• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ekspor di Tengah Bayang Utang: Kilau dan Debu di Trade Expo Indonesia 2025

fusilat by fusilat
November 12, 2025
in Economy, Feature
0
Ekspor di Tengah Bayang Utang: Kilau dan Debu di Trade Expo Indonesia 2025
Share on FacebookShare on Twitter

BSD, Tangerang — Fusilatnews – Lampu-lampu sorot menari di langit-langit hall 9 ICE BSD, Banten. Musik tradisional bertalu-talu, menyambut rombongan tamu asing berjas gelap yang beriringan menuju panggung utama. Di layar raksasa terpampang angka: USD 22,8 miliar — nilai transaksi ekspor yang tercatat sepanjang lima hari pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.

Sorak tepuk tangan menggema. Menteri Perdagangan Budi Santoso menunduk sedikit sebelum berbicara di podium. “Capaian ini membuktikan daya saing ekspor Indonesia tetap kuat di tengah tantangan global,” katanya dengan nada penuh percaya diri. Di bawah panggung, para pelaku usaha menyalami satu sama lain. Sebagian tersenyum lega, sebagian lain menatap layar ponsel mereka — mencoba memastikan apakah transaksi yang disebut itu memang benar-benar terwujud.


Panggung Dagang, Panggung Citra

Trade Expo Indonesia telah menjadi ajang tahunan pemerintah untuk memamerkan kekuatan ekonomi nasional. Tahun ini, tema besarnya: “Stronger Exports, Stronger Nation.” Acara diikuti oleh lebih dari 1.500 perusahaan dari 38 provinsi, menampilkan produk unggulan mulai dari batik, furnitur, makanan olahan, hingga komoditas strategis seperti nikel dan kopi.

Di tengah gegap gempita, spanduk besar bertuliskan “Rekor Baru!” menjadi latar favorit pengunjung untuk berfoto. Namun di balik euforia itu, sejumlah pengamat menilai keberhasilan angka USD 22,8 miliar tak serta-merta mencerminkan kekuatan ekspor riil.

“Sebagian besar transaksi masih berbentuk Letter of Intent, bukan kontrak dagang final,” ujar ekonom dari INDEF, Bhima Yudhistira. “Angka itu lebih bersifat proyeksi niat bisnis, bukan hasil ekspor yang langsung menambah devisa.”

Tempo memperoleh dokumen ringkasan transaksi yang menunjukkan bahwa sekitar 60 persen nilai transaksi berasal dari sektor bahan mentah—seperti batu bara, minyak sawit, dan logam dasar—yang cenderung rentan terhadap fluktuasi harga global.

“Jadi meski nilainya besar, nilai tambahnya kecil,” kata Bhima. “Kita masih mengekspor tanah dan tenaga, bukan teknologi.”


Kilau di Tengah Bayang

Kemeriahan TEI 2025 berlangsung di tengah situasi fiskal yang tidak sepenuhnya menggembirakan. Data Kementerian Keuangan menunjukkan defisit anggaran tahun berjalan mencapai 2,9 persen dari PDB, sementara utang luar negeri menembus Rp 8.300 triliun.

Bagi pemerintah, kesuksesan TEI menjadi modal politik dan moral untuk menenangkan pasar dan publik. “Narasinya sederhana: di tengah tekanan global, Indonesia tetap produktif dan diminati dunia,” ujar analis ekonomi politik dari CSIS, Arya Fernandes. “Tapi realitas lapangan tidak sesederhana itu.”

Arya menyoroti bahwa sebagian besar pelaku usaha yang tampil di TEI adalah kelompok besar yang sudah mapan—dengan akses fasilitas fiskal dan logistik yang tak dimiliki pelaku UMKM. “Jadi, pertanyaannya: siapa yang sebenarnya menikmati manfaat ekspor ini?” katanya.


Pelaku Usaha Kecil Masih Tertatih

Di salah satu sudut hall pameran, Murni Wulandari, pemilik usaha kerajinan rotan asal Cirebon, duduk di balik stan mungilnya. Ia menatap selembar brosur dalam bahasa Inggris yang baru diterjemahkan semalam. “Sudah tiga hari belum ada pembeli asing yang serius,” ujarnya. “Kebanyakan hanya tanya-tanya dan foto.”

Murni mengaku biaya ikut pameran mencapai hampir Rp 20 juta — ongkos besar bagi usahanya yang hanya memiliki delapan karyawan. “Kami bangga bisa tampil di acara nasional, tapi kalau tidak ada kontrak nyata, kami bisa rugi.”

Kisah Murni mewakili wajah lain dari “rekor ekspor” yang diumumkan di panggung utama. Di balik angka miliaran dolar, banyak pelaku kecil yang masih berjuang untuk sekadar menembus pasar luar negeri.


Kebijakan yang Tak Menyentuh Akar

Pemerintah berulang kali menyebut ekspor sebagai jalan keluar dari tekanan ekonomi. Namun kebijakan industri belum berpihak pada peningkatan kapasitas produksi dan riset.

Di sektor pertanian, misalnya, Indonesia masih harus mengimpor beras, jagung, dan garam—komoditas yang dulu menjadi tulang punggung ekspor kolonial. “Ironisnya, kita ekspor nikel dan CPO, tapi tak bisa mencukupi pangan sendiri,” kata ekonom pertanian Teuku Rahman. “Itu tanda bahwa arah pembangunan masih bertumpu pada citra makro, bukan perbaikan mikro.”


Antara Optimisme dan Ilusi

Pada penutupan TEI, Menteri Budi Santoso kembali menegaskan keyakinannya bahwa ekspor Indonesia akan terus tumbuh dua digit pada 2026. “Kita akan buktikan bahwa Indonesia bukan hanya penonton di perdagangan dunia,” ujarnya dengan nada optimistis.

Namun di luar gedung pameran, lalu lintas macet panjang di Jalan BSD Grand Boulevard menjadi penanda lain dari paradoks pembangunan: di dalam, Indonesia menandatangani miliaran dolar kontrak dagang; di luar, masyarakat masih berkutat dengan infrastruktur yang sama, kemacetan yang sama, dan kesenjangan yang sama.

“Trade Expo ini seperti etalase mewah di depan toko yang kosong,” kata Bhima Yudhistira menutup komentarnya. “Kita perlu memastikan isi toko itu benar-benar ada — bukan hanya lampu sorot dan angka di layar.”


Narasi yang Perlu Dikaji Ulang

Angka USD 22,8 miliar memang bisa dibanggakan. Tapi di negeri dengan jurang ketimpangan tinggi, angka itu juga bisa menjadi cermin dari illusion of progress—kemajuan yang tampak di atas kertas, tapi belum menyentuh dapur rakyat.

Trade Expo Indonesia 2025 akhirnya berakhir dengan pesta kembang api dan lagu kebangsaan yang menggetarkan hall pameran. Namun ketika lampu-lampu sorot padam dan pengunjung pulang, yang tersisa hanya lantai yang lengang, brosur berserakan, dan pertanyaan lama yang tak kunjung dijawab:

Apakah ekspor besar berarti rakyat sejahtera — atau hanya berarti pemerintah kembali punya angka untuk dijual di panggung politik?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ledakan di Rumah Tuhan: Ketika Bom Meledak di Masjid Sekolah

Next Post

Jurnalisme Warga: Gelombang Kedua Kebebasan Pers – Nutrisi Baru Demokrasi

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Jurnalisme Warga: Gelombang Kedua Kebebasan Pers – Nutrisi Baru Demokrasi

Jurnalisme Warga: Gelombang Kedua Kebebasan Pers - Nutrisi Baru Demokrasi

LAWINDO Tegas Bantah Isu ‘7 Organisasi Advokat Diakui Pemerintah’: Klaim Keliru dan Tak Berdasar Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist