• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Di Balik Gelapnya Judol: Skandal Perdagangan Manusia dan Jejak Darah di Kamboja

Ali Syarief by Ali Syarief
April 8, 2025
in Crime, Feature
0
Di Balik Gelapnya Judol: Skandal Perdagangan Manusia dan Jejak Darah di Kamboja
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Judi online (judol) bukan lagi sekadar isu pelanggaran hukum di ruang digital. Ia kini menjelma menjadi skandal kemanusiaan global, menyeret nama-nama besar, melibatkan aparat, dan menyisakan luka panjang bagi ribuan rakyat Indonesia. Di balik gemerlap kasino dan layar ponsel yang menggoda, ada jeritan sunyi para korban yang terperangkap dalam jaringan perbudakan modern, disiksa, dan bahkan kehilangan nyawa serta organ tubuhnya.

Salah satu kisah paling mengguncang datang dari Kamboja. Ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) dikirim dengan iming-iming pekerjaan legal, namun yang mereka temukan adalah “kamp” kerja paksa di pusat industri kasino di Sihanoukville dan Poipet. Para korban disiksa, dipaksa bekerja di pusat-pusat judi online ilegal, dan sebagian di antaranya hilang secara misterius. Sebagian besar adalah anak muda, bahkan banyak yang mengaku direkrut melalui program yang diduga terkait dengan mantan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.

Nama Benny kini tak bisa dipisahkan dari tragedi ini. Dikenal sebagai mantan senator DPD RI dari Sulawesi Utara, ia disebut-sebut merekomendasikan program pengiriman TKI ke luar negeri yang ternyata berujung pada perbudakan. Pengakuan salah satu korban, “Budi”, menyebut bahwa tim bentukan Benny meminta biaya antara 25 hingga 35 juta rupiah untuk janji palsu bekerja di pabrik atau industri otomotif. Nyatanya, mereka dijual ke jaringan kasino online di Kamboja.

Lebih mengejutkan lagi, nama Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI dari Partai Gerindra, ikut terseret dalam laporan investigatif Tempo. Ia disebut memiliki hubungan bisnis dengan operator kasino di Kamboja melalui perusahaan Golden Oasis Entertainment Ltd. Meski laporan itu kini sulit diakses (banyak link-nya telah “404”), publik keburu mencium bau amis kekuasaan yang membungkus kejahatan global ini.

Skandal ini tak berhenti di sana. Jaringan bisnis haram ini disebut-sebut dikendalikan oleh para elit negeri sendiri—pejabat kementerian, politisi senior, bahkan petinggi institusi penegak hukum. Bisnis 303, sebutannya, menunjukkan bahwa para pengatur hukum justru menjadi pengatur perjudian. Ini bukan hanya pelanggaran, tapi pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Ketua Umum PDKN, Dr. Rahman Sabon Nama, menuntut agar Pemerintah Prabowo segera mengusut tuntas jaringan perdagangan manusia yang merugikan ribuan warga negara Indonesia. Desakan yang juga disuarakan oleh Susi Pudjiastuti dan Wilson Lalengke, yang mengecam keterlibatan oknum pejabat dan menyerukan pengunduran diri mereka.

Namun apakah suara-suara ini cukup untuk membongkar tembok kekuasaan yang sudah telanjur korup?

Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi ujian besar: akankah ia membuktikan bahwa kepemimpinannya adalah pelurusan dari masa lalu yang kelam? Ataukah ia akan terjebak dalam kompromi dengan para elit partainya sendiri?

Judol bukan sekadar masalah hukum. Ia kini adalah cermin bobroknya moral sebagian pemimpin bangsa. Ketika kekuasaan berubah menjadi tameng untuk kejahatan, maka negara telah gagal menjalankan tugas sucinya: melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Kini, saatnya kita bertanya dengan suara lantang: siapa yang sebenarnya membekingi judol? Dan lebih dari itu, siapa yang akan berani memutus rantai iblis ini?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Setelah DiPHK Sebelumnya, PT Yihong Novatex Berencana Pekerjakan Kembali Karyawannya.

Next Post

Pertemuan Prabowo dengan Awak media : “Ada Narasi yang Hilang – Rakyat Ingin Jokowi Diadili”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Pertemuan Prabowo dengan Awak media : “Ada Narasi yang Hilang – Rakyat Ingin Jokowi Diadili”

Pertemuan Prabowo dengan Awak media : "Ada Narasi yang Hilang - Rakyat Ingin Jokowi Diadili"

Kekerasan Aparat terhadap Jurnalis: Luka di Kepala, Tamparan bagi Demokrasi

Kekerasan Aparat terhadap Jurnalis: Luka di Kepala, Tamparan bagi Demokrasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist