Jakarta, Fusilatnews – Perangkat atau gawai Handphone (HP) kini telah menjelma menjadi sihir gaya baru. “Kalau dulu sihir berupa kekuatan supranatural, katakanlah untuk memengaruhi perilaku seseorang, kini ada sihir gaya baru, yakni HP,” kata Imam Besar Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Dr HM Bukhari Muslim SQ MH dalam khutbahnya saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Agung Discovery Residences Bintaro Tangerang Selatan, Banten, Jumat (3/10/2025).
Menurut Bukhari, HP telah menyihir hampir semua umat manusia, tak terkecuali umat Muslim. Sehingga, katanya, umat Muslim lebih sering-sering membuka dan membaca HP daripada membuka dan membaca kitab suci Al Quran. Perilaku umat Muslim pun akhirnya lebih dominan dikendalikan oleh HP daripada oleh Al Quran.
“Belum tentu dalam sehari, seminggu, atau bahkan sebulan kita membuka dan membaca Al Quran. Namun hampir setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik, kita selalu membuka dan membaca HP. Kita telah tersihir sedemikian rupa sehingga yang kita buka setiap saat adalah HP, bukan Al Quran. Sebab, apa pun yang kita inginkan semua tersedia di HP. Akibatnya, perilaku kita dikendalikan oleh HP,” jelas kiai kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.
Sebab itu, kata Bukhari, diperlukan kesadaran individu setiap Muslim agar tidak terus-menerus tersihir oleh HP dan perilakunya dikendalikan oleh HP.
‘Justru kita yang harus mengendalikan HP, bukan perilaku kita yang dikendalikan oleh HP. Kesadaran semacam ini harus kita miliki,” sarannya.
Agar kita tidak tersihir oleh HP, kata Bukhari, maka kita harus memiliki filter atau saringan yang ketat. “Apa yang baik dari HP kita ambil, apa yang tidak baik dari HP kita buang,” tegasnya.
Sementara itu, kata Bukhari, agar kita punya filter yang ketat untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dari HP, selain menggunakan akal sehat, juga sering-seringlah membaca kitab suci Al Quran yang disebut juga sebagai “Al Furqon” atau pembeda yang baik dengan yang buruk, yang “haq” dengan yang “bathil”.
“HP itu ibarat pedang bermata dua. Ada sisi baik dan ada sisi buruk. Semua tergantung kita dalam menggunakannya. Apakah untuk kemaslahatan ataukah untuk kemaksiatan. Semua tergantung kita sebagai pengendali HP, bukan kita yang dikendalikan oleh HP,” paparnya.
Di sisi lain, Bukhari juga mengajak semua umat Muslim untuk “qoulan sadidan” atau berkata yang benar dan jujur, tidak berbohong apalagi menyebar hoaks atau berita bohong. “Termasuk melalui HP,” tandasnya.
Usai menyampaikan khutbah, Bukhari pun didaulat takmir masjid untuk menyampaikan testimoni atau kesaksian yang direkam dalam sebuah video yang akan diposting di media sosial Masjid Agung Discovery Residences Bintaro.
Dalam testimoninya, Bukhari antara lain mengapresiasi langkah takmir masjid mengadakan program Jumat Berkah, di mana takmir masjid menghimpun donasi berupa makanan dan minuman dari jemaah dan penghuni kompleks perumahan Discovery Residences dan kemudian membagikannya kepada jemaah salat Jumat.
Jumat lalu terkumpul 1.300 boks nasi, dan Jumat ini terkumpul 1.100 boks nasi. Semua itu habis dibagikan kepada jemaah yang sebelumnya menerima kupon yang petugas bagikan di pintu masuk masjid menjelang salat Jumat. “Alhamdulillah,” kata Kiai Bukhari Muslim yang sebelumnya ikut makan bersama di teras masjid bersama takmir, termasuk salah seorang pendiri masjid, H Willy Abdullah Fujiwara.























