FusilatNews- Babak Baru dari kasus baku tembak antara Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7) lalu. Hal ini kembali dibeberkan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam, Salah satunya adalah kejadian di Magelang, Provinsi Jawa Tengah,, Komnas Ham mendapatkan fakta dan dokumen baru setelah memeriksa ajudan dan asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo, Senin (1/8/2022).
“Salah satu yang membuat (data) ini kaya misalnya terkait apa yang terjadi di Magelang,” kata Anam saat jumpa pers di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022), dikutip dari jpnn.com.
Komnas HAM mendapatkan keterangan baru dan berhubungan dengan penjelasan dari para ajudan Ferdy Sambo lain yang diperiksa pekan lalu. “Kami ditunjukkan dokumen foto. Enggak bisa kami tampilkan karena itu harus kami verifikasi,” tutur Anam mencoba “menyembunyikan” foto dimaksud.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (2001), Malang, Jawa Timur, ini menuturkan Komnas HAM mengantongi cerita yang terkait kejadian di Magelang, Jawa Tengah. “Kami diperkaya dengan cerita-cerita yang terkait di Magelang,” ujar pria kelahiran Malang, 25 April 1977 itu.
Lalu, ada apa di Magelang?
Brigadir J disebut tewas dalam baku tembak versus Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri (kini nonaktif) Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.
Konon sebelum tutup usia dalam drama berdarah di rumah Pak Kadiv itu, Brigadir J baru datang dari Magelang bersama Bharada E dan rombongan.























