Tokyo, Sebuah usaha patungan antara tiga perusahaan otomotif terkemuka, Honda, General Motors (GM), dan Cruise, siap merevolusi layanan taksi di Jepang. Ketiga perusahaan tersebut bertujuan untuk membawa layanan taksi tanpa pengemudi ke Jepang pada tahun 2026, dan persiapan telah dimulai.
Penumpang akan dapat memesan taksi menggunakan aplikasi ponsel pintar. Layanan taksi akan menjemput penumpang dari lokasi yang ditentukan dan mengantar mereka ke tujuan mereka dengan sepenuhnya tanpa pengemudi. Untuk layanan ini, Honda akan menggunakan Cruise Origin, yang merupakan mobil tanpa pengemudi tanpa setir atau bahkan kursi pengemudi.
Cruise Origin dikembangkan secara bersama-sama oleh Honda dan General Motors. Ini adalah taksi sepenuhnya otonom atau robotaksi yang dirancang untuk layanan taksi dengan interior yang nyaman dan kursi untuk lebih dari enam orang yang duduk berhadapan. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan banyak fasilitas, termasuk akses Wi-Fi dan perangkat hiburan.
Honda menyatakan bahwa usaha patungan dari ketiga perusahaan untuk mobil tanpa pengemudi akan didirikan pada paruh pertama tahun 2024, sesuai dengan persetujuan regulasi. Layanan tanpa pengemudi diharapkan akan diluncurkan pada awal 2026 di sekitar pusat Tokyo. Awalnya, layanan akan dimulai dengan beberapa Cruise Origin dan kemudian diperluas ke lebih banyak kendaraan dan lokasi di Jepang.
Usaha patungan antara GM dan Honda merupakan perluasan dari kemitraan mereka yang telah berlangsung selama satu dekade. Pada tahun 2013, GM dan Honda bergabung untuk mengembangkan sistem sel bahan bakar hidrogen canggih. Kemudian, pada tahun 2018, Honda berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar $2 miliar dalam Cruise selama periode 12 tahun, memperkuat dedikasi mereka terhadap inovasi dan masa depan mobilitas.
Peluncuran layanan taksi tanpa pengemudi di Jepang menandai pergeseran transformatif dalam cara kita memandang transportasi. Ini diharapkan akan mendefinisikan kembali industri transportasi di Jepang dan di seluruh dunia.























