Jakarta, Fusilatnews.–Menjelang Lokakarya Perkaderan HMI Dipo Pimpinan Raihan Ariatama pada 27 – 30 Januari 2023 di Jakarta, Syafudin PB HMI Bidang PA dengan Panitia, Rivai, selenggarakan Diskusi Road to Perkaderan bersama KAHMI bertema ” Menyongsong masa depan menuju HMI emas 2047 ” dimarkas jalan Sultan Agung no 25 Setiabudi Jakarta, 19 Januari 2023 sore.
Dengan Moderator Karina H menampilkan Panelis Ahmad Murhani (KAHMI Sulteng), Abdul Kadir B (Dosen Universitas Khairu, Ternate) dan Syamsul Komar (Kemenpora).
Syamsul Komar menyatakan, menghadapi UU keormasan Pemuda, maka mutu organisasi modern HMI harus inovatif supaya menarik dan diminati mahasiswa sesuai minat dan bakatnya ke arah professional. Diperlukan konsep standarisasi termasuk memebenai Keseketariatan
Saya terpesona dengan Master of Training HMI, bila tidak masuk HMI mungkin saya jadi extremis anti Hymne Indonesya raya. Aktivis HMI jangan rebutan jadi Pengurus Besar HMI, di daerahnya masing masing bisa jadilah kader putra Otonomi Daerah, tetap bermoto HMI kader umat dan bangsa dari perkaderan. Bila sudah Alumni jangan ingin tetap ber PB HMI ria.
Kita prihatin HMI dianggap miskin Ilmu dan destruktip. Panelis Abdul Kadir B minta HMI harus ubah kultur untk mempekaya literasi, seperti memperbanyak Diskusi Perkaderan ini, dengan menggunakan Zoom webinar sehingga bisa diikuti oleh banyak angota HMI se RI.
Timses Kandidat Kader HMI harus mandiri tanpa KKN hindari permisif. Ketika ber HMI saya bersaing jadi Ketum komisariat universitas Jember, kini saya malah prihatin dengan anak saya di UIN Ciputat tak mau bersaing jadi Ketum HMI alasannya senior yang rekayasa calon Ketua umum.
Panelis Abdul Kadir B (Dosen Universitas Khairun, Ternate), mengatakan bias informasi internet memvonis Islam jadi tersangka teroris, Radikal, dll. Hakekatnya HMI adalah gudang aneka tokoh dalam daftar jumpa mutu, seharusnya HMI bisa fasilitasi Alumni tajir yang ingin sosialisasi gagasan gratis ke Cabang-cabang HMI namun sayangnya kita kurang media.
Saya kelola Perkaderan HMI supaya menghasikan kitab tembaga yang disayangkan oleh kawan kawan menjadikan hal yang kuatir diketahui cabang lain. Prihatin ada Pejabat tanpa sekolah ber ijazah asli sehingga hanya presentasi tanpa kompetensi. * Mahdi
























