Jakarta, Fusilatnews – Doa bagi jemaah haji asal Indonesia yang baru selesai melaksanakan wukuf di Arafah, Mekah, Arab Saudi, menggema di masjid-masjid dan musala-musala serta tanah-tanah lapang di Indonesia. Salah satunya dari Musala Al Istiqomah.
“Inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang berhaji dan baru selesai wukuf di Arafah semoga menjadi haji yang mabrur. Haji mabrur balasannya adalah surga,” kata Ustaz Ahmad Sarnubi SQ saat menyampaikan khutbah salat Idul Adha 1446 H di Musala Al Istiqomah, Peninggaran Timur, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Jumat (6/6/2025).
Hadir dalam kesempatan itu Qodimul Musala Al Istiqomah H Nur Ali, serta sejumlah ustaz seperti Ustaz Mukarobin, Ustaz Hasbi Mahpud, Ustaz Ahmad Fauzan, Ustaz Amrullah, Ustaz Rahmatullah, Ustaz Waryono, dan H Haromain.
Haji mabrur berarti haji yang diterima oleh Allah SWT, yaitu haji yang dilaksanakan dengan baik dan benar, sesuai dengan syariat Islam, dan menghasilkan kebaikan bagi diri sendiri serta bermanfaat bagi orang lain.
Dalam bahasa Arab, “mabrur” berasal dari kata “birr” yang berarti kebaikan atau kebajikan, sehingga haji mabrur juga bisa diartikan sebagai haji yang penuh kebaikan dan kebajikan.
Berhaji dengan baik dan benar sesuai syariat Islam berarti semua rukun haji dilaksanakan dengan sempurna.
Seperti diberitakan, dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriyah atau 2025 Masehi ini tantangan yang dihadapi jemaah calon haji asal Indonesia lebih berat dan kompleks daripada tahun-tahun sebelumnya.
Banyak jemaah calon haji asal Indonesia yang terlantar di Mekah. Menjelang puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, misalnya, 600-an jemaah calon haji sempat tak terangkut menuju Arafah. Banyak pula yang tak kebagian tenda di Arafah.
Pun banyak di antara jemaah calon haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci. Menjelang wukuf di Arafah kemarin, sedikitnya 125 orang jemaah calon haji asal Indonesia meninggal dunia di Mekah. Mayoritas lanjut usia.
Di saat jemaah calon haji melaksanakan wukuf di Arafah, kata Ustaz Sarnubi, umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia melaksanakan puasa sunah Arafah yang termasuk sunah muakad (sangat penting), sebagaimana salat Idul Adha.
“Puasa sunah Arafah menghapus dosa-dosa kita setahun ke belakang dan setahun ke depan,” jelasnya.
Selain puasa sunah Arafah, kata Ustaz Sarnubi, kurban hewan piaraan di hari raya Idul Adha juga termasuk sunah muakad yang pahalanya juga sangat besar.
“Setiap helai bulu hewan kurban yang kita sembelih, pahalanya adalah 10 kebaikan. Padahal berapa juta helai bulu kambing, domba, sapi atau kerbau yang kita sembelih, kita tak sanggup menghitungnya. Betapa banyak kebaikan yang kita dapat. Bagi yang kurban, Allah akan membangunkan istana di surga,” papar ustaz low profile atau tawadu’ ini.
Sementara itu, Musala Al Istiqomah juga menyelenggarakan pemotongan dan menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat. “Insya Allah ada 2 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang kita potong tahun ini,” kata Ustaz Amrullah, Panitia Qurban Musala Al Istiqomah.
Sementara itu, salat sunah Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di Masjid Nurul Baqa, juga di Peninggaran Timur, Kebayoran Lama Utara, Jaksel.
Menurut Ketua Panitia Qurban Masjid Nurul Baqa H Joko Haryanto SE MM, pihaknya tahun ini memotong 9 ekor sapi dan puluhan ekor kambing.




















