Jakarta-Fusilatnews.–Elite Partai Bulan Bintang, Perindo dan PAN secara bergiliran dalam pekan ini mengunjungi Prabowo di rumah pribadinya jalan Kertanegara Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Dalam pekan ini sudah tiga ketua umum partai politik mengunjungi Prabowo. Mulai dari Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli
Apa agenda utama pertemuan – pertemuan itu? Pastinya lobi – lobi politik menyamakan visi dan misi dan penjajakan membangun koalisi yang diperluas
Ketiganya kompak menyatakan, selain karena silaturahmi Ramadhan, pertemuan juga dilangsungkan untuk membahas lobi-lobi politik jelang Pemilu 2024.
Saat bertemu Hary Tanoe, misalnya, Prabowo mengajak Perindo untuk bergabung ke dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). KIR merupakan koalisi yang dibentuk Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa.
“Kita terbuka dan akan gembira kalau Perindo dan mungkin ada partai-partai lain yang bukan (Perindo ikut bergabung),” kata Prabowo, Rabu (5/4) lalu.
Ketika bertemu Yusril, Prabowo mengungkapkan bahwa Ketua Umum PBB merupakan sahabat lamanya. Sudah 40 tahun setidaknya persahabatan itu terbangun.
Bahkan, ketika Prabowo mencalonkan diri untuk kedua kalinya sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 lalu, mantan Menteri Sekretaris Negara itu ikut mendukung pencalonan Prabowo kala itu.
“Semua masalah dibahas tadi. Dan, kalau PBB hari ini tidak dukung saya, kebangetan,” seloroh Prabowo disambut tawa elite PBB dan Gerindra, Kamis (6/4).
Dalam kesempatan lainnya, usai pertemuan dengan Prabowo, Zulkifli menegaskan bahwa pertemuan ini penting dilakukan untuk menyamakan visi dan misi antar ketua umum parpol dalam menghadapi perjuangan Indonesia ke depan.
Saat ini penjajakan terbentuknya sebuah koalisi besar sedang dilakukan, Gagasan pembentukan itu muncul dalam pertemuan lima parpol koalisi pemerintah di Kantor DPP PAN bersama Presiden Joko Widodo, pekan lalu.
“Negara besar enggak mungkin diurus satu dua (partai politik), tapi harus besar juga yang urus, yang kita kadang-kadang saya, sebut (sebagai) koalisi kebangsaan,” kata Zulhas di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin
Dzulhas menegaskan kesiapan wira-wiri untuk mewujudkan koalisi tersebut. Dan PAN bersama Gerindra sudah terbiasa bekerja sama dalam politik. Hal ini karena kedua parpol bergabung dalam koalisi pendukung Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2014 dan 2019.
Sinyal dukungan Ditemui terpisah, Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menuturkan bahwa Prabowo memiliki potensi untuk didukung pada Pilpres 2024. Dalam dua pemilu sebelumnya, PAN selalu bersama Prabowo menghadapi kontestasi politik nasional.
“PAN kan sudah 10 tahun bersama dengan Pak Prabowo kan, pernah mendukung Prabowo 10 tahun. Jadi Pak Prabowo sangat potensi untuk kami dukung kembali,” ujar Yandri ditemui di Kertanegara, Sabtu.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, banyaknya elite partai menemui Prabowo dalam sepekan terakhir lantaran Menteri Pertahanan itu merupakan sosok penengah.
“Dari berbagai macam pertemuan, kebutuhan untuk mencari sosok pemimpin yang bisa memberi jalan tengah bagi suasana kebangsaan kita, semakin mendesak,” sebut Muzani pada awak media.
“Dari berbagai macam kepentingan, (pemimpin) itu sepertinya Pak Prabowo Subianto,” sambungnya.
Untuk sampai pada tahap Prabowo dapat didukung oleh parpol lain, proses penjajakan itu masih terus dilakukan.
Bahwa setiap parpol masih memerlukan waktu untuk menyamakan visi dan misi ke depan. “Tapi pembicaraan ini terus terang belum final, masih perlu waktu untuk berkomunikasi, perlu waktu untuk menyamakan persepsi-persepsi,” papar dia.
Apakah pembentukan koalisi besar akan berhasil kita tunggu pengjmuman dari mereka





















