Jakarta-Fusilatnews.-Seandainya pencapresan Ganjar Pranowo oleh Megawati, dilakukan sebelum hingar bingar desakan kepada PDIP supaya mengusung GP, maka PDIP adalah Partai Besar (memenuhi PT 20%) yang akan lebih gagah daripada Nasdem. Sebaliknya, pencapresan Ganjar Pranowo, yang mengejutkan itu, difahami sebagai skenerio diluar nominasi original dari PDIP itu sendiri. Sosok Ganjar Pranowo yang menggalang sendiri sebagai bakal cawapres 24, telah mendapat banyak resistensi internal dari kader-kader senior PDIP, seperti Puan Maharani, Trymedia, Masington, dkk. Bahkan Sekjen Hasto sendiri pernah memanggilnya/menegurnya.
Ketum Megawati-pun, sejak awal dia acuh dengan hasil-hasil survey yang memposisikan GP selalu pada urutan teratas. Bacaan bathinn Mega, membimbingnya pada pengalaman beliau saat mendukung Jokowi baik untuk Cagub maupun Capres. Terungkap pada ucapannya; “Pak Jokowi itu siapa, bila tidak didorong oleh PDIP”. Ucapan itu diurai oleh Adian Napitupulu, bahwa Jokowi bisa sukses dan berhasil karena didukung dan diamankan kebijakannya oleh PDIP hingga 7 kali.
Dalam dinamika pencalonan GP agak lain situasinya. Disamping penentuan Cawapres, yang mutlak kewenangan Ketum-nya, elektabilitas GP yang tidak ngangkat, terkahir kasus Relawan Gibran dan Jokowi mulai meilrik Prabowo, bahkan eletabilitas GP cenderung disusul Prabowo Subianto, disinyalir faktor-faktor inilah yang mendorong PDIP mulai akan merangkul partai koalisi besarnya itu.
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan melakukan dialog dengan partai politik lain pada pekan depan. Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati dan Ganjar Pranowo akan bertemu partai politik lain sebagaimana yang dilakukan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
“Kami terus melakukan komunikasi yang intens dan minggu depan akan direncanakan untuk dilakukan pertemuan antara Bu Megawati Soekarnoputri dan jajaran PDI-P dengan jajaran partai lain,” kata Hasto ditemui di Jakarta, Sabtu (20/5/).
Sekjen PDI-P Beri Sinyal dengan Lirik Lagu Pelangi Kata Hasto, dialog-dialog antara Megawati dan partai politik lain itu dilakukan untuk memberikan dukungan pada Ganjar.
Soal pertemuan dengan Prabowo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Hasto belum bisa memastikan. Pertemuan itu bisa saja dilakukan oleh Ketua DPP PDI-P Puan Maharani yang juga menjabat Ketua DPR.
“Proses dialog terus menerus dilakukan, kan Ibu Mega juga menugaskan Mbak Puan Maharani. Beliau menugaskan Ketua DPR yang sangat piawai dalam melakukan komunikasi politik,” ucap Hasto.
PDI-P Gelar Rakernas 6-8 Juni 2023 Sebagai informasi, sejauh ini ada dua ketum partai yang berencana menemui Megawati, yaitu Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. Prabowo Subianto menyampaikan hal itu usai menemui Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara, Muhaimin mengatakan hal serupa usai menemui Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.





















