• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ibu MA dari Ngawi Fatmawati Masa Kini?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 8, 2025
in Feature, Pojok KSP
0
Ibu MA dari Ngawi Fatmawati Masa Kini?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Ibu MA (55), jelas bukan Ibu Fatmawati, istri Proklamator dan Presiden Pertama RI Soekarno, Ibu Negara RI, yang kemudian diangkat menjadi Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya bagi negara, termasuk menjahit bendera Merah Putih menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Sang saka Merah Putih jahitan Ibu Fatmawati itu kini dikenal sebagai Bendera Pusaka yang setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya duplikatnya dikibarkan dalam upacara bendera di Istana Negara.

Ibu MA memang hanya seorang ibu rumah tangga biasa asal Ngawi, Jawa Timur, yang kemudian menjahit bendera One Piece dan ia kibarkan di depan rumahnya, Minggu (3/8/2025).

Nah, gegara aksi nekadnya itu, Ibu MA sempat didatangi polisi dan akhirnya menurunkan bendera yang sekarang sedang menjadi sorotan masyarakat itu.

Adapun tujuan pemasangan bendera yang bergambar tengkorak dan dua tulang tangan menyilang yang merupakan simbol dari bajak laut itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena polis asuransi pendidikannya belum cair-cair juga.

Meskipun hanya seorang ibu rumah tangga, dan tinggal di kampung pula, ternyata Ibu MA melek berita. Ia tahu bendera bajak laut itu kini sedang viral karena banyak dipasang masyarakat menjelang 17 Agustus 2025.

Sebagai ibu rumah tangga, Ibu MA juga tergolong berani. Jarang sekali ada ibu rumah tangga yang menjahit dan kemudian memasang bendera One Piece. Mungkin Ibu MA satu-satunya di Indonesia.

Adapun tujuan masyarakat memasang bendera One Piece adalah sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas sulitnya kondisi ekonomi yang kini sedang mereka hadapi.

Sementara itu, pemerintah sudah wanti-wanti agar pemasangan bendera One Piece di mana pun dan kapan pun jangan sampai melanggar aturan, yakni lebih besar atau lebih tinggi daripada bendera Merah Putih. Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Jika melanggar, maka ada konsekuensi pidana. Yakni dihukum 5 tahun penjara.

Meski begitu, tetap saja banyak masyarakat yang nekad memasang bendera One Piece di bak-bak truk, jalan-jalan, ruang-ruang publik, atau depan-depan rumah, misalnya. Polisi pun banyak turun tangan untuk mengedukasi dan mempersuasi masyarakat sehingga bendera kontroversial itu diturunkan.

Serupa Tapi Tak Sama

Namun, dari kacamata tertentu ada keserupaan yang sama antara Ibu MA dan Ibu Fatmawati, meskipun jelas keduanya tidak sama. Lantas, apa keserupaan itu?

Sama-sama menghadapi ancaman pidana. Saat itu pun Ibu Fatmawati menghadapi ancaman pidana, sebagaimana Ibu MA, jika pemerintah kolonial Belanda mengetahui ibunda dari Megawati Soekarnoputri itu sedang menjahit bendera Merah Putih, dan kemudian dikibarkan, yang saat itu dilarang.

Sebagaimana Ibu Fatmawati membeli kain dan kemudian menjahit bendera Merah Putih itu sendiri, Ibu MA pun membeli kain dan menjahit bendera One Piece itu sendiri.

Apakah dengan demikian berarti Ibu MA merupakan Ibu Fatmawati masa kini?

Nanti dulu. Sebab, Indonesia kemudian merdeka, sehingga Bung Karno dan Ibu Fatmawati pun tidak dihukum, justru kemudian menjadi pahlawan.

Sebaliknya, Ibu MA bisa menjadi pecundang bila ia melanggar hukum dalam mengibarkan bendera One Piece.

Di sinilah terbukti bahwa batas antara pahlawan dan pecundang sangat tipis, bahkan mungkin lebih tipis dari kulit ari.

Seandainya Indonesia gagal merdeka, maka Bung Karno dan Ibu Fatmawati akan menjadi pecundang. Sebaliknya karena Indonesia berhasil merdeka, maka keduanya kemudian menjadi pahlawan bangsa.

Padahal, pengibaran bendera apa pun yang tidak dilarang pemerintah, termasuk One Piece merupakan kebebasan berekspresi. Dan kebebasan berekspresi dijamin konstitusi, yakni Pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Kecuali bendera One Piece yang dikibarkan Ibu MA itu lebih tinggi posisinya dan/atau lebih besar ukurannya daripada bendera Merah Putih yang juga dikibarkan di tempat yang sama.

Kecuali pula, Ibu MA mengibarkan bendera yang memang sudah dilarang pemerintah seperti bendera Palu Arit (Partai Komunis Indonesia/PKI), bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau bendera Front Pembela Islam (FPI). Sejauh ini bendera One Piece belum dilarang pemerintah Indonesia.

Makin Dilarang Makin Melawan

Meski pemerintah hanya mewanti-wanti pemasangan bendera One Piece agar tidak melanggar aturan sebagaimana dimaksud dalam UU No 24 Tahun 2009, namun di lapangan banyak terjadi “larangan”.

Hal itulah yang menimbulkan rasa penasaran masyarakat, sehingga makin dilarang masyarakat akan semakin melawan dengan memasang bendera One Piece.

Mengapa pula harus dilarang? Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berdalih ada upaya adu domba di balik gerakan pemasangan bendera One Piece itu yang ia tengarai berlangsung secara sistematis.

Mengapa eksekutif dan legislatif paranoid?

Pengibaran bendera One Piece adalah kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi. Termasuk yang dilakukan Ibu MA dari Ngawi. Ia bukan seorang pecundang. Ia seorang pemberani. Apalagi pahlawan atau pecundang, sesungguhnya semua tergantung sudut pandang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“𝐇𝐚𝐤” 𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐇𝐮𝐫𝐮𝐟 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐤 𝐏𝐨𝐥𝐚 𝐏𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧.

Next Post

Dugaan Tilep Dana TNI Rp586 M, Pengacara HRS: Dudung Memang Sosok Bermasalah

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Resmi, Puspomad Hentikan Penyelidikan Dugaan Penistaan Agama KSAD Dudung

Dugaan Tilep Dana TNI Rp586 M, Pengacara HRS: Dudung Memang Sosok Bermasalah

Ketika Keadilan Tertukar: “Mengapa Vonis terhadap Tom Lembong Adalah Kekeliruan Hukum”

Jika Lembong Bungkam, Akal Sehat Publik Bisa Liar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...