• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Diamnya Parpol Pendukung Jokowi-Ijazah Palsu: Tanda Konspirasi yang Harus Diusut

Ali Syarief by Ali Syarief
April 15, 2025
in Crime, Feature, Politik
0
KIM Mulai Menekan Prabowo: Koalisi atau Tuntutan Kekuasaan?
Share on FacebookShare on Twitter

Diam, dalam politik, sering lebih nyaring daripada teriakan. Ketika isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo mencuat dan mengguncang kesadaran publik, justru partai-partai politik pendukungnya, terutama PDI Perjuangan, memilih bungkam. Tak ada pernyataan, tak ada klarifikasi, apalagi sikap kritis. Padahal, isu ini bukan perkara sepele. Ia menyangkut legitimasi dasar seorang kepala negara—tentang siapa dia sebenarnya, dan apakah ia layak memegang tampuk kekuasaan berdasarkan syarat konstitusional.

Pertanyaannya sederhana namun menyayat akal sehat: mengapa partai-partai tersebut diam?

Ada dua kemungkinan jawaban: mereka tidak tahu, atau mereka tahu dan memilih diam. Kemungkinan pertama bisa segera dikesampingkan. Mustahil partai sekelas PDI Perjuangan, dengan jaringan intelijen dan pengaruh kekuasaan sedemikian luas, tidak memiliki akses informasi yang sama dengan masyarakat sipil yang menggugat keabsahan ijazah Jokowi. Yang tersisa adalah kemungkinan kedua: mereka tahu, tapi memilih tidak bicara. Dan dalam politik, pilihan untuk diam ketika kebenaran dipertaruhkan adalah indikasi keterlibatan.

Diam itu tampak seperti strategi bertahan. Sebuah konsensus senyap yang lahir dari kekhawatiran kolektif. Mereka tahu, jika isu ini terbukti secara hukum—dan vonisnya inkrah—maka yang roboh bukan hanya figur Jokowi. Yang runtuh adalah bangunan kekuasaan selama satu dekade, lengkap dengan semua yang menopangnya: partai, koalisi, dan jejaring kepentingan yang menjadikannya presiden dua periode.

Ini bukan sekadar soal ijazah. Ini tentang kredibilitas seorang pemimpin, tentang keabsahan mandat rakyat, dan tentang kemungkinan bahwa selama ini bangsa ini dipimpin oleh seseorang yang memperoleh kekuasaan dengan dokumen yang keliru—atau lebih buruk, dipalsukan.

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Prof. Feri Amsari, dalam sebuah diskusi publik pada 2023 pernah menyatakan, “Kalau benar ada pemalsuan dokumen oleh pejabat negara, maka hal itu tidak bisa dianggap pelanggaran ringan. Ia adalah kejahatan serius terhadap konstitusi dan mandat demokrasi.” Ia menambahkan, jika terbukti, maka Jokowi bukan hanya layak diberhentikan secara tidak hormat, tetapi segala kebijakannya selama menjabat bisa dipertanyakan keabsahannya.

Sikap diam partai politik juga dikritik oleh pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar. “Kalau mereka tidak mendorong klarifikasi atau investigasi, padahal ada tuduhan serius, itu bisa ditafsirkan sebagai pembiaran. Bahkan bisa masuk dalam kategori obstruction of justice kalau ada upaya menutupi fakta hukum,” ujarnya kepada wartawan pada akhir 2023.

PDI Perjuangan sebagai partai utama pengusung Jokowi seharusnya berdiri paling depan dalam menuntut transparansi. Tapi yang muncul justru sikap menutup telinga dan menutup mulut. Jika partai yang mengaku sebagai pelopor ideologi dan penjaga konstitusi malah ikut menafikan prinsip keterbukaan, lantas kepada siapa rakyat harus berharap?

Publik berhak curiga. Apakah partai-partai ini ikut terlibat dalam konstruksi narasi palsu? Apakah mereka selama ini tahu tapi memilih diam karena keuntungan politik terlalu besar untuk dikorbankan demi kebenaran?

Jika pengadilan suatu saat membuktikan bahwa ijazah Jokowi memang palsu, maka tanggung jawab hukum dan moral tak cukup hanya ditimpakan kepada satu orang. Partai-partai pendukung harus ikut dimintai pertanggungjawaban. Bila keterlibatan mereka nyata dan terbukti, pembubaran adalah konsekuensi logis dan konstitusional.

Sebagaimana dikatakan oleh almarhum Prof. Satjipto Rahardjo, “Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan, justru kekuasaanlah yang harus tunduk pada hukum.”

Kebohongan yang dibiarkan adalah kejahatan. Dan diam yang disengaja adalah bentuk lain dari persekongkolan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rumah La Nyalla Mataliti di Surabaya Digeledah KPK

Next Post

Jokowi Pelintir -“actori incumbit onus probandi” – Tunjukan Saja!!!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Ijazah Jokowi dan Kedunguan UGM: Mengapa Publik Masih Meragukan?

Jokowi Pelintir -“actori incumbit onus probandi” - Tunjukan Saja!!!

IDI Jabar Kecam Pemerkosaan oleh Dokter Residen di RSHS Bandung, Unpad Hentikan Sementara Program Anestesi

IDI Jabar Kecam Pemerkosaan oleh Dokter Residen di RSHS Bandung, Unpad Hentikan Sementara Program Anestesi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...