itu, bukankah semua bentuk kesalahan bisa dijadikan alasan untuk menarik hak rakyat? Dan jika kekuasaan bisa diatur ulang lewat MPR, siapa yang menjamin bahwa para elite di Senayan lebih bijak dari jutaan rakyat biasa?


Perdebatan ini bukan sekadar soal prosedur elektoral. Ini adalah refleksi dari trauma bangsa yang belum sembuh: antara keinginan untuk tertib dan hasrat untuk merdeka. Demokrasi memang berisik. Ia membiarkan orang-orang seperti Jokowi atau siapapun yang lihai memainkan sentimen publik naik ke tampuk kuasa. Tapi demokrasi juga membuka pintu koreksi. Bukan pada pemilu berikutnya, melainkan di ruang publik yang hidup.

Yang sering luput dari kedua posisi ini adalah satu hal mendasar: kita terlalu sibuk menilai sistem, tapi lupa membangun etika publik. Demokrasi bukan hanya cara memilih pemimpin, tapi juga bagaimana warga belajar menjadi manusia politik: berpendapat, berbeda, mendengar, dan menahan diri.

Sebab itu, jalan yang ditawarkan Profesor Rosyid, betapapun rasional secara teoritik, berbahaya secara historis. Kita pernah ke sana. Kita tahu rasanya ketika presiden hanya dipilih oleh 700-an orang dalam satu gedung, dan rakyat cukup menonton di televisi. Kita tahu pula betapa korupnya politik tanpa pengawasan publik.

Sementara Radhar, meski setia pada ide demokrasi, tak menutup mata pada kecacatannya. Ia tahu sistem ini telah disusupi oligarki. Tapi solusinya bukan menghapus suara rakyat, melainkan memperkuat nalar rakyat. Ia menulis bukan untuk menyudahi sistem, tapi untuk menggugatnya dari dalam.


Di antara dua posisi inilah saya berdiri—di tengah jalan retak demokrasi, dengan cermin yang tak lagi jernih. Kita boleh frustrasi, kita boleh mengkritik, tapi jangan tergoda untuk mengulang sejarah dengan bingkai yang sama.

Sebab demokrasi memang bukan sistem sempurna. Tapi seperti kata Winston Churchill: It is the worst form of government, except for all the others that have been tried.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MENGURAI LOGIKA BALIK ARAH DEMOKRASI

Next Post

Indonesia Ingin Membeli Kapal Induk?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Birokrasi

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer
Feature

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026
Next Post
Indonesia Ingin Membeli Kapal Induk?

Indonesia Ingin Membeli Kapal Induk?

Hari Ini TNI AL Mentargetkan 5 Km Pagar Laut Di Perairan Pesisir Tangerang Dibongkar

Jangan Rusak Bumi Ini: Perintah Langit, Tugas Kita

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026

MONEY, POWER & BLIND FAITH ADALAH RESEP BENCANA

June 12, 2026
IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...