• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Dugaan Tilep Dana TNI Rp586 M, Pengacara HRS: Dudung Memang Sosok Bermasalah

fusilat by fusilat
August 8, 2025
in Crime, News
0
Resmi, Puspomad Hentikan Penyelidikan Dugaan Penistaan Agama KSAD Dudung
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Achsin El-Qudsy

Jakarta-Fusilatnews — Nama Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan soal pernyataan kontroversialnya, melainkan dugaan penyalahgunaan dana Tabungan Wajib Perumahan (TWP) prajurit TNI AD sebesar Rp 586,5 miliar. Dugaan ini pun memantik komentar tajam dari pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar, yang menyebut Dudung sebagai sosok bermasalah sejak lama.

“Kami sejak awal pemerintahan Pak Haji Prabowo Subianto sudah menyampaikan keberatan terhadap keberadaan beberapa manusia bermasalah, termasuk Dudung. Kini terbukti, bukan hanya soal sikap dan kebijakan, tapi juga menyangkut nasib prajurit TNI yang jadi korban,” ujar Aziz, Kamis (7/8).

Aziz menilai, kasus dugaan korupsi dana TWP ini tak bisa dianggap remeh atau sekadar urusan administratif. Ia menegaskan bahwa hal ini adalah cermin dari kekuasaan yang tak akuntabel.

“Bukan hanya menyangkut uang rakyat kecil, tetapi juga menggambarkan wajah kekuasaan yang arogan. Dudung kerap menyudutkan ulama dan umat, dan kini justru mencoreng nama baik institusi militer itu sendiri,” katanya.

Ia pun mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terus memelihara figur dengan rekam jejak buruk. Menurutnya, untuk mewujudkan TNI yang profesional dan dipercaya publik, pimpinan militer harus transparan dan tegas dalam menghadapi dugaan penyelewengan.

“Jangan karena status Dudung sebagai mantan jenderal, lalu hukum tumpul. Kami minta aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini secara serius, karena ini menyangkut martabat dan kesejahteraan prajurit,” tambahnya.

Dugaan Penyelewengan Rp586 Miliar

Temuan soal dugaan penyelewengan ini pertama kali diungkap melalui audit Irjen TNI AD. Laporan menyebut adanya pencairan dana hingga Rp 586,5 miliar ke sejumlah pengembang untuk pembangunan rumah prajurit. Namun, banyak proyek yang tak kunjung selesai bahkan tak tampak wujud fisiknya.

Program ini menuai keluhan dari para prajurit, terutama karena gaji mereka dipotong secara otomatis untuk kredit rumah yang tidak mereka pilih dan tak jelas realisasinya.

Respons Dudung: Klarifikasi dan Bantahan

Menanggapi sorotan tersebut, Dudung Abdurachman buka suara. Ia mengklaim bahwa kebijakan kredit rumah itu adalah bentuk solusi bagi prajurit baru agar tidak konsumtif setelah lulus pendidikan. Ia juga menyebut tidak pernah memaksakan prajurit untuk ikut program tersebut.

“Daripada setelah lulus beli HP, motor, mending beli rumah. Itu bentuk kepedulian. Kalau tidak dipakai, bisa disewakan untuk passive income,” ujar Dudung dikutip dari Tempo.

Meski begitu, laporan investigasi IndonesiaLeaks menyebut adanya tekanan kepada prajurit. Salah seorang saksi mengaku diancam akan dipindahtugaskan ke Papua jika menolak membeli rumah dari program tersebut.

Dudung membantah tudingan itu. “Saya tidak pernah mengancam. Pinjaman bisa saja dalam bentuk uang, tidak harus rumah dari pengembang,” katanya.

Sorotan Publik dan Desakan Investigasi Serius

Isu ini mendapat perhatian luas. Sejumlah tokoh meminta agar aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menyelidiki kasus yang menyangkut nama besar di militer. Aziz Yanuar pun kembali menegaskan bahwa prajurit TNI bukan alat politik atau sapi perah elite.

“Mereka ini digaji rendah, tapi dipotong seenaknya untuk rumah fiktif. Mana rasa keadilan? Ini bukan sekadar salah kelola. Ini penjarahan dana prajurit oleh elite yang rakus,” tegasnya.

Aziz mengakhiri pernyataannya dengan seruan tegas: “Prajurit butuh keadilan, bukan narasi pencitraan dari purnawirawan yang sudah kenyang jabatan.”


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ibu MA dari Ngawi Fatmawati Masa Kini?

Next Post

Jika Lembong Bungkam, Akal Sehat Publik Bisa Liar

fusilat

fusilat

Related Posts

Komunitas

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung
News

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
Next Post
Ketika Keadilan Tertukar: “Mengapa Vonis terhadap Tom Lembong Adalah Kekeliruan Hukum”

Jika Lembong Bungkam, Akal Sehat Publik Bisa Liar

SAATNYA MELAWAN PRABOWO (6): Otoriterisme dan Sentralisme Wowok menuju Sistim Diktator Konglomerat: Model PKI Gaya Baru…

Hasrat Massa: Street Courts Around Monas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist