“Iran dan Indonesia memiliki pandangan yang sama tentang isu-isu regional dan internasional; kedua negara menentang unilateralisme dan mendukung perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan, dan pandangan bersama ini membawa kedua negara lebih dekat,” katanya.
Presiden Ebrahim Raeisi mengatakan Iran dan Indonesia bersatu melawan tindakan sepihak ( unilateralisme )dan kedua negara Muslim mendukung perdamaian dan keamanan yang langgeng di kawasan.
Raeisi membuat pernyataan tersebut dalam jumpa pers di Bandara Mehrabad Teheran pada hari Senin, sebelum meninggalkan ibu kota Iran menuju Jakarta sebagai kepala delegasi tingkat tinggi untuk kunjungan resmi atas undangan koleganya dari Indonesia, Presiden Joko Widodo.
“Indonesia merupakan negara penting di Asia Tenggara dan memiliki posisi penting dalam perkembangan regional dan internasional,” kata Raeisi kepada wartawan.
“Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di Dunia, Indonesia memiliki hubungan yang dalam dan lama dengan Republik Islam,” katanya, menambahkan,
“Selain hubungan diplomatik antara kedua negara sejak 70 tahun yang lalu, ikatan budaya dan sejarah yang mendalam telah terjalin. juga telah didirikan antara kedua bangsa.”
Presiden Iran mengatakan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara itu signifikan, tetapi kurang berkembang dan harus dipromosikan.
Raeisi juga menggarisbawahi penandatanganan nota kesepahaman di bidang ekonomi, komersial, bea cukai, transit, budaya, dan kesehatan selama dua hari perjalanannya ke negara Asia Tenggara itu.
“Iran dan Indonesia memiliki pandangan yang sama tentang isu-isu regional dan internasional; kedua negara menentang unilateralisme dan mendukung perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan, dan pandangan bersama ini membawa kedua negara lebih dekat,” katanya.
Menunjuk kebijakan Republik Islam untuk mempromosikan hubungan bertetangga, Raeisi menyatakan harapannya bahwa perjalanan itu akan menjadi “titik balik” dalam pengembangan hubungan antara Iran dan Indonesia.
Dalam kunjungannya ke negara Asia Tenggara itu, Presiden Iran akan melakukan pertemuan dengan ketua DPR dan MPR RI.
Raeisi juga akan bertemu dengan pengusaha Iran dan Indonesia, mengadakan pembicaraan dengan para intelektual dan pemikir Indonesia, serta bertemu dengan warga Iran yang tinggal di Indonesia.





















