Pernikahan anjing juga dianggap menjelaskan ironi bagi rakyat Indonesia dengan ketimpangan kemiskinan yang mendalam. Terlebih dengan jabatan pemilik Indira atau kerap disapa Nena Ghoib sebagai tim staf khusus kepresidenan RI.
Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi adanya pernikahan Jojo dan Luna anjing peliharaan berjenis Alaskan Malamute,di kawasan mewah Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Jumat (14/7). dengan tradisi adat Jawa yang menuai protes masyarakat Jawa khususnya di Media Sosial
Pernikahan mewah sepasan anjing betina dan jantan yang bernama Jojo dan Luna yang mengusung tradisi adat Jawa viral karena . Pernikahan tersebut digelar mewah menelan dana hingga Rp 200 juta
Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) dan Persatuan Pambiwara Indonesia (Pepari) termasuk yang mengkritik acara itu hingga mendesak pelaku pernikahan anjing meminta maaf ke publik.
Ketua PPY Ki Abeje Janoko menyatakan sikap, acara yang dilaksanakan sekelompok pemuda-pemudi tersebut sangat mencederai nilai-nilai budaya adiluhung yang tetap dilestarikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia pun mengkritik keras video pernikahan yang viral tersebut.
“Kami sebagai bangsa Indonesia, merasa mendapat pelecehan dari pelaksanaan ini, prosesi adat diciptakan oleh leluhur kami mengandung nilai luhur dan dipakai upacara sakral dalam pernikahan manusia, tetapi diadopsi untuk prosesi pernikahan dengan memakai simbol-simbol budaya adiluhung yang semestinya tidak sepantasnya diterapkan pada anjing,” ujar Ki Abeje dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (18/7).
Pemilik anjing berjenis , akhirnya buka suara mengenai viralnya Kegiatan itu memicu kontroversi lantaran diadakan secara mewah menggunakan adat Jawa dan diberkati pastor.
Pemilik Jojo dan Luna, Valentina Chandra dan Indira Ratnasari melayangkan permohonan maaf atas viralnya pernikahan anjing yang dikatakan menghabiskan budget hingga Rp 200 juta itu.
Gelaran pernikahan super mewah dinilai membuat kegaduhan dari berbagai pihak dan bahkan dianggap mencemarkan nama baik gereja dan adat Jawa.
“Kami sangat menyesal dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada para pegiat budaya Jawa dan seluruh masyarakat Indonesia yang kurang berkenan dan tersakiti dengan acara pernikahan Jojo dan Luna,” kata Nena dan Valen dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Rabu (19/7/).
Para pemilik anjing tersebut mengaku tidak memiliki niat melecehkan atau tidak menghargai budaya Indonesia terutama budaya Jawa. Di sisi lain keduanya juga meminta maaf mengenai pemberkatan Katolik tang dilakukan pada pernikahan anjing
“Kami sangat berterima kasih juga karena telah diingatkan kembali untuk lebih memahami budaya tersebut dan kami berjanji untuk kedepannya tidak akan mengulangi lagi dan akan menjadi pembelajaran kami kedepankan,” kata Nena dan Valen.
“Kami juga mohon maaf sebesar-besarnya keuskupan Agung Jakarta dan seluruh umat Katolik untuk berita pemberkatan hewan peliharaan yang disalahartikan oleh masyarakat sebenarnya yang terjadi hanyalah pet blessing atau pemberkatan hewan yang seperti biasa dilakukan oleh gereja ditanggal 4 Oktober untuk memperingati St Fransiskus Asisi,” ucap Nena dan Valen.
Nama Nena kemudian disorot karena tidak asing dan memiliki ribuan pengikut di Instagram. Pekerjaan Nena juga dikuliti warganet di medsos. Dalam bio Instagram-nya, Nena menuliskan jika dirinya merupakan salah-satu tim staf khusus kepresidenan.
Pernikahan anjing juga dianggap menjelaskan ironi bagi rakyat Indonesia dengan ketimpangan kemiskinan yang mendalam. Terlebih dengan jabatan pemilik Indira atau kerap disapa Nena Ghoib sebagai tim staf khusus kepresidenan RI.
























