• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siapa Yang Toxic “Jokowi atau LBP?”

Menangkal Toksisitas dalam Politik: Tanggung Jawab Kepala Negara untuk Membangun Kesatuan dan Stabilitas

Ali Syarief by Ali Syarief
May 8, 2024
in Feature, Politik
0
SDM Indonesia Belum Mumpuni, Jokowi dan Luhut Sepakat Pekerjakan Tenaga Kerja Asing di IKN Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Joko Widodo menyambut baik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta kepada Prabowo untuk tidak membawa orang toxic atau bermasalah masuk pemerintahan.

“Sudah bener dong. Bener, bener,” kata Presiden Jokowi Selasa. (7/5/2024)

Pernyataan Jokowi seperti itulah, yang ingin saya kritisi, secara normative, karena poisisinya ia juga sekaligus sebagai Kepala Negara.

Fenomena toksisitas dalam politik sering kali menjadi bagian dari dinamika yang terjadi antara partai politik. Kritik tajam dan retorika yang keras sering digunakan sebagai strategi untuk meraih dukungan dan meredam lawan politik. Namun, ketika toksisitas ini merembes ke dalam tingkat kepemimpinan negara, terutama dari seorang kepala negara, itu menimbulkan keprihatinan yang serius.

Ketika seorang pemimpin negara menggunakan bahasa atau perilaku toksik, itu mencerminkan kurangnya sikap yang sesuai dengan jabatan yang diemban. Seorang kepala negara diharapkan untuk memperlihatkan sikap yang bijaksana, penuh hikmat, dan dapat mempersatukan rakyatnya. Namun, ketika ia menggunakan bahasa yang merendahkan, menyerang secara pribadi, atau memprovokasi dengan sengaja, hal itu menciptakan polarisasi dan konflik yang dapat merusak kesatuan dan stabilitas negara.

Baca : https://fusilatnews.com/jokowi-sambut-baik-peringatan-luhut-terkait-orang-toxic-di-lingkaran-prabowo/

Toksik dalam konteks politik dapat merujuk pada beragam perilaku atau ucapan yang merugikan, termasuk penistaan, pemfitnahan, atau intimidasi. Ini seringkali menjadi bagian dari strategi politik untuk menyerang lawan atau memperoleh keunggulan dalam persaingan politik. Namun, perlu diingat bahwa politik seharusnya menjadi wadah untuk membahas perbedaan pendapat secara damai dan konstruktif, bukan sebagai ajang untuk menyebarkan kebencian atau menciptakan ketidakharmonisan.

Ketika seorang kepala negara terlibat dalam perilaku atau ucapan toksik, ini bukan hanya mencoreng citra dirinya sendiri, tetapi juga mencoreng citra negaranya. Hal ini dapat merusak reputasi internasional negara tersebut dan mengurangi kepercayaan masyarakat dalam kemampuan pemerintah untuk memimpin dengan bijaksana dan adil.

Selain itu, toksisitas dalam politik juga dapat membawa dampak negatif pada proses demokrasi secara keseluruhan. Ketika pemimpin negara menggunakan bahasa yang merendahkan atau menyerang, hal itu dapat mempengaruhi perilaku dan sikap masyarakat secara keseluruhan. Ini bisa memicu polarisasi yang lebih besar, memperkeruh suasana politik, dan menghambat dialog yang konstruktif.

Untuk mengatasi toksisitas dalam politik, penting bagi pemimpin negara untuk memberikan contoh yang baik dan menegaskan pentingnya toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan penyelesaian konflik secara damai. Pendidikan politik yang baik juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga bahasa dan perilaku yang santun dalam berpolitik.

Dengan memperkuat nilai-nilai demokrasi, mengedepankan dialog yang terbuka dan inklusif, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau partai, kita dapat mengurangi toksisitas dalam politik dan membangun masyarakat yang lebih harmonis dan stabil secara politik.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PPWI Mesir Akan Selenggarakan Diklat Jurnalistik Pewarta Ekonomi di Kairo

Next Post

Untuk Menghormati Pemenang, Ganjar Pilih Oposisi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?
Feature

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Next Post
Tanggapi  Putusan MK Parpol Pengusung Ganjar-Mahfud Siap Beroposisi

Untuk Menghormati Pemenang, Ganjar Pilih Oposisi

Meski Versi Quick Count, Keunggulan Prabowo Gibran Jadi “Ancaman”, Warga Rempang akan Terus Berjuang

Prabowo Harus Tunduk Pada UU Kementerian Negara, Tak Boleh Seenaknya Menambah Nomenklatur Kementerian

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist